Padi Dipanen 2 Minggu Lebih Cepat – Hacked by TryDee

Hacked by TryDee

FLORES RAYA

Padi Dipanen 2 Minggu Lebih Cepat

PERCEPAT PANEN. Djawa Ndapakali, petani di Kelurahan Temu, Kecamatan Kanatang, Sumba Timur terpaksa mempercepat masa panen padinya, Rabu (14/6). Foto kiri. Seorang anak berusaha mengusir belalang Kumbara yang hinggap di halaman, dinding dan atap rumah di Kelurahan Kambajawa, Kecamatan Kota, Rabu (14/6)

IST

Akibat Serangan Belalang di Sumba Timur

WAINGAPU, TIMEX-Hingga Rabu (14/6), ribuan bahkan jutaan ekor belalang jenis Kumbara masih berada di wilayah Kota Waingapu dan sekitarnya yakni Kecamatan Kambera. Seperti disaksikan Timor Express siang kemarin, kawanan hama tanaman musiman petani di Sumba Timur itu terbang di udara dan menghitamkan langit pada semua sudut Waingapu.

Belalang ini hinggap di dinding dan atap serta hamalan rumah warga. Di sejumlah jalan umum, pengendara kendaraan bermotor harus ekstra hati-hati dengan memperlambat laju kendaraannya karena pandangan terhalang oleh belalang yang beterbangan.

Sementara sejumlah petani mempercepat masa panen. “Harusnya masih dua minggu lagi baru bisa panen ini padi. Tapi karena ada hama belalang jutaan ekor yang datang dan sudah sampai di sawah ini. Daripada dimakan belalang padinya dan kami rugi besar lebih baik dipanen saja sekarang walau masih ada yang warna hijau padinya,” ungkap Djawa Nadapakali, 60, petani asal Kelurahan Temu, Kecamatan Kanatang, Rabu kemarin.

Djawa khawatir, belalang membuat sarang baru di area persawahan tersebut. “Kalau sampai jutaan ekor belalang itu hinggap dan bersarang di sana bisa bahaya. Pasti akan gagal tanam dan gagal panen karena banyak padi yang baru ditanam dan ada yang sudah ada bulirnya. Belalang sudah terbang di udara sekitar lokasi sawah ini tapi kami usaha usir terus,” ujarnya.

Sementara itu, tim khusus yang dibentuk Pemkab Sumba Timur untuk menangani serangan hama belalang ini masih melakukan persiapan. Belum ada aktivitas yang dilakukan Rabu kemarin atau sehari setelah tim khusus tersebut dibentuk.

Pemkab Sumba Timur telah membentuk tim khusus (Timsus) dan terpadu pemberantasan hama belalang. Timsus dan terpadu itu tidak hanya pemerintah melalui Dinas Pertanian tapi juga instansi lain, termasuk TNI/Polri dan LSM serta elemen masyarakat lainnya. Wakil Bupati Sumba Timur, Umbu Lili Pekuwali kepada Timor Express di ruang kerjanya, Selasa (13/6) menegaskan, pembentukan tim khusus pemberantasan belalang akan melibatkan semua elemen masyarakat yang ada, termasuk TNI/Polri.

Penegasan Umbu Lili Pekuwali itu menanggapi hasil pertemuan antara lintas Komisi DPRD Sumba Timur bersama Kadis Pertanian Yohanis Hiwa Wunu di ruang Komisi B, Selasa (13/6) siang kemarin. Menurut mantan Kabag Pembangunan Setda Sumba Timur, itu, timsus dan terpadu tersebut akan didukung dengan peralatan dan obat pembasmi hama (pestisida). “Ada enam truk yang akan kita siapkan, ditambah personil dan obat pembasmi hama belalang. Ini bersifat mendesak sehingga Timsus itu harus bergerak cepat,” ujarnya.

Pihaknya, demikian Umbu Lili, sebenarnya sudah membentuk brigade pemberantasan hama belalang yang dilaksanakan instansi teknis Dinas Pertanian. Namun, jumlah personil dan peralatan yang sangat terbatas sehingga brigade ini tidak bekerja optimal. “Tapi rasanya kurang efektif sehingga kita harus membentuk Timsus yang terpadu dan masif untuk memberantas hama belalang Kumbara yang sudah berkembang cukup pesat dan mengancam tanaman petani,” kata Umbu Lili.

Hingga Rabu kemarin serangan hama belakang masih berlangsung di Kota Waingapu dan kecamatan sekitarnya. Belalang Kumbara ini bahkan terbang rendah sehingga sangat mengganggu transportasi warga di Kota Waingapu. Warga terus berupaya untuk mengusir belalang yang hinggap di rumah-rumah warga. (jun/ito)

Click to comment

Most Popular

To Top