Putus Cinta, Rupi Liu Gantung Diri – Timor Express

Timor Express

RAKYAT TIMOR

Putus Cinta, Rupi Liu Gantung Diri

VISUM. Dokter RSUD SoE bersama tim Identifikasi Polres TTS saat melakukan visum luar terhadap jasad Rupi Rapin Liu yang tewas gantung diri, Sabtu (20/5).

IST

SOE, TIMEX – Di duga putus cinta, Rupi Rapin Liu nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. Rupi tewas dalam kamar tidurnya di RT 17/RW 07 Kelurahan Nonohonis Kecamatan Kota SoE, Sabtu (20/5) sekira pukul 03.00 Wita.

Informasi yang dihimpun Timor Express di TKP menyebutkan bahwa Rupi diduga kuat memilih mengakhiri hidupnya karena terjadi persoalan dalam hubungan asmara bersama kekasihnya.

Ibu korban, Rosalina Liu-Lona kepada tim Identifitasi Polres TTS menceritakan kronologis kejadian, Sabtu (29/5) sekira pukul 03.30 ia pergi ke kamar tidur korban dengan tujuan hendak membangunkan korban. Namun saat itu korban tidak menjawab, sehingga Rosalina mencoba memanggil korban lewat jendela kamar, dengan cara naik di atas kursi dan melihat lewat jendela.

Betapa kagetnya Rosalina ketika melihat ke dalam kamar tidur korban, korban dalam posisi tergantung pada gantungan pakaian di tembok kamar. Korban menggantungkan dirinya dengan menggunakan tali tas helm warna merah. Korban melilitkan tali tas helm sebanyak dua kali pada lehernya dan posisi korban berlutut agar tali yang dililitkan bisa membuatnya tewas.

“Saat itu saya langsung panggil suami saya (Benyamin Liu) dan saudara-saudara korban,” katanya.
Karena pintu kamar saat itu terkunci dari dalam, sehingga kakak korban, Odi Liu membuka paksa pintu kamar dengan cara menendang pintu kamar korban hingga terbuka.
Saat masuk, korban dalam keadaan tergantung dan sudah meninggal dunia. Selanjutnya korban diturunkan dari gantungan pakaian dan menaruh korban di atas tempat tidur kamar korban. Kejadian itu dilaporkan ke Polres TTS. Mendapat laporan itu, Ka SPKT II, Ipda Simon P Ninu bersama Unit Identifikasi, Brigpol Purwanto langsung menuju ke tempat kejadian perkara (TKP) dan melakukan olah TKP.

Usai melakukan olah TKP, jasad korban dibawa ke RSUD SoE untuk dilakukan visum luar.
dr Dodik Pujo Prasetyo melakukan visum luar terhadap jasad korban yang tidak berbaju dan hanya mengenakan celana jeans warna hitam.
Diketahui terdapat luka jeratan panjang dari leher kiri ke kanan 35 cm, lebar luka leher depan 4 cm, luka belakang leher 0,4 cm dan dalam 0,3 cm.
“Tidak ada tanda-tanda kekerasan. Korban meninggal kurang dari empat jam. Korban murni gantung diri sesuai dengan ciri-ciri orang gantung diri,” kata Dodik.
Sementara, Kasat Reskrim Polres TTS, Iptu Yohanes Suhardi mengatakan, karena keluarga korban menerima kematian korban sebagai musibah, sehingga pihak keluarga menolak untuk dilakukan otopsi serta keluarga korban bersedia untuk mengurus pemakaman jenazah secara kekeluargaan. Selanjutnya dibuatkan surat pernyataan penolakan otopsi setelah selesai pemakaman jenazah.

“Karena keluarga tolak untuk otopsi, sehingga kami serahkan kembali jasad korban kepada keluarga untuk dimakamkan,” kata Yohanes. (yop/ays)



Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!