Tekan Angka Putus Sekolah Melalui USB – Hacked by TryDee

Hacked by TryDee

RAKYAT TIMOR

Tekan Angka Putus Sekolah Melalui USB

BATU PERTAMA. Wakil Bupati TTS, Obed Naitboho melakukan peletakan batu pertama pembangunan USB SDN Kolkita di Desa Feto Mone Kecamatan Nunbena, Selasa (13/6)

YOPI TAPENU/TIMEX

Peletakan Batu Pertama USB Kolkita

SOE, TIMEX – Salah satu alasan anak usia sekolah tidak sekolah, putus sekolah dan juga tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, akibat ketiadaan fasilitas pendidikan.

Karena itu, pemerintah terus berupaya mendekatkan pelayanan pendidikan ke masyarakat dengan membangun fasilitas pendidikan di daerah-daerah terpencil sekalipun.
“Salah satu langkah yang dilakukan pemerintah pusat untuk menekan angka putus sekolah, tidak sekolah serta tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi adalah membangun Unit Sekolah Baru (USB),” tegas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Kabupaten TTS, Edison Sipa pada acara peletakan batu pertama pembangunan SDN Kolkita di Desa Feto Mone Kecamatan Nunbena, Selasa (13/6).

Dikatakan, pembangunan USB merupakan langkah strategis yang dilakukan pemerintah untuk peningkatan kualitas pendidikan. Pasalnya, banyak anak usia sekolah yang tidak sekolah, putus sekolah dan tidak melanjutkan pendidikan. Tahun 2016, instruksi bupati yakni melalui program gerakan masuk sekolah (Gemar). Dengan dilaksanakannya program tersebut, diharapkan tidak ada lagi anak TTS yang putus sekolah, tidak sekolah dan tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

“Ke depan diharapkan anak-anak TTS minimal berpendidikan SMA/SMK. Pendidikan mesti menjadi prioritas kita bersama. Jadi pemerintah akan terus membangun sekolah agar mendekatkan pelayanan pendidikan kepada masyarakat,” tutur Edison.

Dikatakan, tahun 2016, TTS mendapat enam USB dan tahun 2017 tiga USB yang terdiri dari dua SD dan satu SMP. Bangunan USB yang akan dibangun dengan pola kerja swadaya murni sebanyak 10 unit bangunan yang terdiri dari empat ruang belajar, satu unit perpustakaan, satu unit aula, satu unit UKS, satu unit rumah dinas untuk kepala sekolah dan MCK.

Waktu pelaksanaan selama 150 hari. Karena itu, diharapkan paling lambat bulan Oktober mendatang, pekerjaan sudah selesai dikerjakan. “Pola pekerjaan dilakukan secara swakelola murni. Panitia terdiri dari kepsek dan ketua pelaksana logistik yang berasal dari desa setempat. Pengawasan, perencanaan dan hal teknis lainnya akan dilakukan oleh guru dan siswa-siswi SMKN 1 SoE jurusan bangunan. Total dana Rp 1, 5 miliar lebih dan saat ini anggaran sudah masuk di rekening sekolah 70 persen. Jika pembangunan fisik capai 70 persen, dilaporkan untuk mencairkan sisa anggaran 30 persen,” katanya.

Sementara, Wakil Ketua DPRD TTS, Alex Kase mengatakan, untuk mendapatkan USB butuh perjuangan dan kerja keras Kadis P dan K. Untuk itu, jika masyarakat mendapat pembangunan USB harus dimanfaatkan dengan baik yakni memperhatikan anak-anak agar dapat bersekolah dengan baik.

Dikatakan, Desa Feto Mone merupakan desa terpencil yang sulit diakses akibat infrastruktur memprihatinkan serta tidak memiliki fasilitas pendidikan selama ini. Karena itu, dengan adanya kehadiran pembangunan USB, kiranya dapat dimanfaatkan dengan baik serta menjadikan persoalan sosial yang selama ini dialami masyarakat sebagai semangat dalam menuntut ilmu, agar ke depan anak-anak alumni SDN Kolkita dapat menjadi pejabat di Kabupaten TTS.

“Saya memberikan apresiasi kepada Kadis P dan K, karena atas perjuangan kerasnya meski secara nasional tahun 2017 pemerintah pusat hanya mengalokasikan 10 SD USB, tetapi NTT dapat dua unit dan dua unit itu ada di Kabupaten TTS,” ucap Alex.

Karena pola pembangunan yang akan dilakukan secara swakelola murni, maka ia berharap agar panitia pembangunan memperhatikan dengan baik sehingga pekerjaan yang dilakukan sesuai dengan perencanaan yang ada, agar bangunan yang dihasilkan benar-benar berkualitas.

Alex menyampaikan rasa terima kasihnya yang tulus kepada Yustus Tanu yang dengan rela memberikan tanahnya 1 hektare untuk pembangunan SDN Kolkita. Pengorbanan yang cukup besar itu harus dimanfaatkan dengan menyekolahkan anak dengan baik dengan kontrol seluruh stakeholder.

“Saya berpesan agar suatu saat nanti, anak-anak yang sekolah di SDN Kolkita jadi bupati TTS atau ketua DPRD TTS. Fasilitas sekolah ini sangat membantu, karena sesuai informasi bahwa anak di Desa Feto Mone harus menempuh jarak 5-10 km baru sampai di sekolah di Lilana. Jadi sekarang sekolah sudah dekat, manfaatkan dengan baik untuk sekolahkan anak-anak,” tegas Alex.

Wakil Bupati TTS, Obed Naitboho menuturkan, peningkatan kualitas pendidikan yang dapat dilakukan oleh pemerintah salah satu diantaranya adalah mendekatkan pelayanan pendidikan kepada masyarakat. Dikatakan, tanggung jawab masyarakat, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan tokoh perempuan adalah memperhatikan anak-anak usia sekolah agar mengenyam pendidikan dengan baik. Saat ini, Pemkab TTS menyukseskan pendidikan melalui program Gemas, jadi anak-anak putus sekolah akan didata kembali untuk disekolahkan kembali. Karena itu, semua pihak berperan untuk menyukseskan program Gemas.

“Ada orang tua tidak perhatikan anak untuk bisa sekolah, pemerintah bisa saja panggil orang tuanya untuk tanya alasan kenapa sehingga anaknya tidak sekolah,” tegas Obed.
Dengan adanya kepedulian pemerintah pusat membangun USB, harus dimanfaatkan dengan baik untuk peningkatan kapasitas sumberdaya manusia di pedesaan. Kehadiran bangunan sekolah hingga ke desa-desa, juga harus memicu semangat dan motivasi anak-anak usia sekolah untuk giat dan rajin mengenyam pendidikan.

“Pejabat-pejabat yang ada sekarang, dulu cari sekolah baru bisa sekolah, karena sekolah hanya ada di kota. Tapi sekarang beda, sekolah yang datang cari siswa di desa. Ini artinya, anak-anak harus lebih sukses dari orang terdahulu,” tandas Obed. (yop/ays)

Click to comment

Most Popular

To Top