Mahasiswa Harus Gelorakan Nilai Pancasila – Timor Express

Timor Express

PENDIDIKAN

Mahasiswa Harus Gelorakan Nilai Pancasila

SEMINAR. Kapolda NTT, Irjen Pol. Agung Sabar Santoso sedang menyampaikan materinya dalam kegiatan orientasi pengelana kampus, di Undana Kupang.

IST

KUPANG, TIMEX-Mahasiswa harus menjadi garda terdepan dalam menggelorakan nilai-nilai Pancasila dan Kebhinekaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Sebab kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini dirongrong oleh gerakan intoleransi dan radikalisme. Hal tersebut disampaikan Kapolda NTT, Irjen Pol. Agung Sabar Santoso, ketika membawakan materi pada kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tingkat Universitas Nusa Cendana (Undana) di Aula Undana Penfui, Kamis (3/8).

Di hadapan 7.544 mahasiswa baru, Kapolda menjelaskan, sejak berdirinya bangsa, para founding fathers telah menetapkan Pancasila sebagai dasar negara, falsafah, ideologi serta pandangan hidup bangsa Indonesia. Selain Pancasila, terdapat tiga pilar lainnya yaitu Undang-Undang 1945, Bhineka Tunggal Ika dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. “Karena itu, jika ada dari antara mahasiswa maupun masyarakat yang tidak mengakui adanya empat pilar tersebut, maka sebaiknya ia hidup di luar bangsa Indonesia,” tegasnya.

Kapolda menyebutkan, ada beberapa faktor penyebab seseorang menjadi radikal. Pertama, faktor latar belakang yakni krisis identitas, perasaan didiskriminasi dan ketiadaan ruang diskusi. Kedua, faktor pemicu yakni, adanya kebijakan barat yang tidak memihak kepada bangsa Indonesia, adanya pemehaman yang salah mengenai jihad. Ada juga sikap intoleran dan kehadiran pemimpin agama yang menyuarakan kekerasan atau radikalisme. Ketiga, faktor kesempatan, dimana seseorang bertemu dengan orang-orang seideologi di tempat tertutup atau di tempat ibadah, melalui medos, institusi akademik, maupun di dalam penjara.

Ada beberapa organisasi radikal di Indonesia, lanjut Kapolda, yang diidentifikasi tidak mengakui Pancasila. Salah satunya adalah Hisbut Tahrir Indonesia (HTI), yang kini telah dibubarkan pemerintah. Selain itu, ada beberapa organisasi pendukung gerakan radikal Islamic State of Iraq and Syiriah (ISIS), diantaranya adalah Majelis Mujahidin Indonesia Timur, Mujahidin Indonesia Barat, Ring Banten, Jamaah Ansharut Tauhid, Pendukung dan Pembela Daulah Islam, Jemaah Ansari Daulah, Ma’had Ansyarullah dan lainnya.

Dia meminta agar mahasiswa dapat memainkan perannya dalam menangkal radikalisme. Pertama, mahasiswa harus menjadi agen atau pionir dalam mencegah radikalisme. Kedua, mahasiswa dituntut memiliki imunitas dan daya tangkal yang kuat dari pengaruh radikalisme. Ketiga, tanamkan jiwa patriotisme dan kecintaan terhadap NKRI. Keempat, perkaya wawasan dan pemahaman keagamaan yang moderat dan toleran. Kelima, membangun jejaring dengan komunitas yang damai dengan perbanyak diskusi seminar dan worksop. Keenam, menjadi pelopor dalam memerangi sikap intoleransi yang dapat memecah persatuan dan kesatuan bangsa.

Sementara Rektor Undana, Prof. Fredrik L.Benu, pada kesempatan itu meminta mahasiswa baru untuk mengikuti semua aturan yang diberlakukan di Undana, agar dapat menciptakan kegiatan akademik dan non akademik yang aman dan kondusif. Untuk menghindari mahasiswa terjerumus dalam kelompok radikalisme, Undana hingga kini masih menerapkan mata kuliah Pancasila. “Walaupun kebanyakan kampus di Indonesia telah menghapus mata kuliah pancasila, tetapi di Undana masih diterapkan. Kini kurikulumnya tengah disusun Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan,” katanya.

Sebagai Perguruan Tinggi Negeri, jelas Fred, Undana tidak mendidik mahasiswa dengan ilmu pengetahuan dan teknologi semata. Sebaliknya, Undana mendidik mahasiswa agar memiliki karakter nasional bangsa Indonesia, agar mahasiswa tetap merasa dan mencintai bangsa Indonesia. Oleh karena itu, dia meminta mahasiwa tidak terjerumus dalam organisasi-organisasi radikal. “Jika kedapatan menjadi bagian dari organisasi radikal, saya akan mengeluarkan dari kampus. Tidak hanya radikal, kita akan keluarkan mahasiswa yang terlibat narkoba, merokok dan ugal-ugalan dengan knalpot racing dan berboncengan tiga orang,” tegasnya. (r2/lok)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!