Guru SLB Belajar Kurikulum 13 – timorexpress.fajar.co.id

timorexpress.fajar.co.id

PENDIDIKAN

Guru SLB Belajar Kurikulum 13

SAMBUTAN. Kabid Pendidikan Khusus Layanan Khusus (PKLK) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Antonius Baladeket (depan kanan) menyampaikan sambutan dalam acara KKG dan MGMP bertempat di aula SLB Pembina Kupang, Senin (7/8).

IMRAN LIARIAN/TIMEX

Ikut KKG dan MGMP

KUPANG, TIMEX – Sejumlah guru Sekolah Luar Biasa (SLB) Pembina Kupang tingkat SD dan SMP mengikuti Kegiatan Kelompok Kerja Guru (KKG) dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP), bertempat di aula SLB Pembina Kupang, Senin (7/8).

Kegiatan berlangsung selama tiga hari dan dibuka Kabid Pendidikan Khusus Layanan Khusus (PKLK) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Antonius Baladeket.

Dalam sambutannya, Antonius mengatakan, dengan terjadinya kewenangan hak dari kota ke provinsi tentang pengelolaan SMA dan SMK, maka guru ada yang belum menerima haknya, karena masih dalam masa transisi.

Hal inilah yang merupakan kendala, tetapi guru harus memiliki komitmen yang kuat untuk mengubah mutu pendidikan di Provinsi NTT. Sehingga, setiap tahun dapat berubah dan tidak berjalan di tempat.

Terkait dengan kegiatan saat ini merupakan suatu bentuk untuk mencari solusi dengan diskusi. Karena itu, bicarakan hal ini dengan baik agar hasilnya dapat memberikan yang terbaik kepada anak didik.

“Tapi suatu hal yang luar biasa dilakukan oleh guru, karena mendidik anak yang memiliki catatan mental dari yang tidak bisa apa-apa menjadi bisa,” ujarnya.

Diharapkan, ketika berdiskusi menemui kendala yang dapat menghambat peningkatan mutu pendidikan, sampaikanlah ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT agar bersama-sama mencari jalan keluar.

Sementara, Kepala SLB Pembina Kupang, Edi Wahon menjelaskan, hal yang mendorong untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran serta pembinaan guru tentang Kurikulum 2013 (K13), sangat penting. Mengingat setiap regulasi dari K13 kadang berubah-ubah.

Selain itu, kata Edi, sekolah lain telah menerapkan K13, sedangkan SLB Pembina Kupang belum menerapkan. “Oleh karena itu dengan segala upaya saya harus jalankan kegiatan ini agar para guru dapat memahami serta melaksanakan K13 sesuai dengan aturan atau juknis,” jelas Edi.

Ia menambahkan, kegiatan sengaja dilakukan di sekolah agar guru lebih fokus dan menyerap setiap materi yang akan dijelaskan oleh pemateri.

Untuk itu, diharapkan kepada para guru agar mengikuti kegiatan dengan serius atau sungguh-sungguh, sehingga apa yang diberikan pemateri dapat dipahami dan dijalankan sesuai juknis.

Ditambahkan, Kamis (10/8) hingga Sabtu (12/8) kegiatan yang sama akan dilaksanakan untuk jajaran guru SMALB Pembina Kupang.
“Semoga rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan baik dan lancar,” kata Edi. (mg22/ays)

Click to comment

Most Popular

To Top