Korupsi Tinggi, Masalah Utama NTT – TIMOREXPRESS.COM

TIMOREXPRESS.COM

HUKUM

Korupsi Tinggi, Masalah Utama NTT

BERSAMA. Para peneliti Aeropagus Indonesia pose bersama usai rilis hasil survei di Kedai Kopi Lot 38, Jl. Cikini Raya No. 38 Menteng Jakarta, Selasa (16/5) malam. (Ki-Ka) Mus Jemarut (Manajer Advokasi), Redem Kono (Manajer Pemberdayaan), Harrys Mbon (Manajer Riset), Arien Mahayesa (Administrasi dan Keuangan), Nus Daso (Peneliti), Yanto Fulgenz (Direktur).

OBED GERIMU/TIMEX

Hasil Survei Aeropagus Indonesia

JAKARTA, TIMEX-Aeropagus Indonesia kembali merilis survei bertemakan “Mencari Pemimpin NTT Periode 2018-2023”. Rilis yang dihadiri sejumlah praktisi politik dan media itu berlangsung di Kedai Kopi Lot 38, Jl. Cikini Raya No. 38 Menteng Jakarta, Selasa (16/5) malam.

Direktur Lembaga Areopagus Indonesia, Yanto Fulgenz mengatakan, terdapat lima persoalan utama Provinsi NTT yang patut diperhatikan dan dibenahi oleh kandidat gubernur NTT periode 2018-2023. Yakni korupsi, pendidikan, kemiskinan, infrastruktur dan birokrasi.

Dan sesuai presentasenya, kata Yanto, korupsi menempati urutan pertama dengan 86 persen, disusul pendidikan 48 persen, kemiskinan 40 persen, infrastruktur 37 persen dan birokrasi 34 persen.

“Lima isu ini yang paling populer dalam survei kami. Warga NTT yang akan memilih kandidat gubernur NTT harus memilih sosok pemimpin yang diharapkan dapat menyelesaikan lima persoalan ini,” kata Yanto.

Aeropagus Indonesia, lanjut Yanto, mencatat responden netizen atau pengguna media sosial menilai persoalan utama NTT saat ini adalah korupsi.
Hal ini diketahui dari beberapa pernyataan netizen yang menarik dari survei Aeropagus Indonesia seperti mengurangi korupsi di NTT, mensterilkan birokrasi dari wabah korupsi, pemimpin yang anti korupsi dan berani melawan oknum korup yang mengakar di NTT dan tidak melakukan korupsi karena NTT miskin.

“Persoalan ini bisa dipahami karena menurut data ICW, NTT menempati peringkat keempat Indonesia terkait masalah korupsi,” kata Yanto.
“Selama tahun tersebut, ada 30 kasus korupsi dengan kerugian negara sebesar Rp 26,9 miliar. Pada semester satu tahun 2016, tercatat ada tujuh kasus dengan kerugian mencapai Rp 400 juta. PIAR NTT menyatakan 70 persen kasus korupsi di NTT didiamkan di penyelidikan,” lanjut dia.

Selain korupsi, lanjut Yanto, pendidikan, kemiskinan, infrastruktur dan birokrasi juga dinilai menjadi persoalan utama NTT.
Ia melanjutkan, Areopagus Indonesia adalah lembaga kajian kebijakan publik ataupun masyarakat berbasis rasionalitas dan penelitian ilmiah yang memiliki visi menjadi lembaga penelitian, advokasi, dan analisis kebijakan sosial-politik serta lembaga pemberdayaan masyarakat yang kredibel, akuntabel dan independen. “Kami tidak hanya melakukan survei atau hanya terbatas lembaga survei atau terbatas masalah NTT,” imbuh dia.

Areopagus Indonesia, lanjut Yanto, akan menyediakan kajian analisis sosial politik untuk menjadi bahan rekomendasi, membangun sistem aplikasi business process untuk pemerintahan dan aktor pembuat kebijakan lainnya.

“Kami mempunyai misi melakukan monitoring dan evaluasi kebijakan sosio-politik, dan melakukan monitoring opini publik secara berkala dengan menggunakan survey offline dan online,” terang Yanto.

Peneliti Areopagus Indonesia, Nus Daso menambahkan, infrastruktur di NTT perlu diperhatikan agar tidak terjadinya kesenjangan pembangunan di kota dan di desa.
“Seperti pendapat netizen, calon pemimpin NTT harus memiliki rancangan kebijakan yang visioner tentang membangun infrastruktur yang baik untuk ekonomi kerakyatan, pariwisata dan kesehatan,” sebut Nus.

Research Manager Areopagus Indonesia, Haris Mbon menyebutkan, survei dilakukan menggunakan metode non probability sampling, khususnya teknik sampling aksidental. “Sampel dalam survei yang dilakukan sejak 23 April-13 Mei ini berjumlah 436 responden,” kata Haris.

Desain survei menurut Haris adalah cross sectional study. Metode pengumpulan data adalah kuisioner disebarkan kepada netizen yang berasal dari NTT melalui media sosial. Kuisioner tidak hanya dibagikan kepada perorangan, tetapi juga group-group media sosial netizen warga NTT. (joo/fmc/ito)

Click to comment

Most Popular

To Top