Nama Viktor Tiran Tak Ada dalam Manifest – Hacked by TryDee

Hacked by TryDee

HUKUM

Nama Viktor Tiran Tak Ada dalam Manifest

ILUSTRASI

Perjalanan Dinas Fiktif Terkuak

KUPANG, TIMEX – Perkara dugaan korupsi dana hibah untuk kegiatan Kwartir Pramuka dan KONI Kabupaten Kupang Tahun Anggaran 2012-2013 kembali digelar di Pengadilan Tipikor Kupang, Selasa (6/6).

Pada sidang kali ini, Penuntut Umum Kejari Kabupaten Kupang menghadirkan enam orang saksi. Diantaranya, Manager PT Lion Mentari Wilayah NTT, Rinus Zebuha, mantan bendahara pramuka kwarcab Kabupaten Kupang, Yosevita Jelamu, staf di Sekretariat Pramuka, Syafrudin, staf pada Bagian Kesra, Wellem Taopan, agen travel SKTM, Fredy Elim, serta saksi ahli dari Inspektorat Kabupaten Kupang, J. Abineno.

Keenam saksi ini dihadirkan untuk memastikan adanya perjalanan dinas fiktif yang dilakukan dua terdakwa, Viktor Yeremias Tiran selaku mantan Wakil Bupati (Wabup) Kupang dan Imanuel Bilos selaku mantan Kepala Bagian Kesra Setda Kabupaten Kupang.

Yosevita Jelamu dalam keterangannya menyebutkan, kedua terdakwa beberapa kali tidak melakukan perjalanan dinas ke luar daerah. Baik untuk kegiatan Kwartir Pramuka dan KONI Kabupaten Kupang. Kendati demikian, kedua terdakwa menerima uang yang sudah diperuntukan untuk kegiatan perjalanan dinas sebagaimana tercatat dalam SPPD. Perjalanan dinas fiktif itu diketahui lewat manifest penerbangan yang ditunjuk jaksa. Pengakuan serupa juga diutarakan oleh saksi Syafrudin dan Wellem Taopan. “Kalau perjalanan dinas tidak dilaksanakan, seharusnya anggaran tidak boleh dibayarkan,” terang Yosevita menjawab serentetan pertanyaan JPU, Delvis Lele, Morest Kolbani, dan Frengky Ariandi.

Keterangan ketiga saksi ini selain diperkuat dengan bukti yang ditunjuk JPU kepada Ketua Majelis Hakim, Purnomo Edi Santoso serta hakim anggota, Ali Muhtarom dan Ibnu Kholik, juga diperkuat dengan keterangan saksi Rinus Zebuha. Dalam keterangannya, Manager PT Lion Mentari Wilayah NTT ini mennyebutkan bahwa nama kedua terdakwa tidak masuk dalam manifest penerbangan atau daftar penumpang Lion Air. “Data yang kami buat adalah untuk menjawab pertanyaan dari jaksa. Sesuai data yang ada, nama dua terdakwa ini tidak ditemukan dalam manifest,” katanya.

Terdakwa Viktor Tiran tidak berkeberatan dengan keterangan para saksi. Sedangkan terdakwa Imanuel Bilos berkeberatan namanya disebut melakukan perjalanan dinas fiktif sebanyak tiga kali oleh saksi Yosevita Jelamu. “Di BAP, saksi sebut saya dua kali tidak berangkat ke Jakarta. Tapi di muka majelis hakim, saksi sebut saya tiga kali tidak ke Jakarta. Padahal saya berangkat,” tegas Bilos.

Selanjutnya, Abineno selaku saksi ahli dalam keterangannya, mengaku melakukan audit terhadap penggunaan dana hibah untuk kegiatan Kwartir Pramuka dan KONI atas permintaan penyidik. Audit tersebut dilakukan bersama tim dari Inspektorat Kabupaten Kupang berdasarkan surat permintaan dari pihak kejaksaan. “Semua dokumen yang dipakai untuk melakukan audit, kami dapat dari pihak kejaksaan,” jelasnya.

Berdasarkan hasil audit, Abineno menyimpulkan bahwa ada biaya yang dikeluarkan untuk perjalanan dinas. Namun faktanya kedua terdakwa tidak melakukan perjalanan dinas, sehingga mengakibatkan terjadinya kerugian negara sebesar Rp 145.512.000. Nilai kerugian tersebut merupakan akumulasi dari harga tiket pesawat, harga sewa hotel dan harga airport tax. “Untuk perkara korupsi saya baru pertama kali melakukan audit. Namun saya sudah beberapa kali melakukan audit di sejumlah SKPD di lingkup Pemkab Kupang. Metode yang dipakai dalam audit ini yakni audit dengan tujuan tertentu, karena berdasarkan permintaan jaksa,” terang Abineno menjawab pertanyaan PH Viktor Tiran, Marieta Soru dan Marsel Manek.

Abineno bahkan sempat disebut sebagai budak jaksa oleh Frans Tulung selaku penasihat hukum Imanuel Bilos. Sebab dalam penjelasannya, dia menyebut bahwa dokumen yang dipakai untuk melakukan perhitungan, sebagian besar didapat dari jaksa.

Di akhir persidangan, para terdakwa menyatakan akan mengajukan saksi fakta untuk membuktikan bahwa mereka benar melakukan perjalanan dinas. Viktor Tiran akan mengajukan satu saksi fakta, sedangkan Imanuel Bilos mengajukan dua saksi fakta. “Usahakan saksi yang kalian hadirkan dapat mematahkan dakwaan jaksa,” ungkap Ketua Majelis Hakim, Purnomo Edi Santoso sebelum menutup sidang. (r2/sam)

Click to comment

Most Popular

To Top