Bareskrim Periksa Ketua Gerindra Kab. Kupang – TIMOREXPRESS.COM

TIMOREXPRESS.COM

NASIONAL

Bareskrim Periksa Ketua Gerindra Kab. Kupang

JAKARTA-Menindaklanjuti laporan DPP Partai Gerindra terkait ujaran kebencian yang diduga dilakukan Ketua DPP Partai NasDem, Victor Bungtilu Laiskodat (VBL) dalam pidato politiknya, pihak Bareskrim Mabes Polri mulai memintai keterangan dari sejumlah saksi.

Salah satu saksi yang diperiksa penyidik Cyber Crime Bareskrim adalah Oni Tamoes selaku Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Kupang.

Saat memberikan keterangan ke penyidik, Oni didampingi Christian Neno Siki selaku Ketua Dewan Penasihat DPC Gerindra Kabupaten Kupang, termasuk Ferdy Adu dan Tome da Costa sebagai anggota DPRD Kabupaten Kupang dari Gerindra.

Oni Tamoes saat diwawancarai Timor Express mengatakan, dirinya telah memberikan keterangan ke penyidik Bareskrim pada petang kemarin (8/8).

“Saya juga sudah memberikan kuasa kepada tim advokasi DPP Gerindra untuk bertindak selaku saksi guna proses hukum selanjutnya. Bilamana penyidik mau mintai keterangan tambahan, kami siap penuhi,” kata Oni.
Sementara itu, Tome da Costa yang juga selaku Ketua Bidang Hukum dan HAM DPC Partai Gerindra Kabupaten Kupang, mengaku mendampingi Oni Tamoes dalam pemeriksaan sebagai saksi perkara dengan laporan polisi nomor: 773/VIII/2017.

“Pak ketua (Oni Tamoes, Red) yang dengar langsung pidato VBL karena saat itu diundang resmi hadiri acara pelantikan pengurus NasDem Kabupaten Kupang sekaligus deklarasi calon bupati dan wakil bupati Kupang dari NasDem,” kata Tome.

Selain itu, menurut Tome, VBL dalam pidato politiknya juga mengajak hadirin untuk tidak memilih Oni Tamoes apabila masih sebagai kader Gerindra.

Ia mengaku dalam pemeriksaan tersebut, pihaknya juga menyerahkan ke penyidik beberapa barang bukti, berupa rekaman video dan rekaman suara pidato politik VBL, bukti undangan NasDem kepada Ketua DPC Gerindra Kabupaten Kupang untuk menghadiri acara tersebut dan laporan tertulis kronologi kasus tersebut dari DPC Gerindra Kabupaten Kupang ke DPP Gerindra.

“Kami diperintah DPP untuk berikan keterangan ke Bareskrim. Karena yang lapor DPP, sehingga kami hanya penuhi perintah,” jelas bekas advokat di Kupang itu.

Tome mengatakan, pihaknya juga telah menemui Ketua DPD Gerindra NTT Esthon L. Foenay di Wisma NTT untuk menyampaikan tentang permintaan DPP untuk memberikan keterangan di Bareskrim.
“Pak Esthon memang masih sangat sibuk mengurus proses penjemputan dan pemulangan jenazah pak Barnabas nDjurumuna. Beliau hanya berpesan agar kami ikuti proses hukum yang ada, karena laporan oleh DPP,” jelas dia.
Harapannya, pihak Bareskrim dapat memproses kasus tersebut hingga tuntas agar tidak mengecewakan seluruh kader dan simpatisan Gerindra di Kabupaten Kupang.

“Bareskrim harus menangani kasus ini secara baik. Agar tidak timbul persoalan lain, karena Gerindra adalah pemenang di Kabupaten Kupang pada Pileg 2014,” kata dia.

Tome menambahkan, pidato politik yang sama juga sebelumnya pernah disampaikan oleh VBL pada salah satu kesempatan di Kota Kupang, dimana dalam acara tersebut juga hadir kader Gerindra Merry Salow yang juga anggota DPRD Kota Kupang.

Sementara itu, dalam laporan polisi DPP Partai Gerindra, VBL diduga melanggar UU ITE Nomor 11/2008 Pasal 28 ayat (2) junto pasal 45 ayat (2) dengan ancaman pidana penjara paling lama 6 tahun dan/atau denda paling banyak Rp 1 miliar.

VBL juga dilaporkan melanggar Pasal 156 KUHP dengan ancaman pidana penjara paling lama 4 tahun. Tidak hanya itu, VBL juga diduga melanggar Undang-undang (UU) Diskriminasi No 40/2008, Pasal 4 dan Pasal 16 dan terancam dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 tahun dan/atau denda paling banyak Rp 500 juta. (joo/fmc/ito)

Click to comment

Most Popular

To Top