Trauma, Warga Tolak Semen Kupang Indonesia – timorexpress.fajar.co.id

timorexpress.fajar.co.id

EKONOMI BISNIS

Trauma, Warga Tolak Semen Kupang Indonesia

BESI TUA.Pabrik PT.Semen Kupang I yang kini sudah menjadi bangunan usang di Jalan Yos Sudarso, Alak, Kecamatan Alak Kota Kupang

CARLENS BISING/TIMEX

Madjid: Ini Keputusan Pemegang Saham

KUPANG, TIMEX-Tidak ingin mengalami nasib buruk seperti sebelumnya, warga di tiga desa meminta proses pembangunan PT.Semen Kupang Indonesia dihentikan sementara.

Kelompok masyarakat terdampak pembangunan PT.Semen Kupang Indonesia, yakni Kuanheum, Oematnunu dan Oenaek Kecamatan Kupang Barat Kabupaten Kupang menyurati Menteri BUMN dan direksi PT.Semen Indonesia. Dalam surat tertanggal 4 Juli 2017 yang diterima Timor Express menyebutkan, warga tiga desa tersebut pada prinsipnya mendukung upaya pemerintah dalam upaya percepatan pembangunan di Kawasan Timur Indonesia. Namun mereka tampak masih trauma dengan masalah kebangkrutan PT.Semen Kupang I beberapa tahun lalu.

Namun, khusus rencana pembangunan pembangunan PT.Semen Kupang Indonesia (Semen Kupang III) mereka merasa keberatan. Selain masalah pembebasan lahan, dalam surat yang ditandatangani tiga kepala desa, satu camat dan hampir 300 warga itu, juga menolak Direktur Utama PT.Semen Kupang Indonesia, Abdul Madjid Nampira.

“Penolakan disebabkan karena pembangunan PT.Semen Kupang I dan PT.Semen Kupang II yang dipimpin oleh saudara Abdul Madjid Nampira, bangkrut karena pengelolaan manajemen tidak profesional, sehingga, 28 Juni 2008 telah merumahkan 300 karyawan di dalamnya termasuk keluarga dan saudara kami di Kecamatan Kupang Barat,” tulisnya.

Selain berpengaruh pada ekonomi keluarga yang, masalah tersebut juga harus dibawa ke pengadilan. Bahkan warga juga menyesalkan tidak adanya reklamasi pasca tambang.

Dalam surat itu, warga menolak Madji Nampira berdasarkan surat kuasa dari notaris yang diberi kuasa untuk proses pembebasan lahan di sana. “Atas nama masyarakat Kecamatan Kupang Barat, khusus tiga desa terdampak pembangunan PT.Semen Kupang Indonesia, Kuanheum, Oematnunu dan Oenaek menyatakan sikap menolak saudara Abdul Madjid Nampira sebagai dirut PT.Semen Kupang Indonesia dan menghendikan sementara seluruh kegiatan PT.Semen Kupang Indonesia sampai surat kami ditanggapi dengan menggantikan saudara Abdul Madjid Nampira sebagai dirut PT.Semen Kupang Indonesia,” tulisnya dalam surat tersebut.

Surat tersebut juga ditantangani ketua kelompok, Hofni Baineo dan Sekretaris, Eben Aplugi. Surat juga ditembuskan kepada Presiden RI, Ketua DPR RI, Menko Perekonomian, Kepala Staf Presiden RI, Gubernur NTT, Ketua DPRD NTT, Bupati Kupang, Ketua DPRD Kabupaten Kupang, Ketua Sinode GMIT dan Ketua Senide GMMI.

Sementara Dirut PT.Semen Kupang Indonesia, Madjid Nampira yang dikonfirmasi Timor Express, Selasa (8/8) terkait hal ini mengakui, proses pembangunan pabrik semen tersebut masih terus berjalan, meski ada kendala. Namun Madjid tegaskan, perjuangan untuk mendatangkan investasi triliunan rupiah tersebut tetap berlanjut. “Kalau soal posisi saya, tentu itu keputusan pemegang saham,” tandas Madjid.

Ditanya terkait masalah pemberhentian ratusan karyawan PT.Semen Kupang I, Madjid katakan, seluruh proses sudah dilalui dan hak-hak karyawanpun sudah dipertanggungjawabkan. Menurut dia, apa yang dilakukan saat itu adalah langkah terbaik yang sudah disetujui pula oleh pemegang saham.

Selanjutnya, pembangunan pabrik kedua pun bisa terlaksana. Namun dia akui, dengan kapasitas produksi saat ini tidak bisa diharapkan. Apalagi, lanjut dia, pabrik kedua dibangun saat sedang terjadi krisis ekonomi. Sehingga pihaknya telah berjuang hampir lima tahun ini untuk membangun pabrik yan lebih besar lagi di NTT.

“Kalau dengan produksi yang sekarang, tidak mungkin bisa bersaing dengan perusahaan lain. Apalagi yang swasta terus bertambah,” kata Madjid yang mengaku menyiapkan lahan sekira 500 hektare itu.

Terkait dimulainya pembangunan pabrik, dia jelaskan, saat ini pihaknya sedang menyiapkan dokumen perizinan, termasuk anasilis mengenai dampak lingkungan (Amdal). Dia pastikan, dokumen Amdal akan selesai pertengahan Agustus ini, sehingga, grounbreaking pabrik dengan nilai investasi lebih dari Rp 3 triliun itu bisa secepatnya dilakukan. “Semoga bisa cepat selesai. Kita berjuang mulai 2012 sampai pemegang saham setujui,” harap dia.(cel)

Click to comment

Most Popular

To Top