Cabuli ABG, Meky Diciduk Polisi – Timor Express

Timor Express

KRIMINAL

Cabuli ABG, Meky Diciduk Polisi

PREDATOR ANAK. Meky, oknum sopir yang berhasil diciduk Tim Buser Polres Kupang Kota di kediamannya di Oesapa. Tampak pelaku sementara berada di Mapolres Kupang Kota, Jumat (21/7).

GATRA BANUNAEK

Pakai Modus Jalan-jalan Sambil Tagih Utang

KUPANG, TIMEX– Meky, 29, oknum sopir yang tinggal di wilayah Kelurahan Oesapa, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang harus mendekam di balik jeruji Mapolres Kupang Kota. Pemuda tanggung ini berhasil ditangkap Tim Buru Sergap (Buser) Polres Kupang Kota pada Jumat (21/7) sekira pukul 13.00 bertempat di kediamannya di Kelurahan Oesapa. Pria asal Kolbano, Kabupaten TTS ini dipolisikan karena diduga mencabuli salah seorang anak baru gede (ABG) yang juga oknum siswi SMP Kelas II di salah satu SMP di wilayah Kota Kupang berinisial TL, 13. Ketika ditangkap Tim Buser Polres Kupang Kota di rumahnya, Meky hanya bisa pasrah akibat ulahnya mencabuli anak di bawah umur.

Kepada Timor Express di Mapolres Kupang Kota petang kemarin, pelaku mengaku, sebelum kejadian yakni pada Kamis (20/7), ia meminjam satu unit mobil merk Daihatsu Xenia warna hitam dengan nomor polisi (nopol) DH 1376 AE milik kenalannya dengan alasan ingin mengantar ban mobil di seputaran Matani atau persisnya di belakang kampus Undana. Bukannya ke Matani, pelaku justru mengemudikan mobil pinjaman itu menuju ke terminal Penfui.

Tiba di terminal Penfui, urainya, ia melihat korban yang baru pulang dari sekolah sementara berdiri sambil menunggu jemputan. “Beta awalnya pinjam oto mau antar ban ke Matani. Tapi beta pake oto jalan-jalan ke Penfui. Pas beta sampai di terminal Penfui, beta ketemu dia (TL). Beta langsung panggil dia,” ungkap Meky. Saat itu, pelaku sempat mengaku ke korban bahwa dirinya mengenal orang tua korban. Karena pengakuan pelaku itulah, maka korban percaya dan langsung naik ke atas mobil yang dikemudikan pelaku.

Setelah korban naik ke atas mobil, pelaku bukannya mengantar korban kembali ke rumahnya. Oleh pelaku, korban lalu diajak ke Matani dengan alasan ingin menagih utang. Karena tujuannya tak jelas, maka korban sempat menanyakan ke pelaku tentang tujuan perjalanan mereka pada Kamis siang lalu. Korban sempat memaksa pelaku untuk mengantarnya pulang. Tak mau kalah strategi, pelaku justru balik mengancam korban akan membunuhnya jika korban berteriak dan tidak mau menuruti permintaan pelaku. “Beta sempat paksa dia untuk bukan rok. Beta hanya mau lihat saja isi di dalam roknya. Tapi dia tidak mau maka beta ancam lagi mau bunuh,” ujar pelaku. Tak hanya mengancam akan membunuh korban saja, pelaku bahkan nekad mendekap mulut korban sehingga korban tak bisa berteriak.
Selanjutnya, pelaku membawa korban menuju ke Bukit Cinta dengan tujuan untuk melancarkan aksi bejatnya lagi. Namun, korban memilih membuka pintu mobil dan langsung lari meninggalkan pelaku dan mobil di Bukit Cinta. Ini setelah pelaku memarkir mobil di Bukit Cinta. Pelaku mengaku ketika sampai di Bukit Cinta, korban AL langsung membuka pintu mobil dan lari meninggalkan korban dan mobil. “Beta mau kasi dia uang Rp 50 ribu tapi dia buka pintu oto dan langsung lari,” urai pelaku.

Kapolres Kupang Kota, AKBP Anthon C.Nugroho yang diwawancarai Timor Express melalui Kasat Reskrim AKP Alnofriwan Zaputra membenarkan adanya penangkapan bagi pelaku pencabulan terhadap anak di bawah umur dengan nama Meky. “Pelaku pencabulan terhadap anak di bawah umur, Meky sudah kita tangkap. Dia kita tangkap karena ada laporan dari orang tua korban TL bahwa pelaku sudah mencabuli TL. Saat ini, dia sudah kita tahan di sel tahanan Mapolres Kupang Kota. Kita masih harus interogasi pelaku untuk mengetahui motif pelaku mencabuli korban,” jelas Alnof sapaan akrabnya. (gat)



Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!