Jambret, Sembilan ABG Ditangkap – timorexpress.fajar.co.id

timorexpress.fajar.co.id

KRIMINAL

Jambret, Sembilan ABG Ditangkap

Mengaku Beraksi di Tujuh TKP, BB Hasil Jambret Dijual Murah

KUPANG, TIMEX- Tim Buru Sergap (Buser) Polres Kupang Kota berhasil menangkap sembilan orang pelaku jambret yang masih berstatus di bawah umur alias anak baru gede (ABG). Penangkapan awal dilakukan terhadap dua pelaku masing-masing ARB, 16, oknum pelajar di salah satu SMA di bilangan Naikoten I serta salah seorang rekannya yakni RK, 16, yang juga masih berstatus pelajar. Usai menangkap ARB dan RK, interogasi pun dilakukan sehingga sejumlah rekannya yang selama ini melakukan aksi jambret pun ikut diciduk. Mereka adalah AND, 16, BA, 17, GT, 16, JA, 16, JMb, 16 dan BA, 16.

ARB dan RK diciduk Tim Buser Polres Kupang Kota pada Sabtu (29/7) malam sekira pukul 22.30 karena menjambret di seputaran kantor BI lama. Sabtu (29/7), sekitar pukul 22.30 wita, pelaku ARB dan RK menjalankan aksinya di seputaran kantor BI lama. Ketika melakukan aksi jambret, kedua pelakunya mengendarai sepeda motor merk Honda Scoopy warna hitam milik rekan mereka JA.

Modus operandi yang dipakai kedua pelaku yakni berkeliling Kota kupang pada malam hari dan ketika mendapati target, pelaku lalu menjalankan perbuatan tak terpujinya itu. Sasaran pelaku jambret yang masih dibawah umur Sabtu malam itu yakni Nurhayati, 21, warga Kelurahan Fontein, Kecamatan Kota Raja, Kota Kupang. Satu buah telepon genggam merk Samsung A5 milik korban yang disimpan di dashboard sepeda motor dirampas secara paksa karena saat itu sepeda motor kedua pelaku memepet sepeda motor korban ketika korban sementara dalam perjalanan pulang ke rumah.

Usai mendapatkan targetnya, kedua korban lalu menuju ke seputaran Kelurahan Kuanino dan nongkrong. Minggu (30/7), telepon genggam merk Samsung A5 yang dijambret kedua pelaku diserahkan ke tiga orang rekannya masing-masing Opa, Jovan dan Leko sehingga telepon genggam itu dijual ke Mas Budi yang tinggal di Pasar Inpres Naikoten I dengan harga Rp 1.400.000.

Dari hasil interogasi yang dilakukan aparat kepolisian Polres Kupang Kota, diketahui kalau para pelaku jambret ini sudah beraksi lebih dari tujuh kali di sejumlah lokasi berbeda di wilayah Kota Kupang. Sekedar diketahui, pelaku jamret AND dan BA diketahui pernah menjambret Jalan Sesawi, Kelurahan Maulafa Kecamatan Maulafa dengan barang bukti satu unit telepon genggam merk Iphone 4. Ketika beraksi, kedua pelaku jambret ini menggunakan sepeda motor merk Honda Beat dengan nomor polisi DH 2812 HJ milik JM. Barang bukti telepon genggam oleh kedua pelaku dijual dengan harga Rp 1 juta di pasar Naikoten I.

Keduanya juga mengaku pernah menjambret di depan SMUN 4 Kupang, Kelurahan Penfui, Kecamatan Maulafa dengan barang bukti berupa satu buah telepon genggam merk Samsung V. Saat menjakankan aksinya, kedua pelaku mengendarai sepeda motor merk Honda Scoopy milik JA. Barang bukti telepon genggam itu kemudian dijual di salah satu lapak jualan di samping RSUD Prof. DR. W. Z. Johannes Kupang dengan harga Rp 500.000.

Sementara pelaku jambret lain yakni GT dan RK mengaku pernah mencuri telepon genggam merk Xiomi Redmi Note dengan lokasi jambret di depan Pasar Kuanino. Ketika itu, kedua pelaku mengendarai sepeda motor merk Honda Beat dengan pomor polisi DH 2812 HJ milik JMb. Dan barang bukti telepon genggam itu kemudian di jual ke Mas Budi di Pasar Inpres Naikoten I dengan harga jual Rp 600.000. Pelaku ARB dan RK juga mencuri telepon genggam di depan kantor Telkomsel, Kelurahan Oebufu, Kecamatan Oebobo, di Jalan Palapa Kelurahan Oebobo, Kecamatan Oebobo, di Strat A Kelurahan Oeba, Kecamatan Kota Lama.

Kapolres Kupang Kota, AKBP Anthon C. Nugroho kepada Timor Express Selasa (1/8) membenarkan adanya penangkapan sembilan orang pelaku jambret yang masih berstatus pelajar itu. “Saat ini kita masih terus gencar melakukan interogasi para pelaku dan juga para saksi untuk mengetahui motif penjambretan tersebut. Ada tujuh TKPsesuai pengakuan para pelaku,” tegas sosok nomor satu di Mapolres Kupang Kota ini. Karena para pelaku masih di bawah umur, maka orang tua mereka juga dipanggil untuk mendampingi para pelaku ketika pemeriksaan. (gat)

Click to comment

Most Popular

To Top