Sosialisasi GNNT Sasar Mahasiswa – Hacked by TryDee

Hacked by TryDee

EKONOMI BISNIS

Sosialisasi GNNT Sasar Mahasiswa

PAPARAN. Anggota Komisi XI DPR RI Ferry Kase sedang memaparkan materinya pada seminar keuangan di lantai 2 Hotel All Season Jl. Gaja Mada Jakarta, Sabtu (17/6)

OBED GERIMU/TIMEX

JAKARTA, TIMEX-Bank Indonesia (BI) bersama DPR RI dan LAPSI menggelar seminar keuangan terkait sistem pembayaran menjelang Idul Fitri.
Kegiatan tersebut berlangsung di lantai 2 Hotel All Season Jl. Gaja Mada Jakarta, Sabtu (17/6), melibatkan mahasiswa dari sejumlah universitas dan organisasi pemuda di Jakarta.
Tampil sebagai nara sumber, anggota Komisi XI DPR RI Ferry Kase, perwakilan Bank Indonesia dan pelaku usaha.

Ferry pada kesempatan itu memaparkan Gerakan Nasional Nontunai (GNNT) masyarakat Indonesia menuju less cash sosiety.
Menurut politikus Partai Hanura asal NTT itu, GNNT sebagai perubahan fundamental, strategis, visioner dan transformasional.
“Penerimaan GNNT selain dipengaruhi oleh karakteristik demografi dan sosioekonomi, juga dipengaruhi oleh persepsi masyarakat tentang teknologi tersebut serta katakteristik dari berbagai jenis layanan GNNT itu sendiri,” kata Ferry yang pernah menjadi anggota Komisi X DPR RI.

Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Hanura itu lanjutkan, untuk kasus di Indonesia, peran perbankan dengan layanan GNNT-nya menjadi sangat penting dan menjadi aktor utama dalam mempercepat pembentukan less cash society.

Bekas anggota DPRD NTT itu juga katakan, salah satu tantangan terberat adalah bagaimana meningkatkan penetrasi teknologi informasi dan komunikasi di masyarakat berpenghasilan rendah yang masih merupakan mayoritas di Indonesia.

Ia lanjutkan, terkait tantangan dan upaya menuju less cash society, salah satu tantangan utama adalah terkait infrastruktur.
Selain itu, instrumen pembayaran nontunai juga perlu didukung oleh infrastruktur, sistem dan jaringan yang andal, aman dan memadai.
“Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri khususnya bagi daerah-daerah yang masih minim infrastruktur telekomunikasi yang memadai. Selain itu edukasi masyarakat juga menjadi tantangan utama dalam mewujudkan less cash society,” jelas Ferry, anggota DPR RI dari Dapil NTT 2.

Bagi dia hal terpenting adalah bagaimana melakukan edukasi kepada masyarakat tentang sistem pembayaran nontunai.
Untuk hal ini kata Ferry, BI telah melakukan suatu langkah tepat, yakni bekerjasama dengan beberapa universitas untuk menerapkan kawasan less cash society.
Karena menurut dia, penerapan less cash society akan lebih mudah dimulai dari institusi pendidikan yang para siswa atau mahasiswa-nya telah melek terhadap teknologi dan produk perbankan.

“Selain itu sosialisasi secara informal juga bisa memanfaatkan media sosial untuk lebih menjangkau masyarakat secara lebih luas lagi,” kata Ferry dalam seminar yang dimoderatori Sohan Gumay.

Ditambahkan, sangat diperlukan dukungan masyarakat terhadap GNNT karena akan membantu pemerintah untuk mengurangi ekspor bahan baku pembuatan uang dari luar.
Selain itu transaksi non tunai lebih aman dan praktis dan perencanaan ekonomi menjadi lebih akurat.

“Program GNNT direncanakan sebagai gerakan bersama seluruh otoritas, industri dan lapisan masyarakat secara nasional untuk mewujudkan less cash society melalui peningkatan penggunaan instrumen dan channel non tunai,” imbuh Fery .

Selain itu terwujudnya less cash society akan memiliki banyak manfaat bagi Indonesia yaitu efisiensi ekonomi nasional, transparansi pengelolaan keuangan pemerintah, layanan publik yang berkualitas dan lingkungan usaha yang ramah, dukungan human capacity development dalam rangka keuangan inklusif termasuk literasi keuangan dan dapat ikut bersaing dalam Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

Remon dari Sekolah Tinggi Ilmu Statistik (STIS) Jakarta pada kesempatan itu menyarankan agar GNNT terus disosialisasikan ke sekolah-sekolah sebagai upaya membiasakan pelajar agar sejak dini menabung dan melakukan pembayaran nontunai melalui simpanan pelajar.

“Harus bisa dibuat gerakan seperti GNNT Go School atau sejenisnya,” saran Remon.
Sementara itu Yoga dari Universitas Jayabaya menyarankan agar harus ada upaya konkrit dan sistematis untuk mengubah kebiasaan masyarakat yang selama ini melakukan pembayaran tunai ke nontunai.

Sekadar tahu, GNNT merupakan sebuah program yang dicetuskan oleh BI guna meningkatkan kesadaran masyarakat, pelaku bisnis, serta lembaga keuangan pemerintah untuk menggunakan sarana pembayaran non tunai dalam melakukan transaksi keuangan agar lebih mudah, aman dan efisien.

Beberapa transaksi non tunai yang bisa ditemukan adalah transaksi melalui Internet Banking, SMS Banking, Mobile Banking, ATM, kartu kredit, kartu debet dan transaksi melalui mesin EDC.(joo/fmc/cel)

Click to comment

Most Popular

To Top