Dua Tahun Rusak, Pemerintah Tutup Mata – Timor Express

Timor Express

RAKYAT TIMOR

Dua Tahun Rusak, Pemerintah Tutup Mata

RUSAK. Bangunan jembatan Kleo Wini ambruk tepatnya di pojok Timur. Satu-satunya penghubung ruas jalur Pantura Wini menuju Kota Kefamenanu ambruk, tapi belum diperbaiki.

YOHANES SIKI/TIMEX

Jembatan Wini Jebol Dilintasi Truk Fuso

KEFAMENANU, TIMEX – Akses lalu lintas trans Pantai Utara yang menghubungkan Pantai Utara Wini dan Kota Kefamenanu, terancam lumpuh. Pasalnya, jembatan Kleo yang terletak di Desa Wini Kecamatan Insana Utara nyaris putus. Buntutnya, saat ini hanya bisa dilintasi kendaraan roda dua.
Ironisnya, kerusakan jembatan itu sudah berlangsung setahun, namun pemerintah seolah tutup mata.

Pantauan Timor Express, Selasa (1/8) bangunan jembatan di jalur utama jalan provinsi ambruk akibat dilintasi kendaraan truk fuso, saat mengangkut material bahan bangunan dari pelabuhan Wini menuju Kota Kefamenanu. Bangunan penahan dan badan jembatan pada bagian Timur sudah ambruk, sehingga hanya bisa dilintasi kendaraan roda dua.

Pengusaha lokal setempat terpaksa menggusur gundukan tanah untuk dijadikan jalur alternatif melalui jalur kali.
Heriyanto Nono, warga Wini mengaku, kerusakan jembatan sudah memakan banyak korban. Titik kubangan jalan yang ambruk tidak diketahui pelintas, sehingga terperosok ke bibir kali. Tanda larangan police line yang sudah lama terpasang itupun tak nampak lagi warnanya, sehingga tidak diketahui pelintas.

Heriyanto menuturkan, awalnya kerusakan jembatan hanya terjadi pada bahu dan pipa penahan akibat ditabrak truk fuso. Menyusul badan jalan ikut ambruk akibat banjir deras dan dilintasi truk bermuatan berat dari arah pelabuhan. Kerusakan jembatan bila tidak secepatnya diperbaiki, tentunya menghambat aktivitas lalu lintas di wilayah Pantai Utara (Pantura).

“Ini jalur utama satu-satunya jembatan penghubung dari Oecusse Timor Leste, wilayah Pantura menuju Kota Kefamenanu. Kalau tidak cepat diperbaiki tahun ini, tentu aktivitas lalu lintas macet total karena banjir,” tandasnya.

Sementara, Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum TTU, Yanuarius Salem menuturkan, konstruksi bangunan jembatan Kleo Wini termasuk jembatan mini. Sehingga, tidak mampu menampung beban berkapasitas diatas 10 ton. Sehingga, tidak heran bila setiap hari terus dilintasi truk pengangkut beban yang kapasitas muatannya besar, merusak bangunan jembatan.

Dikatakan, ruas jalan Kefamenanu-Amol-Wini statusnya bukan menjadi jalan kabupaten, sehingga pihaknya tidak berwenang memperbaikinya. Tapi sebagai pemilik wilayah, pihaknya sudah berkoordinasikan ke provinsi untuk diperhatikan secepatnya, sehingga tidak menghambat roda ekonomi masyarakat setempat.
“Kerusakan jembatan harus segera ditindaklanjuti agar arus lalu lintas bisa normal. Kita sudah laporkan ke provinsi, semoga tahun ini sudah ada perhatian untuk bisa bangun jembatan baru,” katanya. (mg24/ays)



Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!