Tak Ada Ujian Ulang Matematika – Timor Express

Timor Express

PENDIDIKAN

Tak Ada Ujian Ulang Matematika

 Diduga Kesalahan Pengetikan Simbol

KUPANG, TIMEX–Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Kupang menindaklanjuti laporan dari seluruh sekolah terkait persoalan pada hari kedua pelaksanaan Ujian Sekolah (US) di tingkat SD/MI. Tidak ada ujian ulang untuk 12 soal Matematika yang tidak memiliki jawaban yang benar itu.

Kepada Timor Express, Rabu (17/5), Plt. Kepala Dispendik Kota Kupang, Filmon Lulupoy mengaku telah melakukan rapat koordinasi dengan guru dan kepala sekolah serta tim penyusun soal. Selain itu, mereka tetap membentuk tim untuk mencari tahu penyebab kesalahan. Sebab terkait dengan naskah US/UN, ada struktur kerja yang terbentuk mulai dari pembahasan materi, penyusunan, pengeditan, pengetikan, penyortiran, sampai pada pencetakan dan distribusi soal. “Nah, kita mesti cari tahu kesalahannya ada pada level mana,” ujar Filmon saat diwawancara di SDI Bertingkat Kelapa Lima I yang menjadi Posko UN.

Filmon menambahkan, pihaknya juga tidak serta-merta mempersalahkan percetakan atas kejadian ini. Kuat dugaan, urai Filmon, kesalahan yang ada diakibatkan dari pengetikan tanda atau simbol yang tidak jelas. Akibatnya, naskah menjadi kabur. “Contohnya tanda tambah (+) yang mungkin karena kesalahan ketik berubah menjadi tanda kali (x). Bahkan ada soal yang di dalamnya ada angka 14 yang berdekatan dengan tanda tutup kurung (]), sehingga modelnya jadi seperti angka 44,” terangnya.

Kendati masih ditelusuri kesalahannya, Filmon tegaskan, Dispendik bertanggungjawab penuh atas semua persoalan yang ada. Sebagai bentuk tanggung jawab, pihaknya telah mencari solusi yang pada prinsipnya tidak akan merugikan peserta didik. “Kepada masyarakat, khususnya orangtua siswa, jangan kuatir. Pada prinsipnya anak-anak tidak dikorbankan,” kata Filmon.

Filmon menjelaskan, solusi dari persoalan ini bukan dengan melakukan ujian ulang. Sebab ujian ulang pasti membutuhkan biaya dan waktu. Tetapi pihaknya sudah menentukan rumus yang akan dipakai untuk menghitung nilai siswa. “Tidak ada ujian ulang. Kita menghargai hasil kerja anak dan sudah ada rumus untuk menghitung nilainya,” terang mantan Kepala SMA Negeri I Kupang ini.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Kupang, Theodora Ewalde Taek sependapat dengan solusi yang diambil Dispendik. Sejak awal dia tidak ingin dinas teknis memberlakukan ujian ulang sebagai solusi atas kesalahan dalam naskah US. Sebab ujian ulang akan berpengaruh pada psikologi dan kesiapan peserta didik. “Saya sudah berkoordinasi dengan dinas. Dan informasi dari penanggung jawab UN SD, Pak Robby Ndun, ujian ulang tidak jadi setelah mempertimbangkan banyak hal,” kata Walde, sapaan karib Theodora Ewalde Taek.

Politisi PKB ini menambahkan, ujian ulang sangat tidak efektif untuk dilakukan. Sebab selain berdampak pada kesiapan siswa untuk mengikuti ujian ulang, tentu ada biaya dan rangkaian kegiatan yang harus dikerjakan oleh pihak Dispendik ke depan. “Intinya keputusan yang diambil Dispendik tidak boleh merugikan anak atau sebaliknya memanjakan anak,” ungkapnya. (r2/i)to

Click to comment

Most Popular

To Top