Kembalikan Rp 9,7 M, Mesang Minta Maaf – Timor Express

Timor Express

HUKUM

Kembalikan Rp 9,7 M, Mesang Minta Maaf

DISAMBUT KELUARGA. Charles Jones Mesang disambut keluarga usai persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (10/8).

OBED GERIMU/TIMEX

Kerugian Negara Telah Lunas

JAKARTA, TIMEX-Sidang perkara dugaan suap dana optimalisasi di Direktorat Jenderal Pembinaan Pembangunan Kawasan Transmigrasi (Ditjen P2KTrans), Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemnakertrans) Tahun 2014 senilai Rp 9.750.000.000 telah sampai pada tahap pemeriksaan terdakwa Charles Jones Mesang (CJM). Sidang lanjutan tersebut berlangsung di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Kamis (10/8) siang.

CJM dalam keterangannya di persidangan mengaku, dia hanya menerima uang senilai 80.000 dolar AS. Namun, sebagai bentuk pertanggungjawaban, dirinya telah mengembalikan seluruh kerugian negara sesuai yang didakwakan Penuntut Umum terhadapnya.

“Kerugian negara yang dituduhkan sesuai dakwaan penuntut umum telah saya kembalikan semua. Saya mengaku salah dan sangat menyesal. Saya mohon maaf, terutama kepada konstituen saya,” ungkap CJM.

Ia jelaskan, total anggaran pada Kemnakertras senilai Rp 610 miliar dan yang dialokasikan ke Ditjen P2KTrans sebesar Rp 150 miliar.

“Dari jumlah itu masih ada sisa sekitar Rp 400 miliar lebih. Coba KPK cari itu. Kalau Rp 150 miliar saja ada penyimpangan, mestinya pada anggaran itu (Rp 400 miliar, Red) juga ada permainan,” ungkap politisi senior Partai Golkar tersebut.

Usai pemeriksaan saksi, Ketua Majelis Hakim Mas’ud yang didampingi Hakim Anggota Hariono dan Djajasubagia Ugo, serta Panitra Pengganti Widi Astuti lalu menunda persidangan hingga Kamis (24/8) dengan agenda mendengarkan tuntutan Penuntut Umum KPK.

Sementara CJM yang didampingi tim penasihat hukum, Robinson, Dorel Almir dan Syarifudin dari Kantor Pengacara Alfonso & Patners juga mengajukan permohonan kepada majelis hakim agar dapat mengizinkan CJM melakukan kontrol jantungnya ke rumah sakit.

Permohonan itu langsung dikabulkan majelis hakim dengan meminta terdakwa berkoordinasi dengan Tim Penuntut Umum KPK yang diketuai Eva Yustiana.
Robinson selaku Ketua Tim PH terdakwa kepada koran ini mengatakan itikad baik terdakwa mengembalikan seluruh kerugian negara hendaknya menjadi pertimbangan meringankan bagi Penuntut Umum dalam tuntutannya nanti. “Klien kami sudah mengembalikan seluruh kerugian negara. Beliau mengembalikan ke penyidik KPK dengan cara mencicil dan sudah genap,” ungkap Robinson.

Terpantau, turut menyaksikan jalannya persidangan sejumlah keluarga CJM termasuk beberapa politisi Partai Golkar dari NTT, salah satunya Julianus Poteleba.

Penuntut Umum KPK Eva Yustisiana mendakwa CJM menerima uang suap untuk menyetujui permintaan Ditjen P2KTrans dalam rangka penambahan anggaran, dari semula Rp 3,6 triliun menjadi Rp 4,2 triliun yang akan disalurkan ke beberapa daerah yakni Provinsi Sumatera Selatan, Kota Tidore Kepulauan, Kabupaten Halmahera Tengah, Halmahera Timur, Banyuasin, Sumba Timur, Aceh Timur, Belu, Rote Ndao, Mamuju, Takalar, Sigi, Tojo Una Una, Kayong Utara, Toraja Utara, Konawe dan Kabupaten Teluk Wondama.

Dalam dakwaannya, Penuntut Umum juga menguraikan kasus yang menjerat CJM bermula pada Agustus-September 2013, dimana usai menghadiri rapat di Komisi IX dengan Kemenakertrans, CJM ditemui oleh Dirjen P2KTrans Jamaluddien Malik bersama Sekretaris Dirjen P2KTrans Achmad Said Hudri.

Kedua pejabat Ditjen P2KTrans tersebut meminta bantuan CJM untuk memperjuangkan anggaran. CJM pun menyatakan siap namun ia memberi syarat fee 6,5 persen kepada sejumlah anggota Komisi IX DPR. Fee tersebut akan dibagikan kepada anggota Banggar sebesar 5 persen, anggota Komisi IX DPR 1 persen dan untuk CJM sebesar 0,5 persen.

Suap tersebut diterima CJM saat dirinya masih duduk di kursi Komisi IX DPR RI dan Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Periode 2009–2014.
Pada sidang perdana 22 Juni lalu, CJM telah mengakui perbuatannya. Politikus senior Partai Golkar asal NTT itu mengungkapkan penyesalan dan kekhilafannya karena menerima uang dari hasil korupsi senilai 80.000 dolar AS.

Dia berterus terang di persidangan terkait perbuatannya dan berjanji akan mengembalikan kerugian negara dan tidak mengulanginya lagi, sembari mohon kepada majelis hakim agar memberikan hukuman seadil-adilnya.

CJM didakwa penuntut umum KPK dengan Pasal 12 huruf a Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (joo/fmc/ito)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!