Timor Express

PENDIDIKAN

Penentuan Kepsek Harus Sesuai Aturan

Komitmen Wakil Wali Kota Kupang, Herman Man

KUPANG, TIMEX – Problematika dalam dunia pendidikan di Kota Kupang sangat beragam. Selain penumpukan siswa pada sekolah negeri yang dianggap favorit dan belum meratanya penempatan guru di sejumlah sekolah, penunjukan guru menjadi kepala sekolah terkadang tidak sesuai dengan regulasi. Terbukti ada kepsek yang belum memenuhi kualifikasi minimal, yakni harus memiliki gelar sarjana sebagaimana diatur dalam Permendiknas Nomor 13 Tahun 2007 tentang Standar Sekolah/Madrasah.

Kepada wartawan, Wakil Wali Kota, Herman Man mengaku pernah mendengar persoalan ini. Hanya saja, selama ini dia tidak punya kewenangan lebih untuk bertindak. Oleh karena itu, dia berkomitmen untuk melakukan pembenahan pada masa kepemimpinannya bersama Jefri Riwu Kore, Wali Kota Kupang yang baru periode 2017-2022. “Ini bukan program 100 hari, tapi kita memang harus lakukan pembenahan,” tegasnya di sela-sela pelaksanaan Sidang I DPRD Kota Kupang, Senin (8/5).

Menurut Herman, dalam penunjukan kepsek, pemerintah perlu mendengar masukan semua pihak. Seperti masukan dari pengawas sekolah dan komite pendidikan. Yang terpenting, penunjukan kepsek harus berjalan sesuai regulasi, sehingga tidak ada hal-hal yang dilanggar. “Kalau tidak memenuhi kualifikasi minimal, berarti ada aturan yang dilanggar. Dengan demikian, kita akan meluruskan yang bengkok sesuai aturan yang ada,” katanya.

Soal penumpukan siswa pada sekolah-sekolah negeri tertentu, Herman katakan, hal itu tidak boleh terulang pada tahun ajaran yang baru. Sebab persoalan ini erat kaitannya dengan capaian kualitas/mutu pendidikan. Terbukti, prestasi-prestasi siswa di Kota Kupang pada mata pelajaran tertentu jarang masuk dalam lima besar di tingkat Provinsi NTT. “Kita harus benahi hal ini, dimana penerimaan siswa harus dibatasi dan disesuaikan dengan daya tampung sekolah. Selain itu, anak-anak sekitar lokasi sekolah harus juga diprioritaskan untuk diterima,” katanya.

Herman menambahkan, kualitas sekolah-sekolah swasta di Kota Kupang tidak boleh dipandang sebelah mata. Sebab yayasan dan sekolah swasta memiliki sejarah penting dalam membangun sumber daya manusia di NTT pada umumnya dan Kota Kupang pada khususnya. Dan faktanya, output yang selama ini menorehkan prestasi di tingkat provinsi justru berasal dari sekolah swasta. “Di Kota Kupang ada banyak sekolah Kristen dan sekolah-sekolah swasta lainnya. Mutunya sama seperti sekolah-sekolah negeri. Jadi tidak boleh ada anggapan sekolah negeri lebih favorit dan sekolah swasta tidak favorit yang kemudian memicu terjadinya penumpukan siswa pada sekolah tertentu,” ungkapnya. (r2/sam)

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!