Rusunawa Unwira Kupang Telan Rp 12 M – TIMOREXPRESS.COM

TIMOREXPRESS.COM

EKONOMI BISNIS

Rusunawa Unwira Kupang Telan Rp 12 M

BATU PERTAMA.Dirjen Penyediaan Rumah, Ketua Komisi V DPR RI dan Gubernur NTT melakukan peletakan batu pertama pembangunan Rusunawa Unwira Kupang, Rabu (17/5) di Kampus Unwira Penfui.

FERDY TALOK/TIMEX

KUPANG, TIMEX-Direktorat Penyediaan Perumahan, Kemen-PUPR pada tahun ini merealisasikan pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) untuk Universitas Katolik Widya Mandiri (Unwira) Kupang. Hal ini ditandai dengan ground breaking atau peletakan batu pertama, Rabu (17/5) kemarin di kawasan kampus Unwira Penfui. Pembangunan Rusunawa berlantai tiga itu, menelan anggaran sebesar Rp 12 miliar.

Dirjen Penyediaan Perumahan KemenPUPR Syarif Burhanudin, dalam sambutannya mengemukakan, proyek ini pelelangan dini, dimana kontrak sudah berjalan, sebelum tahun anggaran berjalan. Pembangunan Rusunawa ini baru terealisasi, setelah tiga tahun pengusulan. “Kita bersyukur karena tahun ini bisa teralisasi,” bilangnya.

Dikatakan, selama ini direktorat-nya, baru membangun 55 rusunawa untuk mahasiswa di Perguruan Tinggi, termasuk Unwira Kupang. Dalam setahun, hanya dibangun lima hingga enam rusunawa. “Ini murni bantuan dari Kemen-PUPR,” sebutnya.

Pembangunan ini, terealisir berkat dorongan dari Ketua Komisi V DPR RI, Fary Dj. Francis. “Mari kita berterimakasih kepada Pak Fary, yang terus mengawal usulan ini hingga masuk dalam APBN,” papar dia.

Disebutkan, bantuan ini bentuk efford untuk dikembangkan ke depan. Diharapkan, pada tahun-tahun mendatang, Unwira kembali membangun lagi rusunawa dari hasil sewa. Pendapatan sewa per tahun bisa untuk maintenance, maupun untuk membangun rusunawa baru secara mandiri. Untuk pembangunan rusunawa tahun ini, tidak saja gedung, namun sudah termasuk meubeler, listrik dan air. “Karena itu, silakan digunakan setelah pembangunan selesai. Kami berharap semua fasilitas bisa dijaga dengan baik. Untuk menentukan siapa yang menempati rusunawa, itu merupakan kebijakan rektor. Namun pastinya, harus melihat mahasiswa miskin, mahasiswa berprestasi maupun lainnya. Silakan ditentukan standarnya,” bilang Syarif.

Ketua Komisi V, Fary Francis dalam sambutannya mengaku selalu mengawal anggaran untuk pembangunan rusunawa Unwira ini. Sejak diusulkan proposal oleh Pater Rektor Unwira, dirinya selalu menanyakan kepada dirjen. Namun akhirnya semua baru berhasil di tahun anggaran 2017. “Saya selalu tanya, mana anggaran Rusunama Urwira kepada dirjen. Tahun anggaran ini sudah ada dan dibangun. Kita berterimakasih kepada Dirjen,” bilangnya disambut aplaus para hadirin.

Pihaknya mulai melakukan pengawasan. Mahasiswa Teknik Unwira boleh melakukan mengawasan dan silakan laporkan kepada dirinya bila ada kekurangan. “Bisikan ke saya kalau ada kekurangan,” tandasnya.

Pada kesempatan itu, dia meminta ouput rusunawa Unwira, bisa memiliki ciri khusus ke depan, baik disiplin, tertib dan lainnya. Karena itu, perlu pembinaan secara khusus kepada mahasiswa. Minimal ouput rusunawa Unwira bisa bersaing di dunia kerja.

Selama ini papar dia, telah dibangun tiga rusunawa untuk perguruan tinggi di NTT, masing-masing Universitas Muhhamadyah Kupang (UMK), Universitas Kristen Artha Wacana Kupang dan Unwira. “Tapi Unwira yang paling lengkap dibanding di Unkris dan UMK. Rusunawa Unwira langsung lengkap dengan semua fasilitas. Di dua univertas yang ada, meubeler, listrik dan air dipasang sendiri. Jadi Unwira boleh berbangga,” tutupnya.

Pada bagian yang sama, Gubernur NTT, Frans Lebu Raya mengaku senang dengan perhatian pempus yang meningkat dari tahun ke tahun. Sesuai program presiden, dibangun tujuh bendungan, dimana tiganya sedang dikerjakan dan empat lainnya baru akan dibangun. Dia sudah usulkan tambahan tiga bendungan lagi menjadi 10 dalam rapat Presiden dengan pihaknya belum lama ini. Hari ini paparnya, Unwira Kupang kembali mendapat perhatian untuk pembangunan rusunawa. “Ini sangat luar biasa,” paparnya sembari menambahkan, masih banyak pembangunan yang dibutuhkan. Karena itu dibutuhkan perjuangan selanjutnya oleh Ketua Komisi V DPR RI, Fary Francis dan anggota Komisi V, Syahrulan.

Dia berharap rusunawa atau asrama ini dikelola dengan baik, dan tentunya membuat mahasiswa tertib dan disiplin termasuk wajib menyelesaikan studi. “Jangan karena sewanya murah, mahasiswa santai dan kuliah tidak habis. Ini jadi perhatian Rektor Unwira,” tukasnya.

Suhartini, Kasatker Penyediaan Rumah Provinsi NTT dalam laporannya menjelaskan, rusunawa ini dibangun untuk meningkatkan pendidikan di NTT. Peningkatan pendidikan, maka perlu disiapkan hunian mahasiswa yang laik, dalam mendukung proses studi. Untuk tahun ini, NTT mendapat tiga rusunawa, yakni Seminari di Labuan Bajo dan Rusunawa Wali Songo Ende dan Unwira. Hunian berbentuk asrama ini khusus mahasiswa dan mahasiswi. pembangunan rumah susun APBN murni Rp 12.153.629 miliar. Ukuran 30×80 meter dengan daya tampung 148 mahasiswa.

Dia mengemukakan, sebenarnya proyek tersebut telah dikerjakan oleh kontraktor, dan kini progresnya telah mencapai 30 persen. Namun karena sejumlah hal, peletakan batu pertama baru dilaksanakan.(lok/cel)

Click to comment

Most Popular

To Top