Kejati Bakal Tempuh Upaya Paksa – Timor Express

Timor Express

HUKUM

Kejati Bakal Tempuh Upaya Paksa

Terkait Mangkirnya Tersangka Daniel Kitu

Perkara Proyek Tambak Garam di Sabu Raijua

KUPANG, TIMEX- Terhitung, sudah dua kali tersangka Daniel Kitu tak memenuhi panggilan penyidik tindak pidana khusus (Tipidsus) Kejati NTT. Oleh karena itu maka Kepala Kejati NTT Sunarta kepada Timor Express kembali tegaskan bahwa pihaknya akan menempuh upaya paksa dengan menjemput tersangka Daniel Kitu jika mangkir lagi dari panggilan penyidik. “Kita sudah panggil dirinya (Daniel Kitu red) sebanyak dua kali. Tapi dia juga belum datang. Kita masih punya kesempatan satu kali lagi. Jika panggilan ketiga kita tak digubris juga, maka kita akan tempuh upaya paksa untuk jemput dia,” tegas Sunarta tak mau main-main.

Sosok nomor satu di Kejati NTT ini kembali tegaskan, dari sisi normatif, siapapun dia orangnya bisa disentuh proses hukum. Jawaban ini disampaikan Kepala Kejati NTT menjawabi pertanyaan terkait sejumlah rekanan yang hingga kini belum diperiksa serta oknum broker yang diduga menjadi perantara dalam proyek tambak garam di Kabupaten Sarai. “Setiap data dan fakta akan dijadikan analisa. Tinggal tunggu waktu saja, semua pihak akan dipaggil dan diperiksa. Kita juga punya strategi dalam memeriksa saksi dan tersangka. Yang terbukti jelas akan kita proses hingga tuntas,” ujar Kepala Kejati NTT ini.

Pasalnya, Kuasa Direktur PT Somba Hasbo yang ditetapkan sebagai pemenang tender proyek pembangunan fisik tambak garam seluas lima hektare untuk paket Sabu daratan-2 itu sudah dipanggil secara patuh. Namun panggilan penyidik Kejati NTT selalu saja tidak digubris. Ini terbukti dengan tak dipenuhinya panggilan tersebut. Panggilan pertama dari penyidik Tipidsus Kejati NTT sudah dilayangkan pada 30 Mei lalu dan tersangka diminta datang ke kantor Kejati NTT pada 5 Juni. Akan tetapi tersangka Daniel Kitu justru lebih memilih menghadiri undangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sarai daripada datang ke kantor Kejati NTT. Ini sesuai pengakuan istri tersangka Daniel Kitu, Mega Mawarti.

Kepada jaksa penyidik Hendrik Tiip, Mega Mawarti jelaskan bahwa suaminya berhalangan sehingga tak memenuhi panggilan penyidik Kejati NTT. “Kita panggil tersangka Daniel Kitu, yang datang justru istri. Istrinya datang dan menunjukan surat dari Disperindag Kabupaten Sabu Raijua untuk tersangka Daniel Kitu,” sebut Hendrik Tiip.

Oleh karena alasan istri tersangka Daniel Kitu, maka penyidik Kejati NTT kembali melayangkan surat panggilan kedua ke tersangka Daniel Kitu melalui istrinya dan Daniel Kitu diminta menghadap ke Kejati NTT pada Rabu (7/6) kemarin. Namun, lagi-lagi Daniel Kitu mangkir lagi. Yang datang menghadap penyidik Kejati NTT yakni tiga orang kelurganya. Disaksikan Timor Express kemarin, ketiga orang keluarga terssangka Daniel Kitu datang dan menyerahkan surat keterangan dokter yang menerangkan bahwa tersangka Daniel Kitu sakit.

Jaksa Hendrik Tiip kepada Timor Express kemarin jelaskan atas keterangan ketiga orang rekannya itu maka pihaknya menunda lagi pemeriksaan bagi tersangka hingga Senin (12/6). “Kita sudah kirim lagi surat panggilan ke tersangka dan surat itu kita titipkan melalui ketiga keluarganya yang datang dan antar surat sakit ke kita. Surat panggilan kedua ini kita layangkan secara patuh. Kalau sampai tiga kali maka kita akan tempuh upaya paksa,” tegas Hendrik.(gat)

Click to comment

Most Popular

To Top