18 Tim Bersaing di Coppa NTT – TIMOREXPRESS.COM

TIMOREXPRESS.COM

SPORTIVO

18 Tim Bersaing di Coppa NTT

BUKA TURNAMEN. Staf Khusus Presiden Komjen Pol (Purn) Gories Mere melakukan tendangan bola pertama yang menandai dimulainya Copa NTT Minggu (6/8) di Stadion Ciracas.

OBED GERIMU/TIMEX

Pemprov Janji Sumbang Rp 50 Juta

JAKARTA, TIMEX – Jakarta rasa NTT. Demikian suasana yang bisa digambarkan di Stadion Ciracas Jakarta Timur, Minggu (6/8) petang.

Ribuan diaspora NTT se- Jabodetabek hadir dalam pembukaan Coppa NTT 2017. Mereka memadati tribun timur dan barat stadion tersebut. Tim dan suporter dari 18 tim yang akan berlaga tampak berbaur dalam seremoni yang sarat nuansa budaya. Mereka tampil mengenakan busana khas daerah.
Seremoni pembukaan Coppa NTT 2017 berlangsung meriah dan megah.

Setiap tim masuk ke lapangan sambil membawakan tarian daerah masing-masing, diiringi musik dan lagu daerah asal pula.
Staf Khusus Presiden Komjen Pol (Purn) Gories Mere didaulat membuka even tersebut, ditandai dengan melakukan tendangan perdana.
Gories dalam sambutannya, mengaku bangga dengan kerja keras penyelenggara yang berhasil menghimpun warga diaspora NTT untuk bersama-sama dalam kegiatan sportivitas antar generasi muda tersebut.

Bekas Kepala BNN itu berjanji akan terus mendukung turnamen tersebut sehingga berlangsung sukses.
“Saya dan senior yang lain akan terus membantu mensukseskan kegiatan ini,” kata mantan Wakapolda NTT itu.
Ketua DPRD NTT Anwar Pua Geno juga mengapresiasi penyelenggara Coppa NTT yang mampu menghadirkan turnamen spektakuler.
Anwar bahkan mengatakan kalau suasana pembukaan Coppa NTT mampu mengalahkan pembukaan ETMC di Ende.

“Dengan seremonial nuansa adat dan budaya, pembukaan ETMC di Ende kalah dengan pembukaan Coppa NTT. Ini kesaksian saya, karena pembukaan ETMC di Ende, devilenya formal sama seperti kita nonton piala dunia. Tapi di Coppa NTT semua tim masuk dengan tarian masing-masing daerah. Luar biasa dan saya memberikan apresiasi kepada panitia,” kata Anwar.

Politisi Partai Golkar itu juga berharap agar diaspora NTT terus mendukung pembangunan NTT yang kini sudah lebih maju di segala bidang, terutama pariwisata.
Harapannya, Coppa NTT dapat menghasilkan bibit pesepak bola baru yang bisa mengharumkan nama NTT.

Sebagai Ketua DPRD NTT, Anwar mengaku sangat mendukung even-even olahraga. Ia berjanji segera berkoordinasi dengan Pemprov NTT untuk memberikan bantuan kepada Coppa NTT.

“Saya akan sampaikan ke gubernur agar pada APBD-P 2017 yang segera dibahas September nanti, bisa dialokasi bantuan untuk Coppa NTT,” kata dia.
Anwar juga mendukung rencana panitia membangun akademi sepakbola diaspora NTT di Jakarta. “Saya juga berharap agar Coppa NTT menjadi turnamen tahunan,” imbuhnya.

Asisten I Sekda NTT Michael Fernandez juga mengapresiasi penyelenggara yang dengan berbagai keterbatasan, mampu menyelenggarakan turnamen tersebut.
“Pemprov NTT komit mendukung penuh Coppa NTT dengan alokasi anggaran Rp 50 juta. Kendati dengan berbagai keterbatasan, namun ini merupakan komitmen Pemprov NTT untuk mendukung kegiatan ini,” kata Michael.

Ia juga mengapresiasi Coppa NTT yang dikemas dalam nuansa adat dan budaya NTT.
“Saya bangga, karena walaupun jauh dari kampung halaman, kita tetap menjaga nilai-nilai budaya NTT. Budaya NTT harus didengungkan dan diperkenalkan di mana-mana,” harap dia.

Kepala Kantor Perwakilan NTT di Jakarta Berto Lalo juga berharap seluruh tim menjunjung tinggi sportivitas.
“Sportivitas adalah sesuatu yang menembus batas, ruang dan waktu. Untuk itu olahraga harus mempersatukan kita orang NTT yang dari sananya berbeda-beda pulau, suku dan agama,” ajak Berto.

Dalam semangat kebersamaan Flobamora, Berto mengimbau warga diaspora untuk menjunjung tinggi kebersamaan dan melaksanakan pertandingan dalam suasana persaudaraan sejati dan semangat kekeluargaan.

“Tidak boleh ada pertentangan di antara kita. Mari kita lakukan dalam suasana sukacita. Kita tunjukan kepada warga Ibukota yang juga dari berbagai suku bangsa bahwa orang-orang NTT bisa menunjukan sesuatu yang hebat dalam suasana yang penuh kedamaian,” tandas dia.

“Semoga kegiatan yang sudah kita awali dengan baik, dapat selesai dengan baik pula pada 28 Oktober mendatang pada momentum Hari Sumpah Pemuda,” lanjutnya.

Berto berharap, dengan Coppa NTT muncul bibit-bibit baru pesepak bola yang bisa mewakili NTT ke ajang tingkat nasional bahkan internasional.
Sementara itu, Ketua Komisi V DPR RI Fary Djemy Francis juga berharap Coppa NTT dapat terus rutin dilakukan guna mencetak pesepakbola andal dari NTT.
“Bila perlu nanti diagendakan pertandingan antara juara ETMC 2017 dengan juara Coppa NTT 2017,” saran politisi Partai Gerindra itu.

Ketua panitia Hubert Manek dalam laporannya mengatakan, Coppa NTT diinisiasi oleh kaum muda diaspora NTT se- Jabodetabek yang difasilitasi Kantor Perwakilan NTT di Jakarta.

“Jadi semua pertemuan awal selalu menggunakan fasilitas Kantor Perwakilan NTT. Di tempat itu kami selalu berdiskusi untuk mewujudkan Coppa NTT,” sebut Hubert.

Ia mengaku bangga dengan dukungan para sesepuh, termasuk Pemprov dan DPRD NTT.
“Kami akan mendaftarkan turnamen ini menjadi Liga Nusantara Flobamora. Kami juga rencana tahun 2020 akan membentuk akademi sepak bola Flobamora di Jakarta,” jelasnya.

Sekadar tahu, pada laga perdana saling berhadapan kesebelasan Sumba Barat Daya (SBD) melawan Malaka. Laga 90 menit itu berakhir dengan skor imbang 2-2.
Sementara di partai kedua, Lembata kontra Manggarai berhasil dimenangkan Lembata dengan skor 1-0.

Turut hadir menyaksikan pembukaan Coppa NTT, Komandan Wing I Paskhas TNI AU Kolonel (Pas) Roy Bait, Kolonel (Adm) Nelson Noak, Wasekjen Partai Golkar Melki Laka Lena, Marsel Wawo dan Edy dari Kemenpora.

Seremonial pembukaan Coppa NTT juga dimeriahkan penyanyi asal NTT seperti jebolan D’Academy 4 Azizah Maumere dan Rivan Kale.
Ada pula pertandingan eksibisi kesebelasan all star yang merupakan gabungan pemain-pemain nasional asal NTT yang di eranya telah memperkuat timnas Indonesia maupun sejumlah klub besar di tanah air. (joo/fmc/rum)

Click to comment

Most Popular

To Top