Jangan Ragukan Kapabilitas Laka Lena – TIMOREXPRESS.COM

TIMOREXPRESS.COM

POLITIK

Jangan Ragukan Kapabilitas Laka Lena

Sayembara ‘Ayo Bangun NTT’ di Lembata, Adonara dan Ende

ENDE, TIMEX-Yayasan Tunas Muda Indonesia (YTMI) pimpinan Emanuel Melkiades Laka Lena kembali melakukan dialog dan sayembara ‘Ayo Bangun NTT’ di tiga daerah, yakni Lembata (Senin, 15/5), Adonara-Flores Timur (Selasa, 16/5), dan Ende pada Rabu (17/5). Di tiga daerah ini –sama seperti beberapa wilayah lainnya yang sudah didatangi– Melkiades Laka Lena mendapat sambutan luar biasa masyarakat setempat.

Di Kabupaten Ende misalnya, saat dialog ‘Ayo Bangun NTT’ di aula gereja st. Yosef Freinadametz Mautapaga, Rabu (17/5), Bupati Ende, Marselinus Y. W. Petu yang hadir memberi apresiasi positif atas dialog dan sayembara yang digagas Melki Laka Lena ini.

“Saya menyampaikan proficiat setinggi-tinggi kepada YTMI pimpinan Pak Melki Laka Lena yang juga putra daerah Ende. Soal kemampuan dan kapabilitas Pak Melki tidak perlu diragukan. Sebagai orang muda, Pak Melki telah membuktikan,” ungkap Marsel Petu. Untuk itu, Marsel Petu mengajak semua pihak untuk membangun NTT dimulai dari Ende dan menghilangkan sekat-sekat atau suku, asal wilayah, dan agama.

“Marilah kita memulai dari Ende untuk NTT. ‘Ayo Bangun NTT’ adalah spirit dan ajakan perubahan untuk bangun NTT,” katanya.
Untuk membangun NTT, lanjut Marsel, perlu membaca peta dan membaca lebih mendalam apa itu NTT. Apakah masih ada sekat-sekat seperti suku, pulau dan agama? “Dan Kita patut bersyukur karena untuk membangun NTT dengan menghilangkan sekat-sekat teryata telah digagas dan dimulai oleh YTMI melalui Pak Melki Laka Lena,” jelasnya Marsel dalam forum dialog yang juga dihadiri Ketua DPRD Ende, Heri Wadhi, Ketua Yayasan Universitas Flores (UNFLOR), Lori Gadidjou serta undangan lainnya.

Dikatakan, dialog dan sayembara ‘Ayo Bangun NTT’ yang digagas Melki Laka Lena ibarat menaiki puncak tertinggi di NTT lalu memandang bumi Flobamora dari atasnya dengan segala persoalan pembangunannya.

Sementara itu, Ketua Yayasan UNFLOR, Lori Gadi Djou menyoroti tentang masalah pendidikan. “Berbicara pendidikan yang bermutu, ada empat poin penting yang harus diperhatikan yaitu input, proses, output, dan outcome. Jika empat hal ini diperhatikan oleh semua pelaku pendidikan, saya yakin pendidikan di NTT akan maju,” tandas Lori.
Di Lewoleba, Lembata, kehadiran Melki Laka Lena mendapat sambutan meriah para Ojek dan becak motor (Bentor). Melki diarak hingga lokasi dialog di Hotel Palm Indah. Didampingi Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Lembata, Petrus Bala Wukak, politisi muda ini mendapat sambutan warga yang berdiri di pinggir jalan, bahkan diterima dengan ritual adat Baulolong dan tarian perang Lamaholot atau yang lasim disebut hedung.

“Kami senang Bapa (Melki Laka Lena, Red) bisa datang melihat kami di pasar Pada ini. Kami berharap Bapa bisa melihat kami kalau sudah menjadi gubernur NTT. Kami sudah dengar Bapa maju jadi Cagub dan kami dukung,” kata Ny. Sri, salah satu pedagang saat menyalami Melki.

Saat dialog, YTMI mendaulat Maria Claritha Batce Randa, siswa kelas 6 SDK 1 St. Tarsisius Lewoleba untuk membuka acara itu. Claritha merupakan penulis cerita sejak kelas 3 SD. Ia sudah menghasilkan 42 puisi dan 6 cerita. 42 puisi dan 6 cerita tersebut sudah dibukukan dan direncanakan akan di launching pada 4 Juni 2017.

Saat dialog, persoalan yang paling mendapat sorotan adalah soal pariwisata. Frans Krowin, salah satu jurnalis dalam dialog tersebut mengungkapkan, potensi pariwisata Lembata sangat besar namun belum dimaksimalkan karena hanya sibuk urus konflik.

“Saya melihat Lembata sangat indah. Lembata ini akan maju sekali, tetapi selama ini bergerak menuju ke sana belum ada. Pariwisata bukan hanya di laut, tapi di darat, seperti budaya. dan perlu di perkenalkan secara terus menerus. Lembata ini punya semuanya, kita mulai dari apa adanya dulu. Lembata kedepannya harus menjadi daerah tujuan pariwisata,” jelas Krowin.

Frans Gewura, Mantan Camat Nubatukan mengatakan untuk membangun pariwisata maka perlu kerjasama dari semua pihak.
“Kalau kita tetap kan pariwisata menjadi liding sektor, bukan berarti hanya dinas pariwisata saja yang mempromosikan. Kalau semua pihak bergerak bersama maka saya pikir akan berjalan baik. Kunci utamanya adalah mempersiapkan SDM,” ujar Frans Gewura.

Piter Bala Wukak, Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Lembata mengungkapkan jika berbicara soal pariwisata maka harus kembali ke dunia pendidikan.
“Ada gejolak yang agak mundur, budaya gotong royong itu hilang. Gotong royong membangun pendidikan untuk menciptakan lapangan kerja. Kita juga masih kurang memiliki lapangan pekerjaan. Dan berbicara tentang pariwisata di Lamalera, siapa yang mengorganisir supaya wisatawan bisa ke Lamalera. Masih ada banyak hal yang masih harus kita lihat. Saya ajak orang-orang muda, mari kita saling menopang untuk membangun wisata,” ungkapnya.

Ketua YTMI, Melki Laka Lena mengatakan, bicara wisata, NTT sudah saatnya menjadi masa depan pariwisata nasional.
“Bicara pariwisata, Bali itu masa lalu, NTB itu masa kini dan NTT masa depan. NTT sekarang sudah memiliki berbagai potensi pariwisata yang sudah mendunia seperti Komodo, Pasola, Penangkapan Ikan Paus dan masih banyak lagi. Saya yakin kalau kita bahu membahu membangun pariwisata di NTT, maka target NTT menjadi destinasi utama wisatawan mancanegara maupun domestik dapat tercapai,“ ujar Melki.
Dari Lembata, Melki berpindah ke Adonara.

Camat Adonara Timur, Eduardus Fernandes yang membuka dialog itu di aula SMPK Phaladya Waiwerang, menegaskan, sayembara ”Ayo Bangun NTT” merupakan terobosan baru bagi orang muda untuk membangun NTT yang lebih baik.

Menurutnya, Laka Lena orang muda yang potensial dan sangat berpengaruh di tingkat nasional bahkan memiliki banyak pengalaman dan ide serta gagasan membangun NTT.
Budayawan Adonara, Linus Goran mengatakan, kreasi Laka Lena merespon soal kebangsaan dengan mengajak paduan suara menyanyikan lagu lagu kebangsaan sangat tepat. Iringan lagu kebangsaan mengajak semua pihak untuk tetap menjaga keutuhan NKRI, Pancasila dan mencintai NTT dan Flores Timur melalui lagu. Upaya ini membuat masyarakat tetap bersatu untuk bersama memajukan daerahnya.

Dari safari politik di daerah-daerah ini, Melki Laka Lena mengaku menemukan banyak orang baik. Banyak tokoh yang jadi inspirasi masyarakat di daerah terabaikan. ”Saya senang bisa bertemu dan berdialog tentang berbagai bentuk pembangunan harapan bersama. Ini kehormatan bagi saya untuk mendapatkan ide dan gagasan brilian bagi kepentingan masyarakat NTT,” katanya.

Dikatakan, Adonara memiliki potensi luar biasa, baik SDA maupun SDM dan dia yakin banyak ide dan gagasan keluar dari sini untuk pembangunan NTT. “Saya mohon doa restu masyarakat dan leluhur Lewotana Adonara agar bisa lolos dalam survei dan bisa mengabdikan diri di NTT tercinta ini,” kata Laka Lena. (tim YTMI/*/aln)

Click to comment

Most Popular

To Top