Lebu Raya: PDIP tidak Diam – TIMOREXPRESS.COM

TIMOREXPRESS.COM

POLITIK

Lebu Raya: PDIP tidak Diam

Hanura NTT Buka Pendaftaran

KUPANG, TIMEX-Ketua DPD PDIP NTT, Frans Lebu Raya angkat bicara terkait dinamika Pilgub NTT 2018 mendatang, terutama di tubuh PDIP, yang begitu menyedot perhatian masyarakat.

Kepada media ini usai acara perpisahan perpisahan Sekda NTT, Frans Salem, Jumat (16/6) lalu mengemukakan, PDIP saat ini tidak diam dan masih dalam proses penyaringan terhadap para calon yang sudah mendaftar di partai tersebut. “Kita tidak diam. Kita sedang berproses,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, karena masih dalam proses, maka tidak perlu ribut-ribut. “Berproseskan tidak perlu ribut-ribut to?” ungkapnya bertanya.
Proses yang dijalankan saat ini, kata Frans, yakni sedang menunggu kapan dilakukan survei elektabilitas para bakal calon yang ada. Dari hasil survei, akan dilihat siapa yang diusung. Setelah itu, para balon baik gubenur maupun wakil gubernur akan dipanggil untuk mengikuti fit and proper test. “Nantinya, yang bakal ditetapkan DPP akan mengikuti sekolah partai,” jelas Gubernur NTT dua periode ini.

Selanjutnya mengenai teman koalisi yang akan diajak PDIP, Frans mengaku semua sedang dibahas dan sedang dalam komunikasi. Jelasnya, lanjut Frans, PDIP pada akhirnya akan mendapatkan teman koalisi. “Kita tidak diam. Komunikasi kita tetap jalan. Semua menunggu finalisasi atas komunikasi yang sedang dibangun,” bebernya.
Menyoal soal adanya anggapan yang menyebut Frans apatis dengan proses yang ada, Ketua DPD PDIP NTT itu langsung membantah. “Saya ini masih ketua DPD PDIP. Saya tidak apatis. Semua masih berproses, sehingga tidak perlu diumbar,” tegasnya.

Saat ditanyai lagi soal selentingan kabar yang menyebutkan PDIP hanya menyiapkan diri untuk mengusung balon wakil gubernur, kembali dengan tegas Frans mengatakan bahwa hingga kini belum ada penetapan apapun dari PDIP. Baik balon gubenur maupun wakil gubernur. “Kita belum tetapkan. Jadi semua masih akan dilihat dan dikaji,” pungkasnya.

Hanura NTT Buka Pendaftaran

Terpisah, Ketua DPD Hanura NTT, Jimmi W. B. Sianto kepada koran ini di Aston Hotel, Sabtu (17/6) menjelaskan, dirinya baru saja mengikuti Rakor di DPP Hanura, 13 Juni lalu. Dalam rakor pihaknya membahas soal peraturan organisasi (PO) Pilkada. Ada kategori daerah yang ditetapkan yakni, kategori A, B dan c. Kategori A persentasi perolehan kursi di DPRD di atas enam persen. Kategori B di bawah enam persen, dan kategori c tidak miliki kursi di DPRD. Dari kategori yang ada, ada 10 daerah termasuk Provinsi NTT yang masuk katgori A. Sedangkan Kabupaten Manggarai Timur masuk kategori B. Untuk kategori A, penetapan balon harus melalui harus survei bekerjasama dengan lembaga survei. Kategori B tidak disurvei tapi memakai hasil survei kredibel dan kategori C sudah pasti penentuan berdasarkan rekomendasi DPC dan DPD.

Dikemukakan, dalam peraturan organisasi, Hanura harus membuka pendaftaran serentak secara serentak diseluruh Indonesia. Ditetapkan pembukaan pendaftaran sejak 20 Juni hingga 31 Juli mendatang. Pendaftaran dilaksanakan oleh kandidat sendiri, tanpa diwakili. “Kalau formulir boleh diambil oleh tim. Daftar harus balon sendiri,” paparnya.
Menurut Jimmi, pendaftaran tidak harus dalam bentuk paket, tapi dalam penentuan dan penetapan dalam bentuk paket. “Melihat tahapan yang ada, bisa-bisa akhir tahun baru ditetapkan paslon gubernur/wagub maupun bupati dan wakil bupati,” terangnya.

Ditanyai adanya kedekatan balon dengan ketua umum partai Hanura sehingga bisa mempengaruhi penetapan, Jimmi mengatakan, partai Hanura profesional. Penetapan bukan karena kedekatan tetapi karena peluang menang. “Tidak begitu,” sergahnya.

Menyoal langkah koalisi poros baru, Jimmi menjelaskan, poros yang digagasnya itu ter berjalan, dan partai berupaya melepas ego. Poros baru ingin mencari pemimpin. “Kader memang prioritas tapi rasional untuk melihat pemimpin yang layak dan pantas untuk NTT,” sebutnya.

Kehadiran Poros Baru katanya tidak sekadar untuk menaikkan posisi tawar, melainkan benar-benar ingin menyeleksi dan mengusung balon yang punya kompetensi. “Saya sudah laporkan keberadaan poros baru ke DPP Hanura. Namun disarankan untuk tetap buka ruang untuk semua partai. (lok/aln)

Click to comment

Most Popular

To Top