Gubernur NTT Dibekali Pistol – TIMOREXPRESS.COM

TIMOREXPRESS.COM

RAGAM

Gubernur NTT Dibekali Pistol

TERIMA SENPI. Gubernur NTT, Frans Lebu Raya (kiri) dan Gubernur Bali Made Mangku Pastika (kanan) memperlihatkan pistol P3 yang diserahkan Pangdam IX/Udayana Denpasar, Mayjen TNI Komaruddin Simanjuntak, di Kodam IX/Udayana Denpasar, Kamis (10/8).

PENDAM IX/UDAYANA

Hadiah Panglima TNI

KUPANG, TIMEX-Gubernur NTT, Frans Lebu Raya sejak Kamis (10/8) secara resmi memiliki senjata api (Senpi). Jenisnya pistol P3 berisi 20 butir peluru. Ini adalah pemberian Panglima TNI kepada para gubernur yang sebelumnya mengikuti pendidikan dan latihan ala militer di Natuna.
Penyerahan pistol itu dilaksanakan, di Ruang Sthana Yudha Makodam IX/Udayana, Kamis (10/8).

Pangdam IX/Udayana, Mayjen TNI Komaruddin Simanjuntak menyebutkan, selain Gubernur NTT, Frans Lebu Raya, pada kesempatan yang sama juga diserahkan pistol sejenis kepada Gubernur Bali, I Made Mangku Pastika, Gubernur NTB Dr. TGH. M. Zainul Majdi. Bagi Made Mangku Pastika, itu bukan barang baru karena dirinya adalah mantan jenderal polisi. Sedangkan bagi Lebu Raya dan Zainul Majdi, itu merupakan barang baru dan butuh waktu untuk penyesuaian.

Dari rilis Kodam IX/Udayana yang dikutip koran ini kemarin (10/8), Pangdam Komaruddin menyampaikan, penyerahan senjata api berupa pistol itu merupakan perintah Panglima TNI yang penyerahannya dilakukan oleh para Pangdam kepada para gubernur se-Indonesia. Penyerahan senjata api jenis pistol ini merupakan bentuk penghargaan dan penghormatan dari Panglima TNI kepada para gubernur setelah mengikuti rangkaian kegiatan pembekalan, latihan dan pembaretan saat Latihan PPRC (Pasukan Pemukul Reaksi Cepat) TNI Tahun 2017 di Natuna.

“Tujuan diserahkannya senjata api berupa pistol ini adalah untuk menjaga keamanan dan melindungi diri para gubernur selaku pemimpin atau panglima tertinggi di daerah dari segala bentuk gangguan yang mengancam jiwa dan raga para gubernur saat bertugas,” kata Komaruddin.
Izin kepemilikan senjata api untuk tujuan menjaga keamanan dan melindungi diri ini hanya diberikan kepada pejabat tertentu sesuai Perppu Nomor 20 tahun 1960 tentang kewenangan perizinan yang diberikan menurut perundang-undangan mengenai senjata api. Mereka yang berhak memiliki senjata api harus dipilih secara efektif dan selektif.

Ada empat golongan dimana seseorang berhak memperoleh izin kepemilikan senpi api yaitu jajaran TNI/Polri, anggota Perbakin, masyarakat yang lulus tes kepemilikan senjata api di Polda dan disetujui Mabes Polri serta pejabat pemerintah, swasta dan perbankan yang salah satunya adalah gubernur.

Gubernur NTT, Frans Lebu Raya dalam sambutannya sangat mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan Panglima TNI dengan mengundang seluruh gubernur untuk menyaksikan latihan PPRC TNI di Natuna. Lebu Raya sangat menyakini dengan kemampuan TNI, perbatasan RI-RDTL dijamin aman.

Selanjutnya Gubernur Bali Made Mangku Pastika menyampaikan ucapan terima kasih kepada Panglima TNI yang sudah memberikan penghargaan kepada para gubernur. Made Mangku juga bangga dengan perkembangan kemampuan TNI yang sangat pesat disertai dengan peralatan tempur yang canggih. “Itu semua saya saksikan di Natuna saat prajurit TNI melaksanakan Latgab PPRC sehingga kami para gubernur menjadi yakin akan kemampuan TNI dalam menghadapi segala ancaman,” tegasnya.

Hadir dalam acara penyerahan ini antara lain Gubernur Bali, NTB dan NTT, Ketua DPRD, Kajati dan Kepala Pengadilan Tinggi Provinsi Bali, Kapolda Bali, Kasdam IX/ Udayana, Danrem 161/Wira Sakti Kupang, Irdam, Danrem 162/Wira Bhakti, Danrem 163/Wira Satya, Danrindam, Asrendam, para Asisten Kasdam, Perwira Staf Ahli, LO AL, LO AU serta para Dan/Kabalak satuan jajaran Kodam IX/Udayana. (*/joo/ito)

Click to comment

Most Popular

To Top