Rayakan HUT Ke-59, GMIT Talitakumi Gelar Baksos – Hacked by TryDee

Hacked by TryDee

RAGAM

Rayakan HUT Ke-59, GMIT Talitakumi Gelar Baksos

DONOR DARAH. Ketua Komisi 1 DPRD Kota Kupang Padron Paulus (Kanan), Anggota komisi III DPRD Kota Kupang Jhon G.F.Seran (kiri), saat mendonor darah di gedung kebaktian Talitakumi Pasir Panjang, Sabtu (17/6)

Fenti Anin/Timex

PASIR PANJANG, TIMEX — Menyambut HUT ke-59 GMIT Talitakumi Pasir Panjang, Kaum Bapak Talitakumi menggelar berbagai kegiatan bakti sosial berupa pemeriksaan kesehatan gratis, paps-mear dan donor darah. Kegiatan ini terselenggara atas kerja sama dengan PMI Provinsi NTT, Prodia dan Dinas Kesehatan Kota Kupang. Aksi sosial ini berlangsung di Gedung Kebaktian Talitakumi Pasir Panjang, Sabtu (17/6).

Ketua Kaum Bapak GMIT Talitakumi, Adrianus Talli menjelaskan aksi sosial ini dalam rangka memeriahkan HUT ke-59 GMIT Talitakumi yang jatuh pada 20 Juni.
Sebelumnya, pada 15-16 Juni lalu telah diadakan kebaktian kebangunan rohani (KPI) yang bertempat di gedung kebaktian Talitakumi Pasir Panjang.

Kegiatan sosial selalu dilaksanakan menyambut HUT GMIT Talitakumi. Setidaknya sudah tiga tahun berturut-turut Kaum Bapak mengadakan kegiatan bakti sosial. “Ada donor darah, pengobatan gratis, pemeriksaan kesehatan gratis, dan pas-mear bekerja sama dengan PMI, Dinas Kesehatan Kota Kupang dan Prodia,” katanya.

Menurutnya, mengurus gereja atau menjadi bagian dari gereja bukan hanya memberi pelayanan kepada jemaat, tetapi juga bagi masyarakat luas. Pasalnya, pelayanan kesehatan bukan hanya melibatkan jemaat, tetapi juga semua masyarakat.
Selain donor darah, kegiatan lain yang dilkasanakan adalah kerja bakti membersihkan Pantai Pasir Panjang. Aksi ini melibatkan semua jemaat dan masyarakat sekitar. “Ada lomba-lomba yang digelar panitia hari raya gerejawi untuk internal,” ungkapnya.

Ia berharap, dengan bertambahnya usia gereja yaitu 59 tahun, dapat membangun pelayanan menjadi lebih berkualitas. Bukan hanya di lingkungan gereja, tetapi bisa keluar atau menembus semua lapisan masyarakat. Dengan demikian gereja dapat berkembang dengan lebih membuka diri, dan lebih bersemangat dalam membangun kualitas persekutuan menjadi lebih baik.

Sementara itu, Ketua Majelis Jemaat Talitakumi Pasir Panjang Pdt. Matelda M. Djami Bunga menjelaskan dengan bertambahnya usia gereja yakni 59 tahun, maka pelayanan harus lebih baik. “Bukan hanya pelayanan kepada jemaat tetapi juga kepada masyarakat, dimana gereja mau membuka diri, untuk melayani keluar artinya bukan hanya terbatas pada jemaat sendiri, tetapi kepada semua masyarakat, tanpa melihat perbedaan,” jelasnya.

Menurutnya, gereja mempunyai tugas penting yaitu bagaimana menjadikan jemaat sebagai agen Allah di dunia. Juga menjadi pembawa syalom, artinya jemaat melayani dan memberitakan firman Tuhan dalam kehidupannya sehari-hari, di manapun ia berada. Selalu melakukan hal kasih kepada semua, karena Allah menyelamatkan semua umat manusia bukan hanya orang Kristen. “Berbagai rencana kerja ke depan telah dipersiapkan panitia, yang berhubungan dengan pendidikan, pemberdayaan ekonomi jemaat dan kesehatan, seperti pembangunan klinik, sekolah, aula serbaguna dan pembangunan lapak jual bagi para pedagang,” terangnya.

Selain itu, Frans Riwu selaku Ketua Tim Kerja Kaum Bapak Jemaat Talitakumi Pasir Panjang mengatakan berbagai kegiatan yang digelar Kaum Bapak bertujuan untuk memotivasi serta memberikan contoh bagi kaum muda agar terus berkarya dan bekerja bagi Tuhan

Ia mengungkapkan, agar semua Kaum Bapak dapat memberikan pelayanannya sebagai wujud keimanan kepada Tuhan serta mengajakan kaum muda untuk menggunakan masa muda dengan melayani sesama dan mau bekerja bagi Tuhan. (mg25/sam)

Click to comment

Most Popular

To Top