Judi Samgong, Oknum Anggota DPRD Kota Ditangkap – Timor Express

Timor Express

KRIMINAL

Judi Samgong, Oknum Anggota DPRD Kota Ditangkap

EKSPOSE KASUS. Dirkrimum, Bombes Pol. Yudi A. B. Sinlaeloe didampingi Kabid Humas, Kombes Pol. Jules A. Abast sementara memberikan penjelasan terkait penangkapan empat pelaku judi Samgong di Sikumana pada Selasa (18/7)

GATRA BANUNAEK/TIMEX

Bersama Tiga Rekannya
Uang Tunai 4 Juta dan Kartu Ikut Diamankan

KUPANG, TIMEX – Apes benar nasib oknum anggota DPRD Kota Kupang yang satu ini. Karena bermain judi kartu Samgong bersama tiga orang rekannya, Robby Y. K. Kan A.Ma akhirnya diciduk Tim Satgas Judi Ditreskrumum Polda NTT.

Oknum anggota DPRD Kota Kupang dari Fraksi Hanura ini diciduk bersama tiga orang rekannya masing-masing Paulus Elizama Mengga alias Boy Mengga, Beni Sinlaeloe dan Roby Nomleni. Para spesialis judi Samgong ini ditangkap pada Senin (17/7) pukul 19.00 di rumah kontrakan milik Beni Sinlaeloe di wilayah Kelurahan Sikumana, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang.

Mereka langsung dibawa ke Mapolda NTT untuk menjalani proses hukum. Dari tangan mereka, Tim Satgas Judi Ditreskrimum Polda NTT juga mengamankan satu pasang kartu sebanyak 52 lembar dan uang tunai senilai Rp 4 juta yang terdiri dari pecahan 100 ribu sebanyak 39 lembar dan pecahan 50 lembar sebanyak dua lembar. Oleh penyidik Ditreskrimum Polda NTT, para pelaku judi itu sudah ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat Pasal 303 BIS ayat (1) ke-1 dan ke-2 KUHP.
Dalam ekspose kasus judi Samgong Selasa (18/7) di Mapolda NTT, Dirkrimum, Bombes Pol. Yudi A. B. Sinlaeloe didampingi Kabid Humas, Kombes Pol. Jules A. Abast tegaskan, penangkapan para pelaku judi samgong itu dilakukan Tim Satgas Judi setelah diterima informasi dari warga terkait adanya aktivitas judi tersebut. “Senin sore, Tim Satgas Judi mendapat informasi dari warga bahwa ada aktivitas judi dengan TKP di Sikumana. Tim Satgas Judi langsung bergerak ke lokasi dan didapati ada aktivitas judi yang dilakukan oleh Robby Y.K. Kan, Paulus Elizama Mengga alias Boy Mengga, Beni Sinlaeloe dan Roby Nomleni,” tegas Yudi.

Ketika ditangkap, para pelaku judi tak melakukan pelawanan dan hanya bisa pasrah. Sesuai keterangan sementara yang sudah kita lakukan bagi para tersangka, taruhan uang paling kecil yang dilakukan yakni Rp 50 ribu. “Para tersangka tidak kita tahan karena ancaman hukuman sesuai pasal yang dikenakan yakni empat tahun ke bawah. “Mereka tidak kita tahan tapi proses hukum tetap berlanjut,” kata Dirkrimum Polda NTT ini. Sementara untuk tersangka Beni Sinlaeloe, Yudi tegaskan, kasus apapun mau keluarganya dirinya tak mau memberikan toleransi. “Kasus apapun mau keluarga saya, saya tidak toleransi. Dulu ada kasus trafficking dan sekarang judi. Mau dia siapapun pegawai, anggota polri atau siapapun tetap kita akan proses hukum,” ujarnya blak-blakan.

Dirinya juga tegaskan, pihaknya akan segera menerjunkan Tim Satgas Judi ke semua wilayah Kabupaten di NTT. Pasalnya, ada indikasi maraknya kasus judi di beberapa kabupaten di NTT. “Kita minta semua pihak yang tahu ada aktivitas judi supaya dilaporkan ke kita supaya ditindaklanjuti. Dan dari hasil pemeriksaan sementara, mereka yang kita tangkap sementara bermain judi itu hanya berteman saja,” ucapnya. Disinggung terkait aktivitas judi yang dilakukan keempat tersangka, dirinya pastikan itu bukan hobi karena memang taruhan uang paling kecil nominalnya Rp 50 ribu. Sementara untuk tersangka Paulus Elizama Mengga alias Boy Mengga merupakan mantan napi karena kasus judi. Sebelumnya, tersangka Paulus Elizama Mengga alias Boy Mengga sempat ditangkap karena judi kupon putih (KP) pada April 2016 lalu dan dihukum pidana penjara karena kasus judi KP selama tujuh bulan. Dia juga pertegas bahwa untuk penangnan kasus judi di oleh Polda NTT selama tahun 2016 sebanyak 47 kasus. Sementara untuk penanganan kasus judi semester I (Januari-Juni) tahun 2017 ini sebanyak 11 kasus judi. (gat)



Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!