Titus Uly Jadi Nama RS Bhayangkara – Timor Express

Timor Express

RAGAM

Titus Uly Jadi Nama RS Bhayangkara

TANDATANGAN. Kapolda NTT, Irjen Pol. Agung Sabar Santoso sementara menandatangani peresmian penamaan RSB Tingkat III Titus Uly disaksikan semua pihak yang hadir Jumat (21/7).

GATRA BANUNAEK

Wujud Penghormatan dan Pengabdian untuk Polri

KUPANG, TIMEX- Setelah tertunda peresmian penamaan untuk Rumah Sakit Bhayangkara (RSB) Tingkat III pada 11 Juli lalu, Jumat (21/7) pukul 08.30, Kapolda NTT Irjen Pol. Agung Sabar Santoso akhirnya meresmikan penamaan untuk RSB. Dan nama yang diberikan untuk RSB yakni Drs.Titus Uly selaku Kasdak XVII NTT. Selain meresmikan penamaan RSB Tingkat III Kupang, Kapolda NTT juga meresmikan ruang intensive care unit (ICU) dan ruang rawat inap Cendana.

Hadir dalam seremonial penamaan RSB Kupang dan peresmian ICU dan ruang rawat inap Cendana, Kabiddokkes Polda NTT, Kombes Pol. dr. Retnawan Pujiatmika, Kepala RSB Kupang, AKBP dr.Martinus Ginting, para pejabat tinggi Polda NTT, Irjen Pol (P) Jacky Uly (anak Titus Uly sekaligus mantan Kapolda NTT), istri Titus Uly Ny.Leone Victoria Uly-Tanya, keluarga besar Uly, keluarga besar RSB Kupang serta para undangan lainnya.

Kegiatan kemarin diawali dengan pembacaan riwayat hidup Drs Titus Uly. Selanjutnya, Kabiddokkes Polda NTT, Kombes Pol. dr. Retnawan Pujiatmika dalam sambutannya katakan dirinya mengapresiasi Drs Titus Uly atas semua jasa-jasanya yang tak terhingga di dunia kepolisian. Oleh karena pengabdiannya itu, maka tidak ada salahnya jika nama Titus Uly diabadikan menjadi nama RS Bhayangkara Tingkat III. “Semoga dengan penamaan ini, RSB semakin maju dan menjadi andalan kesehatan bagi masyarakat di Kota Kupang,” ujar Retnawan.

Kapolda NTT, Irjen Pol. Agung Sabar Santoso juga menyampaikan, pemberian nama pada RSB ini merupakan apresiasi dan penghormatan untuk Titus Uly selama mengabdikan diri di kepolisian. Selain itu, Titus Uly juga sudah menginspirasi seluruh anggota Polri di NTT. “Dalam sejarah singkatnya, Titus Uly sempat menyembunyikan para pejuang NTT salah satunya yakni El Tari ketika masa pergolakan dulu. Ini artinya, beliau korbankan dirinya untuk sesuatu yang lebih besar. Semangat patriotisme itu yang perlu ditularkan dan harus terus kita lanjutkan,” ujar jenderal dengan dua bintang dipundak ini.

Dia tegaskan, RSB selama ini sudah menerapkan pola humanis dalam melayani semua masyarakat yang membutuhkan pertolongan medis. “Dalam catatan sejarah, Titus Uly pernah menjabat sebagai Komdak NTT tahun 1951-1952. Semua pengorbanan dan dedikasi yang sudah diberikan untuk korps Bhyangkara harus dicontoh. Saya atas nama pimpinan Polri di NTT dengan penuh rasa bangga juga mencanangkan RSB Tingkat III ini dengan nama Drs Titus Uly,” kata Kapolda NTT ini.

Dengan nama Titus Uly maka diharapkan mampu memotivasi dan mengilhami seluruh anggota Polri di Polda NTT, karyawan dan dokter RSB Tingkat III Titus Uly untuk senantisasi memberikan pelayanan yang baik bagi masyarakat terutama pelayanan kesehatan di wilayah NTT. “Dengan pemberian nama RSB ini maka pelayanan menjadi tantangan terbesar dan itu harus didukung dengan kinerja dan pelayanan yang lebih baik untuk jawab tantangan pelayanan kesehatan di NTT ke depan,” ungkap Kapolda NTT.

Dia juga berharap agar manajemen RSB Tingkat III Titus Uly tetap mempertahankan dan mengutamakan pelayanan daripada biaya. “Masalah biaya belakangan dan yang harus diutamakan adalah pelayanan. Utamakan aspek sosial dalam melayani pasien. Peliharalah sarana dan prasarana terutama kebersihan sehingga RSB Tingkat III Titus Uly bisa menjadi lebih baik,” katanya. Ke depan, pihaknya juga akan terus melakukan pembenahan untuk melayani pasien terutama penambahan fasilitas dan tenaga dokter serta tenaga perawat. Pihaknya juga berjanji akan mendatangkan alat untuk penyakit jantung.

Sementara Irjen Pol (P) Jacky Uly dalam sambutannya mewakili keluarga juga bercerita banyak terkait kesederhanaan sosok Titus Uly. “Ketika saya sedang bertugas di Timor Leste (DRTL), ayah saya yang sudah purna tugas masih saja mendampingi beberapa orang utusan berangkat ke Timor Leste. Padahal, waktu itu situasi di Timor Leste masih ada kegiatan operasi,” ujar Jacky mengigat kembali perjuangan ayahnya Titus Uly waktu itu. Lebih dari itu, ayahnya ketika masih bertugas juga sempat berangkat ke Jogja untuk mengambil senjata sementara ibundanya sementara mengandung.

Semua yang dilakukan Titus Uly, sebut dia, menunjukan dedikasi dan pelayanan yang benar-benar loyal. “Apa yang dilakukan ayah saya waktu itu benar-benar menunjukan contoh kesederhanaan yang luar biasa. Bahkan, ayah saya dikuburkan saja di TPU Mapoli. Sebelum meninggal dunia, ayah saya juga dirawat di RSB Kupang. Yang pasti, bahwa saya ucapkan terima kasih banyak atas semua penghargaan untuk ayah saya dari Polri. Ini sesuatu yang luar biasa,” ucapnya singkat.

Usai sambutan, seremonial dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti penamaan RSB Tingkat III Titus Uly oleh Kapolda NTT, Irjen Pol. Agung Sabar Santoso dilanjutkan dengan menekan tombol sirene dan pembukaan selubung papan nama RSB Tingkat III Titus Uly. Sementara pelepasan balon dilakukan oleh Irjen Pol (P) Jacky Uly disaksikan semua pihak yang hadir pagi kemarin. Tak lupa, Kapolda NTT juga berkesempatan meresmikan ruang ICU dan ruang rawat inap Cendana. Pada kesempatan kemarin, manajemen BNI juga memberikan bantuan satu unit ambulans yang diserahkan secara simbolis dan diterima Kapolda NTT. (gat)



Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!