Warga Temukan Orok Diseret Babi – Hacked by TryDee

Hacked by TryDee

KRIMINAL

Warga Temukan Orok Diseret Babi

JULES ABAST

Penyidik Polres Kupang Lidik Pemiliknya

KUPANG, TIMEX– Minggu (11/6) sekira pukul 10.00, dua orang warga Desa Kuimasi, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang masing-masing Paulus dan Yermias dibuat kaget karena seekor ternak babi milik warga menyeret orok yang sudah tak utuh. Awalnya, saksi Paulus mengira kalau orok bayi yang sementara digigit sambil diseret ternak babi itu adalah bangkai ayam. Karena penasaran, maka saksi mengamati secara baik.

Setelah dipastikan, ternyata yang sementara digigit dan diseret ternak babi milik warga itu adalah orok yang sudah tak utuh lagi. Oleh karena itu maka saksi Yermias yang sementara melintas di TKP pun dimintai tolong oleh saksi Paulus untuk menjaga orok bayi tersebut. Sementara saksi Paulus langsung bergegas ke Polsek Fatuleu dan melaporkan temuan orok itu.

Kabid Humas Polda NTT, Jules A. Abast kepada Timor Express jelaskan, pada Minggu (11/6) sekira pukul 10.00, saksi Paulus, 42, hendak berburu burung di hutan Fatuleu. “Sebelum berburu burung, saksi Paulus pergi ke gereja. Setelah keluar gereja, saksi Paulus langsung menuju ke hutan. Saat diperjalanan itulah, dia (Paulus) menemukan orok bayi sementara digigit dan seret ternak babi milik warga,” jelas Kabid Humas Polda NTT.

Awalnya, lanjut dia, saksi Paulus mengira kalau orok yang sementara diseret-seret itu adalah bangkai ayam. Namun, setelah diamati ternyata orok. Oleh karena itu maka saksi Paulus langsung mengusir ternak babi yang sementara menggigit orok itu dengan cara dilempar pakai batu hingga ternak babi itu melepaskan orok tersebut. Ketika sementara mengamati orok tersebut, tiba-tiba melintas di TKP saksi Yermias. “Saksi Paulus sempat meminta tolong ke saksi Yermias untuk menjaga orok tersebut. Sementara saksi Paulus langsung melaporkan temuan orok itu ke Polsek Fatuleu,” ucap Jules.

Setelah mendapat laporan dari saksi Paulus, anggota Polsek Fatuleu pun turun ke lokasi temuan orok dan melakukan olah TKP. “Orok bayi itu lalu dievakuasi ke RS Polisi Bhayangkara untuk proses otopsi. Kasus temuan orok bayi itu saat ini masih dilidik aparat Polsek Fatuleu dibantu penyidik Satreskrim Polres Kupang. Dan untuk mengungkap kasus itu, penyidik masih fokus memeriksa saksi-saksi serta mengumpulkan barang bukti,” pungkas Kabid Humas Polda NTT ini.(gat)

Click to comment

Most Popular

To Top