Berkas 3 Tersangka Kasus Sarai Dilimpahkan – Timor Express

Timor Express

HUKUM

Berkas 3 Tersangka Kasus Sarai Dilimpahkan

DILIMPAHKAN. JPU Kejati NTT sementara menaikkan enam kotak berisikan berkas ketiga tersangka kasus tambak garam dan kasus embung Kabupaten Sarai ke atas mobil untuk diantar ke Pengadilan Tipikor Kupang, Senin (15/5).

GATRA BANUNAEK/TIMEX

Jaksa Belum Siap, Sidang Perdana Prapid Ditunda

KUPANG, TIMEX-Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTT akhirnya melimpahkan berkas tiga tersangka kasus pembangunan tambak garam dan pembangunan 100 embung di Kabupaten Sabu Raijua (Sarai), ke Pengadilan Tipikor Kupang, Senin (15/5).

Pelimpahan berkas ketiga tersangka masing-masing Lewi Tandirura, Nico Rehabeam Tari (kasus tambak garam) dan Lay Rohi (kasus embung) dilakukan JPU, Ridwan Angsar, Hendrik Tiip, Benfrid Foeh, Andrew P.Keya, Jhon Purba dan sejumlah staf penyidikan Kejati NTT Senin (15/5) sekira pukul 13.45. Mereka diterima Panitera Muda (Panmud) Tipikor, Daniel W.Sikky.

Kasi Penkum dan Humas Kejati NTT, Shirley Manutede kepada Timor Express menjelaskan, berkas ketiga tersangka (Lewi Tandirura, Nico Rehabeam Tari dan Lay Rohi) sudah dinyatakan lengkap (P21) pada Jumat (12/5). Saat itu juga, ungkap Shirley, berkas ketiga tersangka langsung dilimpahkan (Tahap dua) Jaksa Penyidik Tipidsus ke JPU Kejati NTT. “Selama ini kita memang fokus untuk periksa para tersangka serta para saksi lainnya dalam kedua kasus yang kita tangani itu. Setelah berkas dinyatakan lengkap (P21) maka jaksa penyidik Tipidsus langsung lakukan pelimpahan tahap dua ke JPU Kejati NTT,” jelasnya.

Dan kemarin, ungkap Shirley, JPU Kejati NTT kemudian melakukan pelimpahan berkas ketiga tersangka ke Pengadilan Tipikor Kupang. “JPU sudah limpahkan berkas ketiga tersangka ke Pengadilan Tipikor Kupang. Selanjutnya, kita tinggal menunggu penetapan majelis hakim yang akan menyidangkan ketiga tersangka sekaligus jadwal persidangan. Selaku JPU, kita siap menghadirkan para saksi setiap kali persidangan,” tegas Shirley.

Sementara Panmud Tipikor, Daniel W. Sikky kepada Timor Express mengatakan, pihaknya sudah menerima pelimpahan berkas ketiga tersangka. Dua tersangka untuk kasus tambak garam dan satu tersangka untuk kasus embung di Kabupaten Sarai. “Kita sudah terima pelimpahan berkas tiga orang tersangka masing-masing Lewi Tandirura, Nico Rehabeam Tari (kasus tambak garam) dan Lay Rohi (kasus embung). Berkas ketiga tersangka ini segera kita serahkan lagi ke Ketua PN Klas 1A Kupang untuk menunjuk majelis hakim yang nanti menyidangkan dan mengadili ketiga tersangka. Setelah itu, majelis hakim yang sudah ditunjuk akan menentukan jadwal sidang perdana,” kata Daniel.
Kasus pembangunan tambak garam di Kabupaten Sabu Raijua TA 2014-2016, pagu anggarannya senilai Rp 90 miliar dan dugaan kerugian keuangan negara mencapai Rp 36,5 miliar. Sementara untuk kasus pembangunan 100 embung di Kabupaten Sarai TA 2012-2013 senilai Rp 5 miliar. Dalam pengerjaan 100 embung, ada beberapa proyek ternyata belum rampung namun pembayaran sudah dilakukan 100 persen.

Sidang Prapid Ditunda

Sementara itu, sidang perdana Pra Peradilan yang diajukan tersangka Lewi Tandirura, Nicodemus Rehebeam Tari dan Lay Rohi yang diagendakan Senin kemarin terpaksa ditunda. Pasalnya pihak termohon dalam hal ini Kejati NTT tidak hadir dalam persidangan. Lewat suratnya ke Pengadilan Tipikor, pihak Kejati NTT meminta sidang ditunda karena belum siap.

Dalam surat yang ditandatangani Asisten Tindak Pidana Khusus Kejati NTT, Gasper Kase, termohon meminta kepada hakim Prapid untuk melakukan penundaan sidang selama satu minggu, yakni pada Senin (22/5). Alasan yang disampaikan termohon yakni masih membentuk tim jaksa yang mewakili termohon dalam siding Prapid. Juga, termohon masih menyusun dan mengumpulkan bukti-bukti yang akan disampaikan di persidangan Prapid.

Anggota tim kuasa hukum pemohon, Leksi Tungga mengatakan, pihaknya telah meminta hakim Prapid agar sidang tidak dilanjutkan pada Senin mendatang, sebagaimana permintaan pihak Kejati NTT. Tetapi sidang dilanjutkan pada Rabu (17/5) besok. Permintaan tersebut telah disepakati dan ditetapkan hakim Prapid. “Hakim Prapid telah menetapkan jadwal sidang sesuai permintaan kita. Selanjutnya juru sita akan kembali memanggil termohon untuk hadir dalam sidang,” katanya.

Menyinggung soal telah dilimpahkannya berkas perkara ketiga kliennya oleh jaksa ke Pengadilan Tipikor, Leksi mengatakan, hal itu memang menjadi urusan pihak kejaksaan. Namun, dia minta pihak kejaksaan sebaiknya tidak melakukan tindakan hukum yang sewenang-wenang. “Kami akan berpatokan pada isi surat permohonan penundaan sidang yang mereka layangkan,” katanya.

Leksi mengaku heran karena jaksa selaku termohon berhalangan hadir dalam sidang perdana Prapid, tetapi bisa hadir di Pengadilan Tipikor untuk melimpahkan berkas perkara. Dan menurutnya, semua proses hukum yang akan berjalan di Pengadilan Tipikor tidak semestinya melangkahi bahkan membatalkan seluruh tahapan Prapid di PN Kupang. “Sidang Prapid harus berlanjut sampai tuntas. Kami tidak mau kasus di Kabupaten TTU terulang di sini,” ungkapnya. (gat/r2/ito)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!