IPSI Gelar Kejuaraan Berlapis – Hacked by TryDee

Hacked by TryDee

SPORTIVO

IPSI Gelar Kejuaraan Berlapis

Andre Koreh

Ajang Seleksi Atlet Menuju Pra PON 2019
November Gelar Kejuaraan Antar Perguruan

KUPANG,TIMEX – Pengprov IPSI NTT akan menggelar kejuaraan berlapis sebagai ajang seleksi bagi pesilat-pesilat terbaik NTT sebelum dikirim mengikuti Pra PON 2019 nanti.

Selain Kejurda yang telah usai di gelar bulan Maret lalu, IPSI NTT juga masih akan menggelar satu kejuaraan lagi di bulan November nanti, yakni Kejuaraan Antar Perguruan.

Sedangkan di tahun 2018, para pesilat NTT tentunya akan bersaing di ajang empat tahunan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTT.

Terkait dengan Porprov sendiri, Ketua Umum Pengprov IPSI NTT Andre Koreh yang ditemui koran ini, Rabu lalu kembali menegaskan bahwa Kabupaten/Kota yang di perbolehkan mengikuti Porprov adalah Kabupaten/Kota yang berpartisipasi di Kejurda, sehingga yang tidak mengikuti Kejurda tidak diperbolehkan mengikuti Porprov.

“Kita kan tidak kekurangan atlet yang berpartisipasi, sehingga kekuatan atlet kita bisa lihat. Dan bagaimanapun kita harus konsisten dengan keputusan Rakerda. Itu kan keputusan rakerda kemarin,” tegasnya.

“Jadi di Poprov nanti misalnya yang ikut 5 Kabupaten saja tidak masalah, kalau memang hanya sedikit yang mau apa,” katanya.

Yang penting kata Andre adalah atletnya bisa terakomodir, dan nantinya semua kelas akan dipertandingkan.
“kelas-kelas itu juga hanya satu-satu atlet dari setiap daerah yang di kirim,” jelasnya.

Mengapa seluruh kelas? karena IPSI NTT kata Andre akan mengusahakan agar semua kelas yang di pertandingkan di Pra PON harus diikuti pesilat NTT.

“Harapan saya, cita-cita saya dari semua kelas itu, yaa…paling tidak lolos atlet kita agak banyak,” ungkapnya.

“Selama ini kan sulit kita bisa meloloskan banyak atlet,” imbuhnya.

Dengan demikian lanjutnya di Porprov nanti, semua kelas juga akan di pertandingkan, tergantung ada atletnya atau tidak.
“Pra PON akan kita kirimkan semua kelas untuk berpartisipasi, dengan tujuan menghasilkan atlet yang lolos sebanyak mungkin,” bebernya.

Kalau kita ingin meloloskan atlet sebanyak mungkin, kita hars ikut semua kelas. Tidak mungkin kita inginkan lolos sebanyak mungkin, tetapi tidak mengikuti semua kelas. itu kontradiktif.

“Kita inginnya besar tapi ikut yang kecil. Sama seperti orang mau menang di banyak tempat, tetapi dia tidak ikut di banyak tempat mana bisa. Polanya seperti itu,” contohnya.

Bagi atlet yang Kabupatennya tidak mengikuti Kejurda lalu, jangan berkecil hati, karena IPSI kata Andre juga akan menggelar Kejuaraan antar perguruan, yang sekaligus sebagai ajang seleksi.

“Kejuaraan antar perguruan ini juga akan kita pertandingkan semua kelas, dan sekaligus jadi ajang seleksi,” jelasnya.

“Paling tidak dari kejuaraan ini kita bisa lihat atlet-atlet mana yang berpotensi,” imbuhnya.

Kejuaraan antar perguruan ini, ditargetkan di gelar akhir November dan akan jadi bagian dari perayaan Hari Bhakti PU.

Selain itu, setelah Porprov 2018 mnanti, IPSI juga akan menggelar sebuah kejuaraan lagi.
“Kita akan buat sebelum Pra PON sebagai ajang seleksi khusus menuju pra PON,” ujarnya.

Dari seleksi khusus inilah nantinya akan diambil atlet-atlet terbaik yang akan mewakili NTT ke Pra PON.

“Jadi betu-betul yang ikut Pra PON nantinya sudah lolos atau melewati beberapa kejuaraan-kejuaran lokal, sehingga atlet yang berlaga di Pra PON sudah matang betul. Dan seleksi akan dilakukan seketat mungkin,” bebernya.

“Kita harapkan persaingan akan ketat dan kita atur starteginya , mungkin di setiap kelas nanti kita siapkan empat sampai lima atlet, dan mereka harus bersaing menjadi yang terbaik,” pungksanya.(rum)

Click to comment

Most Popular

To Top