Terlilit Korupsi, Komisaris Ambil Alih – TIMOREXPRESS.COM

TIMOREXPRESS.COM

HUKUM

Terlilit Korupsi, Komisaris Ambil Alih

Pergantian Direksi Tunggu Vonis

KUPANG, TIMEX – Nasib PT. Sasando kian tak jelas. Tak hanya tertimpa masalah korupsi, perusahaan pelat merah ini kian redup setelah direktur utama Sulaiman Louk menyandang status tersangka dan dikenakan tahanan kota.

Saat ini manajemen perusahaan sementara diambil alih oleh komisaris. Sedangkan proses hukumnya masih terus bergulir di Kejaksaan Negeri Kota Kupang.
Komisaris PT. Sasando yang juga Sekretaris Daerah Kota Kupang, Bernadus Benu kepada Timor Express di ruang kerjanya, Rabu (7/6) mengatakan saat ini kerja sama PT Sasando dengan pihak ketiga terus berjalan. Namun semua pengeluaran harus atas persetujuan komisaris. “Perusahaan tidak sewenang-wenang keluarkan uang, harus ada tandatangan komisaris,” kata Bernadus.

Menurutnya, perusahaan tetap di bawah kendali komisaris sampai dipilihnya direksi yang baru. Saat ini pihaknya masih menunggu adanya keputusan hukum tetap terhadap direktur. “Setelah vonis dan sudah berkekuatan hukum tetap baru dipilih yang baru. Selama masih berproses komisaris ambil alih,” kata Bernadus.
Sebelumnya, Panitia Khusus (Pansus) LKPJ Wali Kota Kupang melakukan uji petik persoalan yang terjadi di PT Sasando. Pansus yang terdiri dari 19 anggota DPRD Kota Kupang sudah sidak ke PT Sasando.

Ketua Pansus LKPJ, Yappi Pingak, mengatakan, kunjungan ke PT Sasando dimaksudkan untuk memantau langsung kondisi manajemen, aset daerah dan aktivitas di perusahaan tersebut. Sebab sesuai dengan laporan pemerintah, pihak kepolisian tengah melakukan penyelidikan atas penyalahgunaan keuangan yang dilakukan pihak manajemen.
Yappi mengatakan, PT Sasando yang dikelola oleh oknum-oknum tertentu selama ini tidak memberikan income yang berarti untuk pemerintah. “Di lapangan, kita lihat aktivitasnya masih jalan. Kalau memang berjalan baik, kita harus dorong agar perusahaan itu jadi lebih baik, sekalipun direkturnya tidak aktif,” katanya.

Politisi Partai Hanura ini menambahkan, apabila PT Sasando terus diperhadapkan dengan banyak persoalan serta menimbulkan banyak kerugian, maka pemerintah berpikir untuk menyelamatkan aset-aset daerah yang ada. Jika tidak, maka kerugian daerah akan semakin besar. Selain itu, laporan pengelolaan keuangan daerah tidak akan pernah sampai pada karena Pansus dari waktu ke waktu akan terus merekomendasikan temuan tersebut. “Saya tidak tahu apakah pemerintah melihat rekomendasi Pansus sebagai rekomendasi yang urgen untuk ditindaklanjuti atau tidak,” kata anggota DPRD Kota Kupang dua periode ini.

Semua temuan-temuan di lapangan, lanjut Yapi, nanti akan digali kembali di ruang pansus. Sebab Pansus masih punya waktu untuk mengklarifikasi semua temuan tersebut kepada pemerintah. Sehingga DPRD dan pemerintah, baik pemerintah saat ini maupun pemerintah yang akan datang, dapat membawa kota ini ke arah yang lebih baik.
Sementara anggota Pansus, Daniel Hurek, mengatakan, aktivitas PT Sasando harus didorong untuk tetap berjalan, sekalipun ada persoalan hukum yang dihadapi pihak manajemen. Sebab apabila aset daerah berupa mesin-mesin tidak digunakan, maka akan menjadi besi tua. “Kalau mesin itu tidak dihidupkan atau kita paksakan untuk stop beraktivitas, maka aset itu bukan tambah baik, tapi sebaliknya tambah rusak,” kata Politisi PKB ini.

Selain menjaga agar aset tidak rusak, Hurek katakan, aktivitas PT Sasando harus tetap berjalan agar karyawan yang bekerja di perusahaan tersebut bisa tetap hidup. Karena kalau dihentikan, berarti karyawan sudah pasti berhenti bekerja dan menjadi penganggur. “Mematikan sesuatu dan mengorbankan orang lain itu juga tidak boleh. Jadi biarlah aktivitasnya tetap jalan, sambil kita mencari solusi terbaik untuk kemajuan perusahaan daerah tersebut,” ungkapnya. (sam)

Click to comment

Most Popular

To Top