6.000 Siswa Terancam tak Diterima – Timor Express

Timor Express

RAGAM

6.000 Siswa Terancam tak Diterima

DAFTAR. Para orangtua siswa saat hendak mendaftarkan anak-anak mereka di SMP Negeri 2 Kupang, Selasa (11/7) lalu.

FENTI ANIN/TIMEX

PPDB TINGKAT SMP

Di Sekolah-sekolah Negeri
Jumlah Pendaftar Capai 11 Ribu

KUPANG, TIMEX – Jumlah siswa baru untuk tingkatan Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang telah mendaftar dalam masa penerimaan peserta didik baru (PPDB) secara online di 20 SMP negeri di Kota Kupang hingga Jumat (17/7), sudah berjumlah 11 ribu lebih. Jumlah tersebut diperkirakan melebihi kuota rombongan belajar yang disiapkan sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Kupang, Filmon Lulupoi kepada wartawan di Kupang, Jumat (14/7) mengatakan
jumlah siswa baru yang telah mendaftar saat ini telah melebihi kuota rombongan belajar (Rombel) yang disiapkan sekolah sebanyak 184 rombel. “Kalau sesuai Peraturan Menteri Pendididkan dan Kebudayaan (Permen) No. 17 tahun 2017 untuk setiap Rombel jumlah maksimal menampung 32 siswa, maka kalau dikalikan dengan 184 rombel, maka hanya 5.888 siswa yang bisa terakomodir di 20 sekolah negeri di Kota Kupang,” katanya.

Filmon mengaku, dengan terbatasnya rombel yang ada, pihaknya berencana akan melakukan konsultasi dengan pihak Kemendikbud agar diperkenankan lagi menyiapkan rombel tambahan, mengingat jumlah siswa yang bakal tidak terakomodir cukup banyak. “Dalam waktu dekat kami akan melakukan konsultasi ke kementerian mengingat tanggal 17 Juli sudah pengumuman nama-nama siswa yang diterima masuk sekolah,” katanya.

Ia mengaku, konsultasi perlu dilakukan, mengingat pemerintah tidak bisa seenaknya menambah rombel seperti tahun-tahun sebelumnya, karena ada sanksi ikutan bagi sekolah yang menambah kuota rombel atau kapasitas rombel diubah jumlahnya. Sanksi yang diberikan cukup berat. Apabila jumlah rombel ditambah, sesuai Permendikbud, sanksinya berupa siswa tidak mendapat dana BOS. Siswa tidak terdata dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik) untuk mengikuti ujian akhir, serta para guru yang mengajar pada rombel tambahan, tidak mendapat tunjangan sertifikasi guru.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Kupang, Theodora Ewalde Taek mengatakan Komisi IV sudah melakukan rapat koordinasi dengan Dinas Pendidikan, petang kemarin. Rakor ini dalam rangka mencari solusi terkait penerimaan siswa baru yang menggunakan sistem online. Di dalamnya juga mengatur soal zonasi dan jumlah minimal rombongan belajar pada 20 sekolah negeri di Kota Kupang. Sesuai kuota, hanya lima ribuan siswa dari 11 ribuan yang mendaftar yang akan diterima. Sisanya sebanyak enam ribuan bakal tak diterima di sekolah negeri.

“Dengan PPDB online ini maksimal siswa per kelas hanya 32 orang, sehingga masih ada siswa yang tidak terakomodir. Mka itu rapat koordinasi ini guna mencari solusinya,” kata Walde.

Ia menjelaskan, sesuai dengan surat edaran Mendikbud Nomor 3 tahun 2017 tanggal 16 Juli 2017, ada poin yang mengatur tentang zonasi. Namun kalau ada persoalan maka bisa dikonsultasikan kembali ke kementerian. “Kami takut misalnya siswa yang dekat sekolah tidak diterima karena kuotanya sudah pas lalu tidak diakomodir, maka sebaiknya membuka tambahan satu ruang belajar. Namun ini akan menuai masalah. Karena itu perlu dikonsultasikan ke kementerian,” kata Walde. (sam)



Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!