Lansia Harus Produktif dan Sehat – Timor Express

Timor Express

RAGAM

Lansia Harus Produktif dan Sehat

KREATIFITAS. Para lansia dan pengurus panti jompo berpose bersama usai pelaksanaan lomba-lomba dalam rangka menyambut Hari Lansia, Jumat (19/5).

FENTI ANIN/TIMEX

KUPANG, TIMEX — Dalam rangka menyambut Hari Lansia Nasional ke-21 pada 29 Mei, Panti Jompo Budi Agung Kupang merayakannya dengan berbagai kegiatan dan lomba yang diikuti oleh seluruh penghuni panti jompo Budi Agung dan panti jompo di Kabupaten Kupang.

Perayaan Hari Lansia tahun ini mengangkat tema “Hidup Bermartabat di Usia Senja, Lanjut Usia Sejahtera.” Sub tema “Bersama membangun kepedulian terhadap lanjut usia.”
Kepala UPT Kesejahteraan Sosial Dinas Sosial Provinai NTT Sry Wulandari menjelaskan, dalam rangka memperingati Hari Lansia ke-25 ini lomba-lomba yang digelar diantaranya fashion show yang diikuti 30-an peserta. Lomba makan kerupuk, gigit sendok, tebak gambar, pecahkan balon dan lomba vokal grup.
Menurut Sry, kegiatan ini bertujuan membangkitkan semangat para lansia. Mereka juga aktif dalam kegiatan dan mengajak para lansia untuk lebih semangat menjalani masa tuanya.

Sejak tahun 2009, perayaan Hari Lansia selalu dimeriahkan dengan lomba-lomba. Tujuannya memberi pemahaman kepada para lansia bahwa mereka bukan orang yang terbuang, melainkan orang yang berjasa dalam pembangunan daerah. Dan menjadi saksi perubahan dunia. Mereka juga harus menjadi contoh yang baik bagi generasi penerus. ”Sebagai penerus, generasi muda harus melihat dan belajar dari lansia, tentang bagaimana perjalanan sejarah, hingga memunculkan inovasi baru yang membangun masa depan dengan lebih baik,” kata Sry.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Provinsi NTT Drs. Wilhelmus Foni menjelaskan, tujuan kegiatan perayaan hari lansia ini yaitu memberi kesadaran kepada masyarakat agar lebih peduli terhadap lansia dan menjadikan lansia sebagai usia yang bisa berekspresi dan kreasi.

Menurutnya, kegiatan ini untuk membangun ideologi Pancasila, dan mengenal tokoh Dr. Widyodininggrat sebagai tokoh pejuang yang mengabdikan dirinya untuk Indonesia. Ia dikenal sebagai tokoh pergerakan nasional.

Menurut Welem Foni, dengan adanya kegiatan ini diharapkan dapat membangkitkan semangat untuk tetap produktif dan sehat. Ia berharap agar para lansia juga diberi ruang untuk bekerja, karena jika lansia tidak aktif justru akan membuatanya stres karena kurangnya aktifitas.

Ia juga menjelaskan, puncak acara perayaan hari lansia dilaksanakan pada 29 Mei di Rumah Jabatan Gubernur NTT. Juga diadakan kegiatan jalan sehat dan pengobatan gratis.
Selain itu, katanya, Dinas sosial selalu memberikan bantuan dan santunan kepada lansia senilai Rp 200.000 setiap bulan bagi yang terdaftar di panti jompo. Sedangkan yang tidak dalam panti dan terdaftar, diberikan bantuan sembako setiap bulannya.

Ia berharap, masyarakat sadar dan peduli akan kondisi lansia, tidak mengabaikan begitu saja.
Salah satu peserta fashion show dari panti asuhan Budi Agung, Obet Ka’i (68) menjelaskan, dirinya sangat bersemangat mengikuti semua lomba yang digelar untuk berekspresi dan menunjukkan kreatifitasnya. Walaupun dengan begitu banyak kekurangan ia tetap berusaha untuk menampilkan yang terbaik.

Pria paruh baya ini, mengaku menjalani latihan fashion show dan vokal grup selama satu minggu dengan belajar berjalan ala model, dan menghafal lagu dan lirik yang disiapkan. “Di sini saya bersama istri tinggal. Panti ini menjadi tempat kami menghabiskan masa tua kami, dengan sesama kami, bersama berbagai cerita dan pengalaman, namun kami senang karena selalu diberi kesempatan untuk berekspresi sesuai hobi kami, dengan menyanyi, menari tarian daerah dan lomba seperti ini,” terang Obet. (mg25/sam)

Click to comment

Most Popular

To Top