Dana PEM, Dana Siluman? – Timor Express

Timor Express

RAGAM

Dana PEM, Dana Siluman?

Tak Pernah Dibahas di Banggar
Pemkot Diminta Tetap Realisasi

KUPANG, TIMEX – Polemik dana pemberdayaan ekonomi masyarakat (PEM) di Pemkot Kupang belum selesai. Sejumlah anggota Komisi III DPRD Kota Kupang juga mempertanyakan pembahasan anggaran tersebut.

Anggota Komisi III, Djainudin Lonek kepada wartawan di gedung DPRD NTT, Rabu (3/5) mengatakan sebagai anggota DPRD ia juga punya tanggungjawab untuk memberikan klarifikasi, sebab nyatanya anggaran tersebut tidak dibahas di Badan Anggaran. Bahkan, hal ini sudah disampaikan langsung Ketua DPRD Kota Kupang, Yeskiel Loudoe yang juga ex officio Ketua Banggar. “Tidak dibahas di banggar, maka kami juga bingung. Persoalan ini harus diperjelas karena kenapa muncul di APBD tapi tidak pernah dibahas di komisi dan juga di Banggar,” kata Djainudin.

Hal senada disampaikan anggota Komisi III lainnya, Tellendmark Daud. Menurutnya normalnya semua program dan kegiatan yang muncul di APBD sudah melalui tahapan-tahapan pembahasan di dewan. Namun, soal dana PEM, pimpinan dewan sendiri yang mengaku tidak pernah dibahas di Banggar. “Pimpinan bilang tidak dibahas. Ini aneh, kenapa muncul di APBD. Anggaran kan mestinya dibahas bersama tim anggaran,” kata Tellend.

Menurutnya, hampir semua anggota Banggar mengaku tidak pernah membahas soal penambahan dana PEM Rp 12,5 untuk tahun 2017. Hal ini, kata Tellend, mirip dengan anggaran pembangunan rumah jabatan pimpinan dewan. Anggaran tidak dibahas di komisi, tapi tiba-tiba muncul di APBD. “Sehingga saya merasa lucu. Aneh koq bisa tidak dibahas,” kata Tellend.

Ia menambahkan, karena sudah ditetapkan dalam APBD, maka dana PEM ini silakan dieksekusi oleh pemkot. “Saya kira tidak melanggar aturan karena memang tugas eksekutif mengeksekusi perda APBD. Kalau pemkot tidak laksanakan, malah salah lagi,” kata Tellend.

Sementara itu, Ketua Komisi III, Herry Kadja mengatakan dirinya selaku anggota Banggar tidak pernah absen mengikuti siding Banggar. Dan dalam pembahasan anggaran, tidak disebut soal dana PEM. “Kalau dana ini tiba-tiba ada, pertanyakan ke pimpinan dewan. Mungkin ada mafia di sini. Jangan tidak dibahas di komisi juga,” kata Herry.
Sebelumnya, dua anggota Banggar, Moses Mandala dan John G. F. Seran juga mengaku tidak pernah ada pembahasan dana PEM di Banggar. Keduanya pun mempertanyakan kenapa anggaran puluhan miliar itu tiba-tiba mau dieksekusi oleh pemkot.

Anggota Komisi I DPRD Kota Kupang, Adrianus Talli sebelumnya mengatakan
Pemkot tidak memiliki dasar aturan untuk mengalokasikan penambahan dana PEM sebesar Rp 250 juta per kelurahan. Pasalnya, berdasarkan Perda Nomor 2 tahun 2013 tentang RPJMD, pagu indikatif dana PEM hanya sebesar Rp 500 juta. “Dasarnya apa? Pagu indikatif dana PEM sesuai Perda RPJMD hanya Rp 500 juta. Jadi harus punya dasar untuk menambah anggaran,” ujar Adi, sapaan karib Adrianus Talli.

Menurut Adi, apabila Pemkot berencana menambah alokasi dana PEM, maka Perda RPJMD harus terlebih dahulu direvisi. Jika tidak direvisi, maka sampai akhir masa jabatan wali kota dan wakil wali kota, pagu anggaran tetap Rp 500 juta. Sebab kalau dipaksakan, maka bisa menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari. “Kalau mau tambah Rp 250 juta harus rubah dulu perda-nya. Karena perda merupakan dasar hukumnya. Sehingga tidak ada pertanyaan ketika penambahan dana PEM ini dilaunching,” jelas anggota DPRD Kota Kupang dua periode ini.

Sebagai anggota Badan Anggaran di DPRD Kota Kupang, Adi mengaku tidak pernah ada pembahasan mengenai penambahan Rp 250 juta untuk dana PEM. Oleh karena itu, dia patut mempertanyakan kebijakan Pemkot tersebut.

Namun, Wali Kota Kupang, Jonas Salean bersikukuh penambahan dana PEM tersebut tidak melanggar aturan, karena sudah termuat dalam Perda APBD yang disepakati bersama dewan.

Ia juga menegaskan, penambahan dana tersebut sudah dibahas bersama Badan Anggaran. Jonas juga mempersilakan dewan untuk membuka risalah sidang. (sam)



Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!