Modus Bertemu, Buruh Bangunan ‘Gilir’ Pelajar SMP – Timor Express

Timor Express

KRIMINAL

Modus Bertemu, Buruh Bangunan ‘Gilir’ Pelajar SMP

PREDATOR ANAK. Aparat Polsek Kelapa Lima dibawa pimpinan AKP Didik Kurnianto berhasil mengamankan pelaku cabul anak di bawah umur, Peti Patris Nenobita. Tampak pelaku sementara di Mapolsek Kelapa Lima, Senin (10/7)

IST

Diketahui Baru Pacaran Dua Bulan

KUPANG, TIMEX– Kasus kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur di Kota Kupang tenyata marak. Buktinya, untuk semester I (Januari-Juni) 2017 kasus kekerasan terhadap anak di bawah umur yang ditangani Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Kupang sebanyak 23 kasus dengan rincian kekerasan fisik sebanyak empat kasus dan kekerasan seksual sebanyak 19 kasus. Angka ini dipastikan meningkat hingga akhir Desember nanti. Dan kasus kekerasan seksual pun kembali terjadi.

Kali ini, kasus kekerasan seksual itu dialami oknum pelajar di salah satu SMP di wilayah Kota Kupang dengan inisial MT, 13. Korban yang tinggal di Kelurahan Oesapa, Kecamatan Kelapa Lima ini dicabuli oleh seorang pemuda tanggung, Peti Patris Nenobita, 22, yang seharian berprofesi sebagai buruh bangunan.

Oleh pelaku yang tinggal di sebuah kos-kosan di wilayah Kelurahan Oesapa, nekad melakukan perbuatan bejatnya dengan modus ingin bertemu korban. Akibatnya, korban yang juga kekasihnya itu harus kehilangan mahkotanya pada Senin (10/7) sekira pukul 01.00. Kejadian yang dialami korban ini pun akhirnya diketahui pelapor, Daniel D. Aty, 45. Pasalnya, pada Minggu (9/7) sekira pukul 22.00, anak pelapor berinisial NA membangunkan pelapor lantara korban tak ditemukan di kamar tidur.

Setelah dilakukan pencarian, Senin dini hari (10/7) sekira pukul 02.00, korban pun kembali ke rumah pelapor. Ketika ditanya pelapor, korban mengaku kalau dirinya keluar dari kamar tidur dan bertemu dengan pelaku di kos. Kapolres Kupang Kota, AKBP Anthon C. Nugroho yang diwawancarai Timor Express melalui Kapolsek Kelapa Lima, AKP Didik Kurnianto Selasa (11/7) di ruang kerjanya membenarkan adanya kejadian pencabulan terhadap anak di bawah umur itu. Dijelaskan Didik, kasus pencabulan itu terjadi pada Senin subuh (10/7) sekira pukul 01.00 bertempat di belakang kos pelaku, Peti Patris Nenobita.

“Pelaku Peti Patris Nenobita mengaku, malam itu ia dihubungi korban MT untuk menemui korban di rumah pelapor, Daniel D. Aty. Tapi, pelaku menolak dengan alasan sudah larut malam,” ujar mantan Kasat Reskrim Polres Kupang Kota ini. Namun, sebut Didik lagi, pelaku mengaku bahwa korban tiba-tiba datang menemui dirinya di belakang kos hingga korban pun dicabuli pelaku sebanyak satu kali.

Akan tetapi, kata Kapolsek Kelapa Lima, korban MT yang diperiksa mengaku, ia dikirimi pesan singkat oleh pelaku dengan kata-kata, ‘Datang su b su dibelakang’. Saat itu juga korban langsung menemui pelaku di belakang kos. “Pelaku sempat bilang ke korban, ‘mari sudah, cepat sa’. Perkataan pelaku justru tak dimengerti oleh korban. Saat itu, korban mengaku ingin pulang ke rumah namun dipaksa pelaku untuk melakukan hubungan badan,” ujar Didik.

“Kita sudah terima laporan dari pelapor, Daniel D. Aty pada Senin (10/7) sekira pukul 12.00. Pelaku langsung kita jemput di kosnya. Saat ini, pelaku sudah kita tahan di Mapolsek Kelapa Lima untuk menjalani proses hukum,” tegas Kapolsek sembari katakan, pelaku Peti Patris Nenobita sudah ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat Pasal 81 dan atau Pasal 82 Undang-undang RI Nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. Korban, ujar Didik, juga sudah dibawa ke RS Polisi Bhayangkara Kupang dan dilakukan visum. (gat)



Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!