Gubernur Perintah Bubarkan Investasi Bodong – TIMOREXPRESS.COM

TIMOREXPRESS.COM

EKONOMI BISNIS

Gubernur Perintah Bubarkan Investasi Bodong

PEMATERI.Abdul Kadir Razak saat memberikan penjelasan terkai investasi bodong dalam rapat yang berlangsung di Lantai III Hotel Aston Kupang, Kamis (18/5).

CARLENS BISING/TIMEX

OJK: Pola Hidup Konsumtif jadi Pemicu

KUPANG, TMIEX-Kepala Departemen Penyidikan Sektor Jasa Keuangan OJK, Abdul Kadir Razak menjelaskan, investasi bodong bisa tumbuh karena minimnya pengetahuan masyarakat sebagai salah satu penyebab. Namun salah satu penyebab utama berkembangnya investasi bodong adalah pola hidup konsumtif masyarakat.

“Tetangga beli mobil, dia mau beli mobil juga. Temannya beli rumah baru, dia mau beli juga. Nah, kalau terpaksa, pasti larinya ke investasi bodong. Tidak sedikit masyarakat yang tertipu, bahkan pegawai bank pun jadi korban,” kata Abdul Kadir Razak dalam rapat reguler dan upaya mencegah investasi bodong yang berlangsung di Lantai III Hotel Aston Kupang, Kamis (18/5).

Menurut Kadir, persoalan investasi bodong sudah menjadi perhatian bersama. Bahkan pemerintah telah mengambil langkah tegas terhadap para pelaku investasi bodong. Namun dia berharap, pencegahan harus dilakukan juga dari kalangan masyarakat melalui peningkatan pemahaman dan pengetahuan tentang lembaga keuangan.

Dalam kegiatan yang dihadiri Kepala Otoritas jasa Keuangan (OJK) NTT, Winter Marbun itu, peserta dijelaskan tentang ciri dan bentuk investasi bodong yang beraksi di seluruh Indonesia dan jumlahnya hampir 100 buah. Selain investasi bodong di bidang perbankan, Kadir menyebut ada pula investasi yang menyerupai koperasi. Namun karena pengawasan koperasi yang terputus antara pusat dan daerah, sehingga tidak sedikit koperasi yang dicurigai bodong. “Inilah alasan kami membentuk Satuan Tugas waspada investasi yang di dalamnya juga terdapa aparat hukum. Sekarang kita sudah punya 35 Satgas di seluruh Indonesia, termasuk di NTT,” sambung Kadir.

Gubernur NTT, Frans Lebu Raya pada kesempatan itu mengakui, para pelaku investasi bodong selalu memiliki strategi jitu dalam mempengeruhi korbannya. Sebagai gubernur, dia mengaku pernah nyaris menjadi korban investasi bodong yang menemuinya langsung di ruang kerja gubernur.

Dengan banyaknya kasus investasi bodong yang sudah membuat korban masyarakat, gubernur secara tegas mengatakan siap memberantas tindakan penipuan tersebut. Menurut dia, salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk memusnahkan perilaku investasi bodong adalah dengan membubarkan secara paksa.

“Kita sudah suru dia tutup tetapi kalau dia tidak mau, kita tutup saja secara paksa. Nanti kalau dia melawan secara hukum, kita siap hadapi,” kata gubernur yang menyebut sejumlah lembaga yang tidak sah namun masih beroperasi di NTT seperti Wein Grup yang di dalamnya juga terdapat sebuah koperasi,” papar gubernur.

Masih menurut dia, beberapa modus yang mereka pakai untuk menjerat konsumen adalah dengan cara membawa atau mencatut nama pejabat. Misalnya menunjukkan foto dirinya bersmaa pejabat atau kepala daerah setempat.(cel)

Click to comment

Most Popular

To Top