Tenun NTT Diburu di Bazaar Nusantara – TIMOREXPRESS.COM

TIMOREXPRESS.COM

NASIONAL

Tenun NTT Diburu di Bazaar Nusantara

RAMAI. Ketua Komisi V DPR RI, Fary Francis (kedua dari kiri) mengunjungi satu stan yang menyediakan aneka fashion dari tenun ikat NTT tampak ramai pengunjung, Kamis (15/6)

OBED GERIMU/TIMEX

JAKARTA, TIMEX-Tenun ikat sebagai salah satu kekayaan budaya NTT terus diperkenalkan di tingkat nasional. Pada kegiatan Pasar Murah dan Bazaar Ramadan Nusantara di Gedung Nusantara II DPR RI Senayan Jakarta, berbagai produk fashion modifikasi berbahan dasar tenun ikat NTT ikut dipamerkan.

Tak hanya tenun ikat, salah satu tarian daerah NTT yakni Tarian Woleka dari Sumba juga dipentaskan pada kegiatan yang berlangsung pada 13-15 Juni tersebut. Lantunan lagu-lagu daerah NTT oleh beberapa penyanyi asal NTT di Jakarta diiringi alunan musik Sasando ikut menyemarakan kegiatan yang diselenggarakan Persaudaraan Istri Anggota (PIA) DPR RI Periode 2014-2019 itu.

Belum lagi fashion show oleh model-model ternama ibukota yang mengenakan aneka desain busana mewah dari tenun ikat NTT.
Ketua PIA DPR RI, Deisti Astriani Novanto kepada Timor Express mengatakan, kegiatan tersebut digelar untuk merangkul dan membantu para pelaku UKM Nusantara guna memperkenalkan hasil karya masing-masing. Selama tiga hari pelaksanaannya, istri dari Ketua DPR RI Setya Novanto ini mengatakan, total pendapatan yang diperoleh oleh seratus lebih pelaku UKM peserta bazaar mencapai Rp 1 miliar.

Dengan tercapainya target penjualan itu, Deisti berharap ke depannya para pelaku UKM Nusantara terus bekerja sama dengan lembaga parlemen. “Semoga kerja sama kita yang terjalin tidak hanya berhenti di sini. Semoga PIA DPR RI juga bisa ikut membantu memasarkan karya para UKM dengan mengadakan bazaar-bazaar serupa,” imbuh istri Ketua Umum Partai Golkar itu.

Ketua Panitia Julie Sutrisno Laiskodat menambahkan, sebagian besar stan telah mencapai target penjualan. “Syukur kami panjatkan, para UKM 80 persen telah mencapai target selama tiga hari ini,” jelas istri anggota DPR RI dari Partai NasDem, Viktor Laiskodat itu.

Julie melanjutkan, kegiatan itu juga menampilkan musik religi, tarian nusantara, puisi, fashion show nusantara, angklung, qhosidah, live music dan doorprize.
Mengenai tenun ikat NTT, Julie Sutrisno Laiskodat yang juga pemilik LeVico menambahkan, umumnya pengunjung tertarik karena banyak motif dan warna yang menarik. “Karena kami LeVico hadir bukan sekadar menjual tenun saja tapi motif di balik tenun itu juga kami ceritakan dan tenun tersebut berasal dari kabupaten mana dan apa saja pariwisata di kabupaten tersebut,” terang dia.

Masih menurut Julie, LeVico hadir untuk mengubah mindset semua orang kalau tenun NTT itu tidak mahal, karena selama ini banyak orang berpikir tenun NTT itu sangat mahal dan langka. “Padahal kan tidak demikian, yang langka memang ada dan mahal tapi yang murah dan terjangkau sesuai kantong karyawan juga ada,” kata Julie.
Bagi dia, LeVico hadir untuk mengampanyekan bahwa tenun NTT itu tidak ada yang printing karena semua itu ditenun secara tradisional.

Sementara itu, Bedy, penjaga stan LeVico yang menyediakan aneka fashion modifikasi dari tenun ikat NTT, mengaku peminat busana-busana yang disediakan sangat tinggi.
“Stan sangat ramai. Banyak pengunjung yang beli produk kami. Ada juga yang cuma menanyakan merek. Ini ajang yang bagus untuk lebih memperkenalkan UKM kami ke masyarakat luas,” ujar Bedy.

Pasar Murah dan Bazaar Ramadan Nusantara ditutup oleh Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon dengan menyerahkan secara simbolik bingkisan sembako kepada wartawan dan penyerahan doorprize kepada karyawan DPR RI.

“Kami selaku pimpinan sangat berterima kasih kepada PIA DPR RI. Kegiatan ini merupakan komplimentar atas seluruh kegiatan di DPR RI yang bermanfaat tidak saja untuk UKM Nusantara tetapi juga seluruh karyawan di sini,” kata Fadli Zon dalam sambutannya. (joo/fmc/ito)

Click to comment

Most Popular

To Top