CJH Kota Kupang Periksa Kesehatan – Timor Express

Timor Express

KESEHATAN

CJH Kota Kupang Periksa Kesehatan

KUPANG, TIMEX – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Kupang telah menyerahkan nama-nama calon jamaah haji (CJH) kepada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kupang untuk kepentingan pemeriksaan kesehatan tahap pertama. Hal ini disampaikan Kepala Dinkes Kota Kupang, dr. Ari Wijana kepada Timor Express, Senin (8/5).
dr. Ari menjelaskan, mereka telah mengeluarkan juknis pemeriksaan kesehatan CJH kepada Kemenag Kota Kupang. Di dalam juknis tersebut, terdapat perkiraan jadwal pemeriksaan tahap pertama yang rencananya akan dilakukan pada awal Maret. Jadwal itu ditetapkan mengingat CJH akan diberangkatkan sekitar bulan Juli dan Agustus mendatang. “Kita harus lakukan pemeriksaan kesehatan tahap pertama lebih awal untuk mengantisipasi adanya penyakit pada CJH yang bersifat kronis dan pengobatannya butuh waktu panjang. Seperti TBC dan lain sebagainya,” ujarnya saat diwawancarai di Kantor DPRD Kota Kupang.

dr. Ari menyebutkan, semula kuota CJH Kota Kupang yakni 223 orang. Dalam perjalanan, kuota tersebut turun menjadi 203 orang, sehingga Kementerian Kesehatan melalui Dinas Kesehatan Provinsi NTT telah mendistribusikan 203 buku haji ke Puskesmas Bakunase. Namun dalam rapat bersama di ruang Asisten I Setda Kota Kupang, Kemenag kembali menyampaikan jumlah CJH yang sudah pasti, yakni sebanyak 98 orang.

Sesuai Permenkes, urai dr. Ari, pemeriksaan kesehatan tahap pertama dilakukan di fasilitas kesehatan tingkat pertama yaitu puskesmas yang ditunjuk oleh Dinkes. Apabila ditemukan penyakit kronis pada CJH, maka puskesmas akan merujuk CJH yang bersangkutan ke rumah sakit rujukan. “Kita di sini rumah sakit rujukan adalah RS S.K. Lerik. Nanti RS S.K. Lerik yang simpulkan sakit yang dialami pasien, sekaligus menentukan lamanya terapi atau pengobatan. Tapi nanti dikembalikan ke puskesmas untuk dimonitor,” jelasnya.

dr. Ari mengatakan, dari laporan terakhir yang diterima dari Puskesmas Bakunase, ada sekitar 30-an CJH yang telah melakukan pemeriksaan kesehatan tahap pertama. Pihaknya juga sudah sepakat agar dalam sehari, minimal ada 15-20 CJH yang melakukan pemeriksaan kesehatan, mengingat puskesmas juga melayani pasien umum. Sehingga pemeriksaan kesehatan tahap pertama bisa selesai dalam waktu sepuluh hari. “Setelah pemeriksaan tahap pertama, nanti akan ada imunisasi meningitis. Mereka yang sudah imunisasi akan mendapatkan sertifikat imunisasi,” katanya.

dr. Ari menambahkan, pihaknya tengah berupaya agar semua CJH Kota Kupang bisa melakukan pemeriksaan kesehatan di Puskesmas Bakunase. Hal ini juga telah disepakati dengan Kantor Kemenag Kota Kupang. Sebab apabila CJH melakukan pemeriksaan di luar daerah, otomatis dokter di Puskesmas Bakunase tidak akan menandatangani buku haji. “Sekarang dunia kedokteran juga disorot. Jangan sampai ada pelanggaran kode etik yang bisa dibawa ke ranah hukum.Jadi kalau CJH periksa di luar daerah, dokter di puskesmas tidak berani untuk tandatangani buku haji,” katanya.

Apabila masih ada satu atau dua CJH asal Kota Kupang yang sudah berdomisili di tempat lain, dr. Ari katakan, pihaknya akan berupaya agar yang bersangkutan bisa melakukan pemeriksaan kesehatan di puskesmas terdekat yang ditunjuk Dinkes, sehingg bisa mendapatkan buku haji. “Saat ini sistem laporan haji ke Kementerian sudah pakai sistem onlione. Jadi berkaitan dengan hal-hal seperti ini, nanti dikoordinasikan secara online,” ungkapnya. (r2/sam)

Click to comment

Most Popular

To Top