12 Soal Tanpa Jawaban yang Benar – Timor Express

Timor Express

PENDIDIKAN

12 Soal Tanpa Jawaban yang Benar

ILUSTRASI: MARTEN LADO/TIMEX

 Naskah Mapel Matematika US SD di Kota Kupang 

KUPANG, TIMEX-Hari kedua pelaksanaan Ujian Sekolah (US) atau ujian akhir tingkat SD/MI di Kota Kupang, Selasa (16/5) menuai persoalan. Pasalnya, 12 dari 40 soal Matematika (soal pilihan ganda) yang dikerjakan peserta US, sama sekali tidak memiliki jawaban yang benar. Sekalipun ada opsi (A, B, C, D) untuk dijawab para siswa.
Salah satu sekolah yang menyadari adanya kejanggalan dalam soal Matematika yakni SD GMIT Oebobo.

Kepada wartawan, Kepala SD GMIT Oebobo, Fransina Yakomina Subu, mengatakan, persoalan ini awalnya tidak diketahui pihak pengawas. Namun, saat mengerjakan soal, ada peserta US yang mempertanyakan kepada pengawas, lantaran tidak menemukan kunci jawaban yang benar. “Ada pilihan bagi siswa untuk menjawab A, B, C, D. Tapi dari pilihan ganda yang ada, sama sekali tidak ada jawaban yang benar sesuai soal,” ujarnya.

Setelah ditelusuri pengawas, lanjut Fransina, ternyata bukan hanya satu soal yang tidak memiliki kunci jawaban yang benar. Tetapi ada 12 soal. Kendati demikian, peserta US diminta untuk tetap memberi tanda silang pada salah satu jawaban, agar lembaran jawaban siswa tidak ada yang kosong. “Kita tetap minta mereka untuk silang salah satu jawaban. Tapi setelah itu kita buat berita acara dan sampaikan persoalan ini ke panitia US Kota Kupang, supaya ada solusi yang tidak merugikan peserta UN,” katanya.

Terlepas dari persoalan yang ada, Fransina optimistis 57 peserta US dari sekolahnya lulus 100 persen. Sebab selama ini sekolah telah melakukan les tambahan dan try out sebanyak tiga kali. Bahkan dari hasil try out, nilai yang diperoleh semua siswa juga sangat baik. “Ujian akan dilaksanakan sampai hari Sabtu. Kami optimistis anak kami semuanya lulus,” katanya.

Penanggung jawab US Dikdas di Kota Kupang, Robby Ndun saat dikonfirmasi terkait persoalan ini, mengaku telah mendengar laporan dari beberapa sekolah. Untuk menelusuri kebenaran informasi tersebut, dia telah mengarahkan Kepala Seksi Kurikulum bersama staf di Posko US untuk mengecek langsung ke sekolah-sekolah.

“Sesuai UU 23 tahun 2014, pengelolaan Dikdas menjadi kewenangan kabupaten/kota. Jadi bisa dipastikan semua sekolah mengalami hal yang sama, karena soal US disusun oleh tim yang sama dan soalnya dicetak di percetakan yang sama pula,” kata Robby yang juga menjabat sebagai Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar, Dinas Pendidikan Kota Kupang.

Menurut Robby, letak kesalahan dalam persoalan ini kemungkinan besar ada pada percetakan. Sebab tim penyusun soal mengaku ada perbedaan antara soal yang disusun dengan soal yang diberikan ke siswa saat ujian. “Setelah saya cek di bagian tim penyusun soal, mereka bilang soal yang diberikan ke siswa itu bukan soal yang mereka susun. Berarti salahnya di percetakan. Bisa jadi ada campur dengan soal lain,” katanya.

Robby menambahkan, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan pihak percetakan setelah mendapat laporan dari sekolah-sekolah. Dan apabila kesalahan tersebut benar-benar dilakukan pihak percetakan, maka pihaknya akan melakukan komplain. “Sekarang kita masih pastikan siapa yang salah. Supaya ada dasar ketika kita komplain ke percetakan,” tandasnya.

Setelah memastikan ada yang salah dengan kunci jawaban, lanjut Robby, pihaknya akan membuat kebijakan yang tidak merugikan peserta didik. Kebijakan yang dimaksud adalah dengan melakukan ujian ulang/ujian susulan khusus untuk mata pelajaran Matematika. Sebab 12 soal tersebut tidak bisa dianggap tidak ada atau sebaliknya menjadi ‘bonus’ bagi peserta UN (12 jawaban dinyatakan benar).

“Kita tidak mau korbankan siswa. Sebaliknya tidak ada bonus bagi siswa. Pemberian bonus sama halnya dengan melanggar aturan. Jadi sebaiknya dibuat ujian susulan,” ungkapnya. (r2/ito)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!