Umat Budha di Kupang Belum Punya Tempat Ibadah – Timor Express

Timor Express

RAGAM

Umat Budha di Kupang Belum Punya Tempat Ibadah

SEMBAHYANG. Umat Budha Kota Kupang saat merayakan Trisuci Waisak di gedung Kantor FKUB Provinsi NTT di Jalan El Tari, Kamis (11/5).

FENTI ANIN/TIMEX

Pemkot Hibahkan Tanah untuk Bangun Tempat Ibadah

KUPANG, TIMEX – Umat Budha di Kota Kupang hingga sekarang belum mempunyai rumah ibadah. Perayaan hari raya Waisak pun digelar di tempat-tempat yang berbeda setiap tahun.

Pada perayaan Waisak tahun ini, Kamis (11/5), umat Budha menggelarnya di Kantor Forukm Kerukunan Umat Beragama (FKUB) di Jalan El Tari.
Ketua Maga Budi Provinsi NTT, Indra Evendi mengatakan Waisak merupakan momen memperingati tiga hari suci yaitu hari lahirnya Budha Gautama, saat Budha Gautama mencapai penerangan sempurna dan saat beliau mangkat. “Ketiga peristiwa ini terjadi di tahun yang berbeda, tetapi terjadi pada bulan yang sama. Dan pada bulan purnama itulah yang selalu umat Budha peringati,” jelasnya.

Menurutnya, terkait rumah ibadah di Kota Kupang, pada tahun 2016 lalu Pemkot Kupang sudah memberikan tanah yang berlokasi di Sikumana. Sertifikat tanah dan IMB sudah diurus. Dan sekarang dalam proses untuk peletakan batu pertama atau baru akan dimulai pembangunan. “Sementara terkait bantuan dari Pemerintah Provinsi hanya berupa dukungan untuk pembuatan rumah ibadah tersebut,” terangnya.

Ia menjelaskan, berdasarkan data Dispendukcapil, jumlah umat Budha sebanyak 200 kepala keluarga. “Dua tahun lalu Waisak dilakukan di Hotel Kristal. Tahun lalu tidak dilakukan di Kota Kupang karena digelar serentak di Borobudur dan tahun ini difokuskan di gedung FKUB ini,” kata Evendi.

Terkait toleransi umat beragama di NTT, menurutnya toleransi di NTT patut diacungi jempol dan patut menjadi barometer bagi daerah-daerah lain. Ia mencontohkan pembangunan rumah ibadah bagi umat Budha sangat didukung oleh teman-teman agama lain dengan merespon positif dan memberi masukan yang baik agar segera membangun rumah ibadah.

Ia berharap sesuai dengan tema Waisak 2017 ini yaitu ‘cinta kasih penjaga kebhinekaan’, diharapkan dapat menyatukan setiap perbedaan yang ada dan menyatukan semua rakyat Indonesia. Dengan cinta kasih pastilah kebhinekaan dapat dijaga dengan baik. (mg25/sam)

Click to comment

Most Popular

To Top