Oebelo Jadi Lokasi Baru Bandara – TIMOREXPRESS.COM

TIMOREXPRESS.COM

RAGAM

Oebelo Jadi Lokasi Baru Bandara

 Juga Disiapkan Jadi New City

KUPANG, TIMEX-Rencana pembangunan Bandara Baru di Kupang terus digenjot. Pemprov NTT kini telah menyelesaikan Feasibility Study (FS). Hasilnya, Oebelo di Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang menjadi lokasi yang tepat dari dua tempat lainnya di Kupang Barat maupun lokasi lain di kecamatan Kupang Timur.

Kepala Dinas Perhubungan NTT, Richard Djami saat ditemui di Gedung DPRD NTT, Selasa (16/5), mengemukakan, bandara baru pengganti Bandara El Tari sudah selesai dilakukan FS dan tempat yang direkomendasikan yakni Oebelo. Dengan selesainya FS, pihaknya akan terus berupaya untuk menyelesaikan sejumlah studi lain. Hal ini penting, untuk menindaklanjuti hasil FS yang menempatkan Oebelo sebagai lokasi bandara yang cocok. “Oebelo dipilih karena lebih layak dalam berbagai sisi dibanding dua tempat lainnya. Salah satunya ya…luas wilayah,” papar Richard.

Dikemukakan, berdasarkan FS, lahan yang dibutuhkan untuk pembangunan bandara baru seluas 500 hektare. Jika luasnya lebih akan lebih bagus. Pasalnya, pembangunan bandara baru akan terkoneksi dengan pusat perbelanjaan, rumah sakit dan fasilitas umum lainnya. “Jadi bandara modern itu harus terkoneksi dengan fasilitas umum. Dia akan jadi new city,” paparnya.

Dengan selesainya FS, jelas Richard, pihaknya akan melanjutkan dengan pembuatan master plan. Master plan dibuat untuk mengetahui kebutuhan darat dan kebutuhan udara. Jika master plan sudah, maka akan dilanjutkan kajian Amdal kemudian studi detail. Sambil menunggu pembuatan master plan, pihaknya mulai melakukan upaya pembebasan lahan di kawasan Oebelo. Pihaknya dengan BPN Provinsi NTT dan Kabupaten Kupang mulai menghitung luas lahan yang dibutuhkan sesuai dengan FS. “Kita lagi utamakan pembebasan lahan, sambil menunggu master plan. Dibutuhkan minimal 500 hektare lahan. Karena di sana ada rencana pengembangan New city yang terkoneksi,” katanya.

Menyoal anggaran untuk ganti rugi lahan, Richard mengatakan, hingga kini belum dihitung anggarannya. Nanti setelah terdata semua baru diketahui anggaran. Saat ini pihaknya hanya mendata para pemilik lahan yang ada. Mana lahan tidur atau telantar, lahan yang diolah maupun lainnya. “Makin cepat makin lebih bagus untuk pembebasan lahan,” terang dia.

Terkait pembebasan lahan, imbuhnya, dipastikan mahal sebab luas tanah yang dibutuhkan sangatlah banyak. Walau demikian dipastikan hal itu akan dilakukan pemerintah. Untuk pembebasan lahan pihaknya akan mengikuti aturan yang ada, misalnya sesuai dengan nilai jual obyek pajak (NJOP), harga pasar maupun harga kesepakatan. “Kita akan lihat opsi mana yang diambil dalam pembebasan lahan,” bilang dia.

Dicecar koran ini terkait dengan besaran anggaran pembangunan bandara dan kapan dimulai pembangunannya, dia mengemukakan hingga kini belum bisa ditentukan waktu pembangunan, sebab masih beberapa studi yang wajib dilakukan. Pembangunan belum bisa dimulai pada satu atau dua tahun mendatang, sebab semua masih melalui berbagai tahapan dan pendanaan.

Soal anggaran, pihaknya masih cari sumber pendanaan, karena APBD NTT 50 tahun belum bisa dibangun bandara baru itu. Namun besarannya akan terlihat dalam studi detail.
Kemenhub, jelasnya, membuka peluang kepada pihak swasta untuk membangun. Dan sesuai dengan pengamatan yang ada, sejumlah investor mau berinvestasi. Hanya saja investor ingin lahan dan keamanan jelas terjamin. “Kalau lahan dan keamanan terjamin, investor mau,” tandasnya. (lok/ito)

Click to comment

Most Popular

To Top