Polisi Tunggu Hasil Visum – Timor Express

Timor Express

RAGAM

Polisi Tunggu Hasil Visum

EVAKUASI. Tim Inafis Polres Kupang Kota dan anggota Polsek Maulafa sementara mengevakuasi jasad Moses Koroh, duda yang tewas di kamar tidur Jumina Kabnani, Senin (31/7).

GATRA BANUNAEK/TIMEX

Duda Dimadu Janda Hingga Tewas, Diduga Overdosis Ramuan Herbal

KUPANG, TIMEX- Diduga akibat overdosis ramuan herbal, Moses Koroh, 72, harus meregang nyawa di kamar tidur Jumina Kabnani, 44. Nahas yang dialami kakek setengah abad lebih ini terjadi di kamar tidur Jumina Kabnani ketika keduanya sementara hoho hihi (memadu kasih, red) di atas tempat tidur. Korban tewas diketahui sudah menduda dan kekasihnya, Jumina Kabnani sudah menjanda. Keduanya juga diketahui sudah menjalin hubungan asmara sekira empat tahun. Apes yang dialami Moses Koroh yang juga pensiunan guru ini pada Senin (31/7) sekira pukul 10.30 bertempat di kediaman Jumina Kabnani persisnya di kamar tidur, wilayah RT 23/RW 10, Kelurahan Oepura, Kecamatan, Maulafa, Kota Kupang.

Berdasarkan kronologis yang disampaikan Kapolres Kupang Kota, AKBP Anthon C. Nugroho melalui Kapolsek Maulafa, Kompol I Gusti Putu Parwata disebutkan, sebelum korban Moses Koroh tewas, ia sempat bertamu ke rumah Jumina Kabnani sekira pukul 10.00. Jumina Kabnani menjelaskan, kata I Gusti, Senin pagi sekira pukul 10.00 korban bertamu ke rumahnya. Ketika bertamu, korban masuk ke dalam rumah melewati pintu belakang dan langsung mengetuk pintu kamar Jumina. Mendengar ada yang mengetuk pintu kamar, Jumina langsung bergegas keluar dan mendapati korban sudah ada di kamar tengah. Lalu, korban dan Jumina berjalan menuju ruang tamu.

Di ruang tamu, korban mengajak Jumina untuk memadu kasih namun permintaan korban ditolak. Korban sempat mengajak untuk kedua kali tetapi Jumina tetap saja menolak. “Korban bertamu ke rumah Jumina Kabnani dan saat itu korban masuk melalui pintu belakang. Di dalam rumah, korban mengajak Jumina untuk berhubungan badan namun ditolak. Jumina pun masuk ke ruang tengah dan saat itu korban membuntuti. Korban pun langsung masuk ke kamar tidur korban. Melihat korban masuk ke kamar, Jumina juga ikut masuk ke dalam kamar dan keduanya pun memadu kasih,” sebut Kapolsek Maulafa.

Ketika sementara memadu kasih, jelas I Gusti, tiba-tiba korban terjatuh ke lantai dan kepala belakangnya membentur lantai. Jumina yang panik saat itu langsung mengenakan pakaiannya termasuk mengenakan pakaian ke korban kemudian meminta bantuan ke salah seorang anaknya, Ferderika Faot yang sementara tidur di kamar. Ketika saksi Ferderika Faot meminta tolong ke luar rumah, saksi mendapati seorang pegawai koperasi lalu keduanya masuk ke kamar dan membantu mengotong jasad korban ke ruang tengah. “Melihat kondisi korban yang tak sadarkan diri, Jumina kemudian mengoleskan minyak gosok ke tubuh korban termasuk ke kepala korban dengan harapan korban bisa sadarkan diri,” cerita Kapolsek Maulafa. Saat itu juga, tetangga korban yang mengetahui kejadian itu langsung memadati rumah Jumina Kabnani.

Sementara berdasarkan keterangan saksi Ferderika Faot, lanjut Kapolsek Maulafa, ketika ibunya dan korban masuk ke dalam kamar saksi Ferderika Faot tak tahu karena saat itu saksi sementara tidur. “Saksi Ferderika Faot mengaku saat dirinya sementara tidur, tiba-tiba ia dipanggil ibunya, Jumina Kabnani. Ketika masuk ke kamar ibunya, Ferderika melihat korban sementara tergeletak di lantai. Selanjutnya, saksi Ferderika lalu meminta bantuan tetangga sekitar,” kata I Gusti. Saat itu, saksi Ferderika menelpon seseorang yakni Bapak Lakamau untuk membantu mendoakan korban dengan harapan tak terjadi apa-apa pada korban.

Dijelaskan, sekira pukul 12.00, piket Polsek Maulafa mendapat informasi dari warga bahwa ada warga yang meninggal tak wajar di rumah Jumina Kabnani. Saat itu juga anggota Polsek Maulafa langsung turun ke lokasi dan melakukan olah TKP. “Ketika anggota saya tiba di lokasi, korban didapati sudah meninggal dunia. Korban juga pensiunan guru tinggal di wilayah RT 23/RW 10, Kelurahan Oepura, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang. Menurut keterangan Jumina Kabnani, ia dan korban Moses Koro punya hubungan asmara dan itu sudah dijalani selama empat tahun karena Jumina Kabnani sudah menjanda. Sementara Moses Koro juga sudah menduda,” tegas I Gusti. Menurut Kapolsek Maulafa ini, korban juga sering menginap di rumah Jumina Kabnani.

Jasad korban, sebut I Gusti, langsung dievakuasi ke RS Bhayangkara Tingkat III Titus Uly untuk proses visum et repertum. “Keluarga korban menolak agar jasad Moses Koro diotopsi. Karena itu, maka jasad korban Moses Koro hanya divisum saja. Usai divisum, jasad korban kemudian diserahkan ke pihak keluarga untuk proses pemakaman. Kita juga sudah periksa saksi-saksi yang mengetahui kejadian tewasnya Moses Koro,” tegas Kapolsek Maulafa sembari katakan, pihaknya menduga korban tewas akibat overdosis ramuan herbal. Namun untuk memastikan itu, pihaknya masih menunggu hasil visum tim medis. (gat)



Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!