Perekrut Resmi jadi Tersangka TPPO – TIMOREXPRESS.COM

TIMOREXPRESS.COM

KRIMINAL

Perekrut Resmi jadi Tersangka TPPO

93 Orang CTK Asal Malaka Dipulangkan

KUPANG, TIMEX-Penyidik Polres Kupang Kota menetapkan Haruna, 41, warga Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) sebagai tersangka Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dalam kasus 93 calon tenaga kerja (CTK) asal Malaka. Penyidik menetapkan Haruna sebagai tersangka setelah memeriksa 93 orang CTK asal Kampung Namfalus, Desa Rainawe, Kecamatan Kobalima, Kabupaten Malaka, Selasa (25/7).

Haruna dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) Sub Pasal 10 Undang-undang Nomor 21/2007 tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Namun demikian, Haruna tak ditahan aparat kepolisian Polres Kupang Kota karena ancaman hukuman bagi pelaku TPPO di bawah lima tahun kurungan.

Kapolres Kupang Kota, AKBP Anthon C. Nugroho melalui Kasat Reskrim, AKP Alnofriwan Zaputra malam tadi mengatakan, ke-93 orang CTK asal Malaka itu sudah diserahkan ke Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) Provinsi NTT untuk proses pemulangan. “Mereka sudah kita serahkan ke Dinas Nakertrans Provinsi NTT untuk dipulangkan ke kampung halamannya setelah proses BAP di Mapolres Kupang Kota,” kata Alnof.

Dia menegaskan, pihaknya juga sudah melakukan gelar perkara untuk kasus TPPO dengan jumlah korban 93 orang itu. “Kita sudah lakukan gelar perkara untuk kasus TPPO itu pada Selasa (25/7) malam. Haruna, 41, warga Kabupaten Gowa, Provinsi Sulsel sudah kita tetapkan sebagai tersangka. Dia tidak kita tahan karena ancaman hukumannya di bawah lima tahun penjara. Namun, proses hukumnya tetap kita lanjutkan,” jelas Alnof, sapaan akrab Kasat Reskrim Polres Kupang Kota ini.

Masih menurut dia, pihaknya melalui penyidik Satreskrim Polres Kupang Kota segera melayangkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) ke Kejari Kota Kupang agar proses pemberkasan bagi tersangka segera dilakukan. “Kita segera layangkan SPDP ke Kejari Kota Kupang. Dengan SPDP tersebut, maka kita bisa melakukan pemeriksaan serta pemberkasan bagi tersangka Haruna,” pungkas Alnof.

Kepala Dinas Nakertrans NTT, Bruno Kupok yang dikonfirmasi melalui Kepala Bidang Pengawasan, Thomas Suban Hoda menjelaskan, 93 CTK tersebut sudah dipulangkan ke daerah asal melalui Dinas Nakertrans Kabupaten Belu, Malaka dan TTS. “Semuanya sudah diserahkan ke Dinas Nakertrans kabupaten masing-masing pada sore dan jam tujuh malam, Rabu (26/7),” kata Thomas.

Ditanya terkait pembiayaan proses pemulangan para CTK, Thomas mengatakan, semua dibiayai Pemprov NTT. “Kita sudah biayai pemulangan dan sudah sampai di tempat tujuan,” tutup Thomas malam tadi. (gat/cel/ito)

Click to comment

Most Popular

To Top