Jepang dan Indonesia Bersaing di AS – Timor Express

Timor Express

SPORTIVO

Jepang dan Indonesia Bersaing di AS

BERI ARAHAN. Sensei Jumhana mengawasi langsung jalannya latihan para kenshi NTT di Aula KONI, untuk membenahi tehnik para kenshi, Jumat (19/5) kemarin.

RUDY MANDALLING/TIMEX

Kejuaraan Dunia Taikai Shorinji Kempo di AS 2017

KUPANG,TIMEX – Dalam kejuaraan Dunia taikai Shorinji Kempo di AS nanti, persaingan diprediksi akan terjadi antara Jepang dan Indonesia sebagai dua kekuatan Kempo dunia saat ini.

Sensei Jumhana dari Komisi tehnik Dewan Guru PB Perkemi mengungkapkan hal tersebut kepada koran ini, ketika ditemui usai mengembleng para kenshi NTT di Aula serbaguna KONI NTT, Jumat (19/5) kemarin, menanggapi pertanyaan koran ini terkait peluang Indonesia di Kejuaraan dunia Taikai Shorinji Kempo di AS nanti.

Sensei Jumhana menyebutkan bahwa peluang Indonesia meraih prestasi cukup bagus, karena kekuatan dunia Kempo hanya Jepang dan (indonesia).
“Sekarang hanya kita melawan Jepang saja, sanggup ngak,? tanyanya.

Dipaparkannya, dirinya kurang begitu mengerti perkembangan negara lain.
“Tetapi yang saya tahu, Rusia sama prancis juga bagus. Spanyol juga bagus dan Portugal serta Amerika sendiri seagai tuan rumah, karena mereka dilatih orang-orang Jepang,” bebernya.

“Inggris Dilatih orang Jepang, Prancs dilatih orang Jepang, dan hanya Indonesia yang dilatih oleh Indonesia,” ungkapnya.
Terkait kondisi para kenhsi NTT, Sensei Jumhana yang di datangkan pengprov Perkemi NTT untuk membenahi tehnik para kenshi NTT yang dipersiapkan menunju Kejuaraan Dunia Taikai di AS, mengungkapkan bahwa penguasaan tehnik para kenshi memang harus di perbaiki, karena yang dihadapi bukan lagi level provinsi, tetapi negara. Terutama Jepang.
“Jepang sendiri sekarang-sekarang ini sudah bersiap-siap. karena dulu kita cuma kalah satu nomor dalam Kejuaraan Taikai,” ungkanya.

“Saya ingat dari 9 nomor, lima mereka dapat, empatnya kita (Indonesia), pada Taikai kemarin, tahun berapa itu, lupa saya. 2016 kalau tidak salah. Dan mereka sekarang bersiap-siap menghadapi kita,” jelasnya.

Karena para kenshi tersebut di persiapkan menghadapi kejuaraan Dunia Taikai di AS dan melawan kenshi dari negara lain, sehingga menurut sensei Jumhana penampilannya tentunya harus berbeda.
“Emang cara saya melatih seperti itu dan beda sama pelatih-pelatih lain. Namun satu kali aja, mereka sudah berubah. Dan kita akan usahakan aja,” katanya menyinggung proses latihan yang diberikannya kepada para kenhsi NTT di Aula KONI.

Ditanyakan apa saja kekurangan yang terlihat dari pada kenshi, Sensei Jumhana memastikan bahwa Yang dirasakan kurang adalah penguasaan tehnik tehnik yang dinilainya masih banyak kekurangannya.
“Di kempo yang dinilai dalam embu 60 persen adalah tehnik. 40 persen baru yang lain, seperti semangat, dan lainnya.”

“Makanya kita fokus tehniknya dulu yang baik. Karena kalau tehniknya beda, hasilnya pun berbeda. Dan saya usahakan supaya mereka ikut tehnik yang tinggi,” imbuhnya.

Hari ini, Sabtu (20/5) Sensei Jumhana akan mengembelng habis-habisan para kenshi NTT.
“Saya disini hingga hari Minggu. Makanya saya agak merasa buru-buru, karena sama saya itu latihan bisa satu setengah jam, untuk satu pasangan saja,” terangnya.

“Jadi kalau ada beberapa pasang habis waktunya. Saya akan usahakan besok (hari ini, red) akan rampung semuanya.
Mudah-mudahan bisa dan kira pres aja waktunya,” lanjutnya lagi.
Dijelaskannya, juga, di Kejuaraan Dunia Taikai, yang dipertandingkan memang hanya nomor embu, dan tidak nomor randori.
“Yang ada nomor randori hanya di Indonesia saja, di dunia tidak ada dan belum di pertandingkan. ngak berani mereka,” paparnya.

Cuma kita (indonesia) yang berani mempertandingkan Randori, makanya mereka belajar sama kita sekarang. Bahkan Jepang sendiri sedang mempelajari kita, kenapa kita bisa mempertandingkan randori tapi aman.

“Makanya mereka belajar dari kita, bahwa untuk randori peraturannya ketat, sehingga yang penting dalam pertandingan itu keselamatan atlet dan kita selalu berpegang pada itu,” pungkasnya.

Pada Kejuaraan Dunia Taikai Nanti, Indonesia akan diwakili tim dari NTT dan tim dari Kaltim.
“Nantinya akan dipimpin Pak Esthon sebagai Ketua Kontingen,” terangnya.

Ditambahkannya, juga, dari Jakarta nantinya ada beberapa pasang yang ikut Kejuaraan Dunia taikai tersebut.”Tetapi itu untuk yang senior, umur 50-60 tahun keatas, dan ada yang ikut,” pungkasnya.(rum)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!