Mikael Alhans Ditemukan Tewas di Jalan – Hacked by TryDee

Hacked by TryDee

KRIMINAL

Mikael Alhans Ditemukan Tewas di Jalan

TAK BERNYAWA. Mikael Louis Alhans, warga perumahan PT Lopo Indah Permai Blok M, Nomor 49, RT 15/RW 05, Kelurahan Kolhua, Kecamatan Maulafa sementara tergeletak di badan jalan dengan posisi telungkup dan tak bernyawa Jumat subuh kemarin (19/5).

IST

Dengan Posisi Tidur Telungkup dan Wajah Memar

KUPANG, TIMEX- Jumat (19/5) sekira pukul 02.00 dini hari warga perumahan PT Lopo Indah Permai, persisnya di Blok M wilayah RT 15/RW 05 Kelurahan Kolhua, Kecamatan Maulafa dibuat geger dengan penemuan sesosok jasad laki-laki yang tidur telungkup di badan jalan. Jasad pria tersebut diketahui bernama Mikael Louis Alhans, 54, warga perumahan PT Lopo Indah Permai Blok M, Nomor 49, RT 15/RW 05, Kelurahan Kolhua, Kecamatan Maulafa. Ketika ditemukan jasad pria itu dalam kondisi tak bernyawa, dengan tangan kanan sementara memegang sebilah pisau. Hanya saja, keluarga merasa janggal dengan kematian korban karena pada wajah korban terdapat memar seperti pelipis sebelah kiri korban luka dan keluar darah termasuk pada mulut korban.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun Timor Express dari sejumlah saksi menegaskan sebelum meninggal dunia, korban sempat keluar dari rumahnya dan jalan-jalan sambil memegang pisau. Namun saat ditemukan beberapa orang saksi, korban ternyata sudah meninggal dunia. Kapolres Kupang Kota, AKBP Anthon Christanto Nugroho yang dikonfirmasi Timor Express melalui Kasat Reskrim, AKP lalu Musti Ali Lee membenarkan adanya penemuan sesosok jasad laki-laki atas nama Mikael Louis Alhans. Jasad warga perumahan PT Lopo Indah Permai Blok M Nomor 49 RT 15/RW 05, Kelurahan Kolhua, Kecamatan Maulafa itu pertama kali ditemukan oleh dua orang pemuda masing-masing Julian Chris Manuain dan Andi Benu ketika akan pergi beli minuman keras (miras).

Awalnya, kedua saksi ini melihat jasad korban tergeletak di badan jalan dikira ternak anjing. Merasa penasaran, maka kedua saksi ini lalu pergi memberitahu lagi teman-temannya yang lain yakni Ruli Kapilawi, Yermi Simantoro dan Angelbert Mboe. Mereka lalu memastikan informasi tersebut dan ternyata jasad korban. Selanjutnya, informasi penemuan jasad itu dilaporkan ke aparat Polsek Maulafa.

Dikatakan Lalu Musti, sesuai pengakuan saksi Ruli Kapilawi, sekira pukul 23.00 dirinya keluar dari rumah dan hendak menemui saksi Yermi Simantoro. Saat tiba di rumah saksi Yermi Simantoro ternyata sejumlah saksi masing-masing Julian Chris Manuain dan Andi Benu, Yermi Simantoro dan Angelbert Mboe sementara mengonsumsi miras. Saat itu saksi Ruli Kapilawi lalu ikut bergabung menikmati miras.

“Ketika para saksi sementara mengonsumsi miras, sekira pukul 02.00 saksi Julian Chris Manuain dan Andi Benu berniat mencari tambahan miras karena miras mereka habis. Keduanya berboncengan pakai sepeda motor merk Honda Beat warna hitam hendak membeli miras di Tofa, Jalan Amabi, Kelurahan Maulafa. Baru saja bergerak sekira dua menit, kedua saksi kembali ke rekan-rekannya dan memberitahukan bahwa mereka melihat sesuatu mirip anjing yang tergeletak di badan jalan,” ungkap Kasat Reskrim.

Atas informasi itu maka para saksi lalu mendatangi TKP. Setelah dipastikan ternyata bukan binatang melainkan jasad korban, maka para saksi lalu mengadukan kasus itu ke Mapolsek Maulafa. “Saksi Yermi Simantoro mengenali jasad korban. Karena tak bergerak, maka para saksi lalu melapor ke Polsek Maulafa,” jelas Lalu Musti. Masih menurut Kasat Reskrim, saksi Julian Chris Manuain mengaku sekitar pukul 24.00 ia hendak pergi melayat salah seorang kerabatnya yang meninggal dunia di seputaran Pasar Oebobo. Tapi karena melihat saksi lainnya sementara menikmati miras, maka Julian Chris Manuain lalu batal pergi melayat.

Tapi, saksi Julian Chris Manuain sempat melihat korban keluar dari dalam rumahnya sambil memegang pisau. “Saksi Julian Chris Manuain sempat mengatakan ‘Irfan pung bapa mau kemana, jalan pegang barang tajam?’. Namun, pengakuan korban tak digubris saksi lainnya,” ungkapnya.

Untuk diketahui, jarak antara TKP dan rumah dimana para saksi menikmati miras hanya sekira 50 meter. Namun, kata Lalu Musti, para saksi mengaku tidak mendengar adanya suara keributan di sekitar TKP sebelum korban meninggal dunia. “Memang, korban ditemukan dengan kondisi sudah meninggal dunia dan posisi tidur telungkup di badan jalan. Pada tangan kanan korban terdapat sebilah pisau. Pelipis sebelah kiri korban terdapat luka dan mengeluarkan darah. Pada mulut korban juga keluar darah. Korban saat meninggal mengenakan celana pendek jeans warna biru dan baju kemeja bergaris warna hitam kuning,” ungkapnya.

Jasad korban langsung dievakuasi ke rumah sakit untuk proses visum et repertum. “Saat ini, kita masih terus mengumpulkan keterangan dari para saksi. Sementara hasil visum et repertum juga belum kita terima. Untuk mengungkap sebab kematian korban tentunya kita menunggu hasil visum et repertum,” tutup Kasat Reskrim.(gat)

Click to comment

Most Popular

To Top