Adrianus Ceme Cs Bisa Dijemput Paksa – timorexpress.fajar.co.id

timorexpress.fajar.co.id

HUKUM

Adrianus Ceme Cs Bisa Dijemput Paksa

Jika Tiga Kali Mangkir Panggilan
Penyidik Layangkan Panggilan Kedua Senin (14/8)

KUPANG, TIMEX-Sesuai agenda yang ditetapkan penyidik tindak pidana khusus (Tipidsus) Kejati NTT, Senin (7/8) adalah penetapan tersangka kasus pengadaan lisensi microsotf society (MS) Bank NTT sekaligus penahanan tersangka. Sayangnya, dari lima orang tersangka yang dipanggil penyidik, hanya dua orang yang bersedia menghadap dan merekalah yang pertama digiring ke rumah tahanan (Rutan) Klas IIB Kupang.

Kedua tersangka yang sudah ditahan itu yakni Salmun Teru selaku Kepala Devisi (Kadiv) IT dan Aldy Rano selaku Ketua Panitia pengadaan lisensi MS. Sementara tiga lainnya yakni Adrianus Ceme (Direktur Umum Bank NTT) dan dua lainya yakni Erwin Pasaribu (Pihak Microsoft) dan Juraida Zein dari Comparex tak memenuhi panggilan (Mangkir, Red). Karena itu, penyidik Kejati NTT kembali melayangkan surat panggilan kepada tiga tersangka yang mangkir, yakni Adrianus Ceme, Erwin Pasaribu, dan Juraida Zein. Ketiga orang ini disurati untuk segera menghadap penyidik Kejati NTT pada Senin (14/8).

“Kita sudah layangkan surat panggilan lagi untuk mereka. Status mereka dalam surat panggilan yang sudah kita kirimkan itu yakni sebagai tersangka. Kita minta mereka untuk menghadap ke Kejati NTT Senin nanti,” tegas Kasi Penkum dan Humas Kejati NTT, Shirley Manutede kepada Timor Express, di ruang kerjanya, Selasa (8/8).

Ditanya, apakah ketiga tersangka itu akan ditahan atau tidak ketika menghadap ke Kejati NTT pada Senin nanti, Shirley mengaku itu keputusan penyidik Tipidsus.
Dirinya meminta kepada tiga tersangka itu untuk kooperatif dengan memenuhi panggilan penyidik Kejati NTT yang sudah dilayangkan pada Selasa kemarin. “Kita minta ketiga tersangka untuk memenuhi surat panggilan yang sudah dilayangkan penyidik. Kalau tidak datang dan sampai tiga kali maka kita akan jemput dengan upaya paksa,” kata Kasi Penkum dan Humas Kejati NTT ini.

Tak lupa, dirinya juga mengaku bahwa untuk ketidakhadiran tersangka Andrianus Ceme juga sudah dipertegas dengan surat keterangan yang dikirim ke Kejati NTT. “Tersangka Adrianus Ceme tidak datang tapi dia sudah kirimkan surat keterangan bahwa dia sementara ada di luar daerah. Sambil menunggu dirinya pulang, kita layangkan surat kedua lagi untuk menghadap Senin (14/8) nanti ke Kejati NTT,” ujar Shirley.

Disinggung mengenai dua tersangka yang saat ini sudah dititipkan di Rutan Klas IIB, Shirley menjelaskan, kedua tersangka itu akan diperiksa lagi sebagai tersagka sekaligus didampingi penasihat hukumnya pada Jumat (11/8). “Hari Jumat kita akan periksa mereka dan akan didampingi pennasihat hukumnya. Karena, kemarin (Senin, Red) setelah penetapan sebagai tersangka kita langsung periksa mereka. Sesuai aturan, setelah penetapan sebagai tersangka dan ditahan, seorang tersangka harus segera diperiksa selama 1 x 24 jam. Karena kita sudah periksa mereka kemarin maka hari Jumat baru kita periksa lagi,” tutup Shirley.

Sementara itu, pihak Bank NTT hingga hari kedua kemarin setelah penetapan tersangka oleh Kejati NTT belum memberikan pernyataan resmi. Plt. Direktur Utama, Eduardus Bria Seran yang coba dihubungi lagi kemarin di kantornya tidak berada di tempat. Informasi yang diperoleh menyebutkan Eduardus Bria Seran sudah berangkat ke Maumere untuk persiapan pelaksanaan RUPS LB Bank NTT yang akan dilaksanakan Jumat (11/8).

Demikian pun Direktur Umum, Adrianus Ceme yang ditetapkan sebagai tersangka tidak berada di kantornya. Ceme masih melaksanakan tugas di luar Kupang. Baik Eduardus Bria Seran maupun Adrianus Ceme yang dikonfirmasi melalui telepon seluler tidak memberikan jawaban.

Sebagaimana diberitakan sebelum, penetapan lima orang sebagai tersangka dari pihak Bank NTT dan Microsoft dilakukan setelah ekspose kasus bersama yang diikuti Kepala Kejati NTT, Sunarta, para asisten dan penyidik Tipidsus Kejati NTT. Dari lima orang yang ditetapkan sebagai tersangka, duanya langsung ditahan. Sedangkan tiga tersangka lain tak hadir saat pemeriksaan yang diikuti penetapan tersangka Senin (7/8). (gat/cel/ito)

Click to comment

Most Popular

To Top