Militer Klaim Gagalkan Upaya Kudeta – timorexpress.fajar.co.id

timorexpress.fajar.co.id

INTERNASIONAL

Militer Klaim Gagalkan Upaya Kudeta

KARAKAS, TIMEX – Setelah gelombang protes warga sipil gagal meluluhkan kekerasan hati Presiden Nicolas Maduro, kini giliran militer beraksi. Minggu (6/8) sekelompok tentara anti-pemerintah menyerang pangkalan militer di Kota Naguanagua yang masuk Area Metropolitan Valencia. Namun, aksi tersebut gagal dan para pelakunya diamankan.

”Sejumlah teroris menerobos Paramacay Fort di (Area Metropolitan) Valencia pada pagi buta tadi (Minggu),” kata Diosdado Cabello, ketua Partai Sosialis Venezuela.

Dia tidak mengatakan siapa yang dimaksud dengan teroris. Tapi, sumber lain menyatakan bahwa teroris yang dimaksud adalah sekelompok personel militer yang tidak setuju dengan Maduro yang mau menang sendiri.

Cabello menyatakan bahwa para teroris itu berusaha masuk gudang senjata untuk mencuri senjata dan amunisi. Namun, dalam hitungan jam, pasukan pemerintah berhasil menggagalkan aksi tersebut.

”Saya mendengar suara tembakan dari pangkalan militer sebelum fajar menyingsing,” kata seorang saksi mata di Naguanagua.
Tak lama setelah kabar tentang aksi teror itu tersebar luas, muncul video yang berisi tuntutan pembentukan pemerintahan transisi. ”Ini bukan kudeta. Ini aksi sipil dan militer untuk menegakkan konstitusi. Di atas semuanya itu, kami hanya ingin menyelamatkan bangsa ini dari kehancuran,” jelas Juan Carlos Caguaripano, mantan kapten Garda Nasional Venezuela.

Dalam video itu, Caguaripano menyebut dirinya sebagai salah satu pemimpin aksi. Ketika berpidato tentang tuntutannya terhadap pemerintah, dia didampingi sekitar 15 pria berpakaian loreng. Beberapa di antaranya terlihat menyandang senjata. Video tersebut menambah kuat dugaan keterlibatan militer dalam aksi yang oleh pemerintahan Maduro disebut sebagai aksi teror itu.

Media Venezuela melaporkan bahwa tujuh pelaku diamankan dalam peristiwa tersebut. Namun, Kementerian Pertahanan menolak berkomentar. Sekutu Maduro menyebut aksi teror itu sebagai upaya untuk menggulingkan rezim yang berkuasa. ”Ini upaya kaum sayap kanan untuk menumbangkan Revolusi Bolivaria yang digagas mendiang Presiden Hugo Chavez dan dilancarkan Maduro,” terang pejabat Karakas.

Elias Jaua, tokoh Sosialis yang dekat dengan Maduro, menuding rival politik sang presiden yang berbasis di Miami, Amerika Serikat (AS), sebagai dalang aksi Minggu pagi. ”Mereka gagal. Semua yang terjadi hari ini hanya membuat moral pasukan kami dan kaum Bolivaria semakin kuat di belakang Presiden Maduro,” cuit sang politikus lewat Twitter.

Sejak Maduro mengabaikan kritik dan desakan oposisi untuk membatalkan Dewan Konstitusi, situasi politik dalam negeri Venezuela semakin kacau. Jumat (4/8), pemimpin 54 tahun itu justru melantik Dewan Konstitusi yang kontroversial tersebut. Dunia pun mengecam Maduro. Sebab, Dewan Konstitusi itu hanya akan menjadi sarana bagi Maduro untuk memaksakan kehendaknya kepada rakyat. Terutama soal konstitusi. (any/jpg/ays)

 

Click to comment

Most Popular

To Top