Kemenkes Alokasi Rp 206 M untuk Perbatasan di NTT – Timor Express

Timor Express

NASIONAL

Kemenkes Alokasi Rp 206 M untuk Perbatasan di NTT

JAKARTA, TIMEX-Kementerian Kesehatan (Kemenkes) kini fokus membangun bidang kesehatan di wilayah perbatasan negara. Provinsi NTT yang berbatasan langsung dengan Negara Timor Leste dan Australia juga tidak ketinggalan mendapat kue pembangunan dari pemerintah pusat tersebut.

Dalam rencana aksi pembangunan wilayah perbatasan di NTT, kementerian yang dipimpin Prof. dr. Nila F. Moeloek itu berencana menggelontorkan anggaran sebesar Rp 206.652.000.000 dari APBN.

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kemenkes RI, drg. Oscar Primadi, MPH., yang diwawancarai Timor Express di Jakarta, akhir pekan kemarin mengatakan, sesuai rencana anggaran tersebut bakal diguyur ke lokasi prioritas kawasan perbatasan negara yang ditetapkan Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP), yaitu Kabupaten Kupang, TTU, Belu, Malaka, Rote Ndao, Alor dan Sabu Raijua.

Untuk Kabupaten Kupang difokuskan di Kecamatan Amfoang Timur dimana dengan total anggaran Rp 12.700.000.000, Kemkes bakal mengembangkan Puskesmas Oepoli menjadi Puskesmas rawat inap dengan alokasi anggaran Rp 3 miliar.

Selain itu, akan dibangun gedung Puskesmas di Desa Netemnanu senilai Rp 1,2 miliar dan pembangunan 5 unit gedung Posyandu di Desa Netemnanu, Netemnanu Utara, Netemnanu Selatan, Kifu dan Nunuana. “Untuk lima unit gedung Posyandu ini masing-masing anggarannya Rp 200 juta,” sebut Oscar. Kemkes, lanjut Oscar, juga akan membangun rumah sakit tipe C dengan anggaran Rp 7,5 miliar.

Sementara untuk Kabupaten TTU, Kemkes akan mengalokasikan anggaran Rp 3.930.000.000. Anggaran itu, jelas Oscar, untuk penambahan ruang Puskesmas dengan alokasi Rp 430 juta, pembangunan mess paramedis Rp 550 juta dan pembangunan ruang tunggu bernilai Rp 300 juta di Kecamatan Bikomi Tengah.

“Akan dibangun juga sarana air bersih atau sumur bor dengan anggaran Rp 300 juta di Kecamatan Bikomi Nilulat,” sebut dia.

Di Bikomi Nilulat, Kemkes juga berencana mengadakan 3 unit Puskesmas Keliling (Pusling) roda dua dengan anggaran Rp 100 juta, pembangunan mess paramedis Rp 550 juta dan pembangunan ruang tunggu bersalin senilai Rp 300 juta.

“Di Kecamatan Miomaffo Barat akan ada pengadaan satu unit sumur bor dengan anggaran Rp 300 juta, penambahan gedung dan bed Rp 600 juta dan tiga unit Pusling roda dua Rp 100 juta. Untuk Kecamatan Mutis ada pembangunan sumur bor yang anggarannya Rp 300 juta dan pengadaan tiga unit Pusling roda dua bernilai Rp 100 juta,” sebut Oscar.

Ia melanjutkan, untuk Kabupaten Belu, Kemkes juga berencana mengalokasikan anggaran sebesar Rp 15.810.000.000. Total anggaran tersebut, menurut dia, akan dipergunakan untuk sejumlah kegiatan pembangunan di Kecamatan Tasifeto Timur, masing-masing rehab Pustu Sadi dengan anggaran Rp 240 juta, pembangunan ruang pertemuan Rp 380 juta, pembangunan pagar Puskesmas Rp 360 juta, pembangunan ruang laboratorium Rp 316 juta, pembangunan gudang obat Rp 250 juta, rehab berat Puskesmas Desa Lookeu Rp 352 juta, rehab Puskesmas Haliulik Rp 540 juta dan rehab berat Polindes Lookeu dengan anggaran Rp 264 juta.

“Di Kecamatan Raihat, direncanakan pengadaan alat kesehatan (alkes) untuk rumah sakit dengan anggaran Rp 4 miliar, pembangunan ruang pertemuan rumah sakit bernilai Rp 500 juta dan pembangunan ruang pertemuan Puskesmas Haikesak yang anggarannya Rp 308 juta,” urai dia.

Masih menurut Oscar, di Kecamatan Lamaknen, Kemkes juga berencana melakukan pengadaan alkes bernilai Rp 1 miliar. Sementara di Kecamatan Lamaknen Selatan bakal dilakukan rehab Puskesmas Nualain dengan anggaran Rp 400 juta.

Kemenkes juga melakukan pembangunan di Pusat Kegiatan Strategis Nasional (PKSN) Atambua, berupa peningkatan Puskesmas Kota Atambua, Puskesmas Umanen dan Puskesmas Atambua Selatan menjadi Puskesmas rawat inap dengan anggaran masing-masing Rp 700 juta.

“Termasuk peningkatan Sarpras RSUD Belu, RS Sito Husada dan Rumkitban Atambua dengan anggaran masing-masing sebesar Rp 1 miliar,” imbuhnya.

Untuk Kabupaten Malaka, Kemkes juga berencana mengalokasikan anggaran Rp 12.700.000.000. Total anggaran tersebut untuk peningkatan empat Puskesmas menjadi puskesmas rawat inap, masing-masing Puskesmas Namfalus Kecamatan Kobalima, Puskesmas Besikama Kecamatan Malaka Barat, Puskesmas Fahiluka dan Puskesmas Betun di Kecamatan Malaka Tengah.

“Untuk peningkatan empat Puskesmas ini menjadi Puskesmas rawat inap direncanakan anggaran masing-masing Rp 2 miliar,” sebut Oscar.

Di Kecamatan Malaka Tengah, jelas dia, Kemenkes akan membangun laboratorium kesehatan bernilai Rp 1 miliar dan peningkatan Sarpras Puskesmas Weoe di Kecamatan Wewiku dengan anggaran Rp 700 juta.

Selain itu, di Kecamatan Kobalima Timur, Kemenkes akan melakukan peningkatan Puskesmas Alas menjadi Puskesmas rawat inap dengan anggaran Rp 2 miliar dan pembangunan Pustu lengkap dengan SAB dan listrik bernilai Rp 1 miliar.

“Untuk Kabupaten Rote Ndao sesuai rencana akan dialokasikan anggaran Rp 400 juta untuk rehab rumah dinas dokter Puskesmas Batutua di Kecamatan Rote Selatan. Sedangkan di Kabupaten Sabu Raijua akan dialokasikan Rp 1,6 miliar untuk rehab berat Puskesmas Ledeunu di Kecamatan Raijua,” sebut dia.

Sedangkan untuk Kabupaten Alor, lanjut Oscar, Kemkes berencana mengalokasikan anggaran sebesar Rp 159.512.000.000.

Anggaran tersebut akan digunakan untuk pembangunan rumah paramedis Puskesmas Apui bernilai Rp 175 juta dan pembangunan rumah tunggu Puskesmas Padang Alang dengan anggaran Rp 120 juta di Kecamatan Alor Selatan.

Di Kecamatan Alor Barat Daya, Kemenkes juga berencana melakukan rehab berat Puskesmas Buraga dengan anggaran Rp 633 juta, rehab 2 unit rumah paramedis Puskesmas Buraga senilai Rp 400 juta, rehab 2 unit Pustu Pantai Serani Rp 220 juta, rehab berat Pustu Orgen Rp 220 juta, rehab berat Pustu Maiwal Rp 220 juta dan pembangunan rumah dinas dokter Puskesmas Probur dengan anggaran Rp 275 juta.

“Di Kecamatan Pureman, bakal dilakukan rehab rumah para medis Mademang dengan anggaran Rp 135 juta dan pembangunan 2 unit rumah kopel paramedis bernilai Rp 303 juta,” sebut Oscar.

Untuk Kecamatan Teluk Mutiara, menurut Oscar, Kemkes juga akan melakukan sejumlah kegiatan yang dipusatkan di RSUD Kalabahi, masing-masing pembangunan IGD RSUD Kalabahi dengan anggaran Rp 20 miliar, pembangunan kamar operasi bernilai Rp 20 miliar, pembangunan ruang rawat inap Rp 10 miliar dan pembangunan ICU dengan anggaran Rp 10 miliar.

“Kemkes juga berencana membangun ruang rontgen bernilai Rp 5 miliar, rehabilitasi hemodialisa Rp 10 miliar, UTD Rp 5 miliar, Instalasi Pembuangan Air Limba (IPAL) Rp 3 miliar, pengadaan mobil jenazah Rp 1 miliar dan pengadaan mobil ambulance Rp 1 miliar,” kata dia.

Oscar melanjutkan, Kemkes juga berencana melakukan pengadaan alat-alat kesehatan di RSUD Kalabahi, masing-masing untuk rawat jalan Rp 4.150.000.000, ruang operasi Rp 8.570.000.000, rawat inap Rp 19.375.000.000, ICU Rp 5,3 miliar, ruang rontgen Rp 7,6 miliar, ruang hemodialisa Rp 10,4 miliar, laboratorium Rp 1.370.000.000, rekam medik Rp 400 juta, BDRS/UTD Rp 3.181.000.000, instalasi farmasi Rp 2.250.000.000, CSSD Rp 970 juta dan alat-alat kesehatan non medik lainnya dengan anggaran Rp 1.680.000.000. (joo/fmc/ito)

Alokasi Dana Kemenkes untuk Perbatasan di NTT

1. Kab. Kupang  Rp 12.700.000.000
2. Kab. TTU       Rp 3.930.000.000
3. Kab. Belu      Rp 15.810.000.000
4. Kab. Malaka Rp 12.700.000.000
5. Kab. Rote Ndao Rp 400.000.000
6. Kab. Alor Rp 159.512.000.000
7. Kab. Sabu Raijua Rp 1.600.000.000
Total Rp 206,652 Miliar

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!