163 Nelayan Terima Asuransi – TIMOREXPRESS.COM

TIMOREXPRESS.COM

RAGAM

163 Nelayan Terima Asuransi

TERJAMIN. Wali Kota Kupang Jonas Salean saat menandatangani prasasti program IFAD di Kelurahan NBD, Jumat (19/5).

TOMMY AQUINODA/TIMEX

NUNBAUN DELHA, TIMEX – Program asuransi bagi nelayan yang digalakan pemerintah pusat melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) akhirnya dilaunching di Kota Kupang. Program ini dilaunching oleh Walikota Kupang, Jonas Salean bersamaan dengan kegiatan pembagian kartu nelayan dan peresmian ekowisata kawasan terpadu nelayan di Kelurahan Nunbaun Delha (NBD), Jumat (19/5).

Dalam laporannya, pelaksana harian Kepala Dinas Perikanan Kota Kupang, Djama Mila Meha, mengatakan, program bantuan premi asuransi nelayan merupakan salah satu program prioritas KKP. Pasalnya, profesi nelayan memiliki risiko yang cukup tinggi, yang dapat mengancam keselamatan. Demikian halnya dengan pemberian kartu nelayan, yang merupakan wujud penghargaan pemerintah melalui KKP terhadap profesi nelayan. Sehingga di kemudian hari, hanya pemegang kartu nelayan yang boleh menangkap ikan di laut secara sah. “Bantuan premi asuransi dan pemberian kartu nelayan bertujuan untuk menjamin kegiatan nelayan dalam kegiatan penangkapan ikan,” sebut Mila Meha.

Asisten II Setda Kota Kupang ini menyebutkan, nelayan tangkap di Kota Kupang berjumlah 5.459 orang. Untuk tahap pertama, penerima bantuan asuransi nelayan berjumlah 163 orang. Sedangkan kartu nelayan sudah terdistribusi sebanyak 1.394 kartu. “Proses cetak kartu nelayan belum maksimal, karena Dinas Perikanan belum memiliki mesin cetak kartu. Oleh karena itu, kami akan usulkan pengadaan mesin cetak kartu nelayan di perubahan anggaran tahun 2017,” katanya.

Selanjutnya, Wali Kota Kupang, Jonas Salean dalam sambutannya, mengatakan, pemberian asuransi nelayan merupakan program KKP bekerja sama dengan Asuransi Jasindo. Manfaatnya termuat jelas pada belakang kartu asuransi. “Di situ ditulis, kalau mati karena kecelaakan saat melaut, ahli warisnya mendapat santunan sebesar Rp 200 juta. Kalau cacat tetap, dapat Rp 100 juta. Sedangkan untuk pengobatan, dapat Rp 20 juta,” sebutnya.

Jonas menyebutkan, program asuransi nelayan memiliki keistimewaan tersendiri. Sebab para nelayan tidak diwajibkan untuk membayar iuran kepada Jasindo. Oleh karena itu, Pemkot akan berupaya agar semua nelayan di Kota Kupang mendapatkan asuransi.

Soal kartu nelayan, Jonas katakan, kartu nelayan itu adalah KTP-nya para nelayan. Sesuai keingingan Menteri KKP, seluruh nelayan harus di Indonesia harus memiliki kartu nelayan. Sebab, di waktu yang akan datang, izin melaut hanya diberikan kepada nelayan yang memiliki kartu nelayan. “Sekarang baru seribu lebih nelayan yang dapat asuransi. Saya harap, empat ribu lebih yang belum dapat diupayakan secara bertahap agar semuanya dapat,” katanya.

Jona juga berterimakasih kepada konsultan IFAD, James Adam. Sebab kawasan terpadu nelayan di Kelurahan NBD tersebut terealisasi berkat program IFAD. “Program IFAD akan berakhir tahun ini. Tapi kita tetap berharap agar program IFAD bisa dilanjutkan, karena nelayan masih membutuhkan sarana prasarana yang baik dari tahun ke tahun,” katanya.
Kepada nelayan di Kota Kupang, Jonas meminta maaf jika selama kepemimpinannya, masih ada yang kurang, oleh karena keterbatasan aggaran. Kendati demikian, selama lima tahun, Pemkot telah berupaya memberikan sedikit perhatian kepada nelayan. Termasuk pelatihan-pelatihan kepada nelayan. “Saya mohon maaf karena belum bisa memberikan yang terbaik bagi keluarga nelayan selama lima tahun ini. Tetapi minimal kita sudah buat sesuatu yang bisa dijadikan sebagai kenang-kenangan,” ungkapnya. (r2/sam)

Click to comment

Most Popular

To Top