Adinda Buang Handuk – TIMOREXPRESS.COM

TIMOREXPRESS.COM

POLITIK

Adinda Buang Handuk

ILUSTRASI;MARTEN LADO/ TIMEX

Siapkan Langkah Politik Lain

KUPANG, TIMEX-Lusia Adinda Lebu Raya akhirnya tidak mendaftarkan diri sebagai calon gubernur NTT hingga penutupan pendaftaran oleh PDIP, Senin (15/5). Padahal, Adinda adalah salah satu dari empat figur yang direkomendasikan PDIP untuk maju dalam Pilgub NTT 2018.

Adinda juga memastikan diri tidak akan mendaftar di partai lainnya. Dengan demikian dirinya tidak akan maju dalam Pilgub NTT 2018 alias buang handuk.
Juru Bicara Keluarga Lusia Adinda Lebu Raya, Marianus Lodwick Dea kepada wartawan di Sekretariat DPD PDIP NTT, Senin (15/5), menjelaskan, selama ini beredar informasi kalau Lusia Adinda Lebu Raya maju sebagai calon gubernur maupun calon wagub NTT. Hanya saja, tidak pernah disampaikan secara resmi bahwa Adinda akan maju dalam Pilgub NTT. Termasuk ke media, Adinda tidak pernah menyampaikannya.

Marianus mengatakan, Adinda memiliki hak politik setera dengan warga lain. Namun, dirinya bersama barisan pendukung sangat mempertimbangkan berbagai hal. Termasuk posisinya sebagai istri Gubernur NTT yang juga Ketua DPD PDIP NTT, Frans Lebu Raya. Hal lainnya, lanjut Marianus, Adinda juga mempertimbangkan suasana kebatinan masyarakat NTT, khususnya terkait isu dinasti politik yang ditiupkan selama ini. “Padahal, sebenarnya dinasti politik tidak ada selama ada kepercayaan,” jelas Marianus.
Dikemukakan, Adinda miliki dukungan di akar rumput yang kuat dan merata di seluruh wilayah NTT. Namun, atas beberapa pertimbangan tersebut, Adinda menyatakan tidak mendaftarkan diri di PDIP. Termasuk tidak mendaftar di partai lain. “Ibu (Adinda Lebu Raya, Red) tidak akan mendaftar di PDIP. Juga di partai lain. Beliau tidak akan mendaftar,” tandas Marianus.

Adinda, demikian Marianus, akan menempuh langkah-langkah politik lain. Sebab mengabdi untuk masyarakat NTT tidak harus menjadi gubernur atau wakil gubernur. “Ada banyak cara untuk mengabdi kepada masyarakat NTT. Ada banyak pilihan politik. Tidak harus menjadi gubernur atau wagub di NTT,” tegasnya.

Langkah politik yang bisa diambil, kata Marianus, sebagai anggota DPD RI. “Peluang politik lain yakni maju sebagai calon anggota DPD RI. Ini bisa diambil,” tukasnya.
Ditanya peluang mendaftar di partai lain, Marianus menegaskan, dengan tidak mendaftar di PDIP, maka dipastikan tidak mendaftar pula di partai lain. Apalagi aturan di PDIP jelas dengan ancaman dipecat dari partai. “Kami pastikan beliau tidak daftar di PDIP, demikian juga di partai lain,” terangnya.

Dia meminta semua spekulasi yang diumbar ke publik agar bisa dihentikan, seiring dengan sikap Adinda tersebut. Diharapkan lapisan masyarakat dan pendukungnya di seluruh NTT dapat mengerti atas keputusan yang diambil. “Mari kita hentikan spekulasi soal maju atau tidaknya Ibu Adinda dalam Pilgub NTT. Semua sudah jelas,” pungkas Marianus.

PDIP Tutup Pendaftaran

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) resmi menutup pendaftaran bagi bakal calon gubernur dan wakil gubernur NTT, Senin (15/5). Ada 10 orang yang mendaftar di PDIP. Tercatat delapan orang mendaftar sebagai balon gubernur dan dua orang sebagai balon Wagub.

Pada hari penutupan pendaftaran, dua balon gubernur dan dua balon wagub mendafatar. Mereka adalah Honing Sanny dan Hyronimus Fernandes sebagai balon Gubernur. Sementara Mikhael Umbu Zasa dan Noviyanto Umbu Patty Lende mendaftar sebagai balon wagub.

Pantauan koran ini Senin kemarin, balon Wagub NTT Mikhael Umbu Zasa mendaaftar pertama sekira pukul 13:00 Wita. Disusul Honing Sanny sebagai balon Gubernur, Noviyanto Umbu Patty SA. Lende sebagai balon wagub dan Hyronimus Fernandes sebagai balon Gubernur NTT.

Mikhael Umbu Zasa, usai mendaftar, kepada pers menjelaskan, dirinya bukan orang asing di PDIP. Umbu Zasa mengaku sudah menjadi anggota PDIP sejak 1996. Peristiwa Kuda Tuli, dirinya ikut bersama Yakob Nuwa Wea. Tahun 1999 pernah Caleg DPRD NTT dari PDIP dan tahun 2004 menjadi calon anggota DPD RI. “Jadi kita hati tetap merah,” ungkapnya.

Dikemukakan, dirinya melamar ke PDIP sebagai balon wakil gubernur. Pilihan menjadi wakil gubernur semata-mata untuk bekerja dan berbakti kepada masyarakat. Disamping itu, sebagai orang Sumba, dirinya menyadari untuk menjadi balon wagub karena penduduk dari Sumba tidak sebesar Timor dan Flores.

Umbu Zasa mengakui dirinya masih cukup asing di NTT karena selama ini lebih banyak berkiprah di Jakarta. Walau demikian banyak hal sudah dibuat untuk NTT. Misalnya, dirinya mendirikan Sanggar Budaya Flobamora di Jakarta, Ketua Insan Flobamora (Infra) di Jakarta yang bergerak dalam pengkajian dan penelitian khusus NTT. Dia juga memiliki usaha agrobisnis dan peternakan terpadu di Sumba.

Sementara itu, Ketua Panitia Pendaftaran, Niko Frans mengemukakan, pihaknya lega karena ada yang mendaftar sebagai wakil gubernur. Pasalnya, selama ini semua mendaftar di PDIP sebagai balon Gubernur NTT. Dia juga mempersilakan Umbu Zasa mensosialisasikan diri guna menghadapi proses survei.

Pengurus DPD PDIP NTT, Viktor Mado Watun menambahkan, PDIP hanya memiliki 10 kursi di DPRD NTT. Karena itu, perlu dibangun komunikasi dengan Parpol lain untuk memenuhi syarat pengajuan calon.

Selanjutnya, Fransiskus Honing Sanny mendaftarkan diri di PDIP NTT tepat pukul jam 16:00 wita. Honing Sanny bersama Tim yang diketuai Mel Lay diterima Niko Frans dan Viktor Mado Watun serta sejumlah pengurus DPD PDIP NTT.

Usai menyerahkan dokumen pendaftaran, Honing diberikan kesempatan menyampaikan isi hatinya. Honing mengutarakan, dirinya menjadi politisi dan besar di PDIP. Karena itu, dirinya sebenarnya kembali ke rumah besar PDIP.

Mantan Anggota DPR RI itu menyebutkan, dirinya mendaftar di PDIP untuk turut membangun NTT. Sebelum mendaftarkan diri di hari terakhir, dirinya sudah berkeliling ke daerah-daerah untuk mensosialisasikan diri.

Pada kesempatan itu, Honing memberi apresiasi kepada PDIP yang tetap menjadi partai terbuka. Selain itu, dirinya mendaftar di PDIP untuk menyatakan tidak ada dendam politik dan kekaderan dirinya di PDIP tidak luntur walau dipecat oleh PDIP.

Sementara itu, Anggota DPRD NTT, Noviyanto Umbu Patty SA. Lende mendaftarkan diri sebagai balon Wakil Gubernur NTT, seusai Honing Sanny. Dalam sambutan singkatnya dia mengemukakan, dirinya mendaftar atas izin Ketua DPW PKB NTT. Dan pendaftaran ini sebagai manifestasi menggunakan hak politiknya.

Dikatakan anggota DPRD NTT dari PKB ini, dirinya mendaftar sebagai balon Wagub NTT. Hal ini dilakukan karena berbagai perhitungan dimana PKB hanya punya lima kursi di DPRD NTT. Juga karena berasal dari Sumba yang penduduknya tidak sebanyak Timor dan Flores. Noviyanto juga menyatakan siap menanggalkan jabatan sebagai anggota DPRD NTT, jika telah mengantongi rekomendasi partai. “Undang-undang mewajibkan untuk mundur dari jabatan yang ada. Jadi saya siap mundur,” bilangnya.

Terpisah, Hyronimus Fernandes menjadi balon Gubernur NTT yang mendaftar terakhir. Dalam sekapur sirihnya, Hyronimus mengemukakan, selama mengabdi sebagai ASN, sejumlah hal telah dilakukan. Dan yang paling luar biasa yakni menyelesaikan RPJMD Gubernur dan Wagub NTT ketika berada di Bappeda.

Namun, kata dokter itu, banyak talenta yang belum dipakai secara maksimal. Dengan menjadi gubernur semua kemampuan bisa dimanfaatkan dan dirinya sudan banyak belajar di Bappeda NTT. “Saya akan pensiun 10 Februari 2018 nanti. Sekarang sudah diajukan permohonan persiun. Jadi saya memilih pensiun,” katanya.

Dia mengatakan, di sisa usia ini, dirinya akan memakainya untuk membangun masyarakat NTT dengan menggenjot ekonomi dan pendidikan serta kesehatan masyarakat NTT.(lok/ito)

Click to comment

Most Popular

To Top