Pedagang Enggan Tempati Lapak Baru – Timor Express

Timor Express

RAGAM

Pedagang Enggan Tempati Lapak Baru

PD Pasar tak Tolerir Praktik Kontrak di Atas Kontrak

OEBOBO, TIMEX – Perusahaan Daerah (PD) Pasar Kota Kupang hingga kini masih berusaha untuk membenahi bangunan (kios dan lapak) di Pasar Oebobo dan Pasar Oeba.

Namun di tengah upaya tersebut, PD Pasar ternyata juga menemui banyak kendala. Salah satunya justru datang dari pedagang itu sendiri. Pasalnya mereka tidak mau berjualan pada lapak-lapak yang telah disediakan. Hal ini disampaikan oleh Direktur PD. Pasar Kota Kupang, Simon Pellokila, Selasa (8/8).

Menurut Simon, beberapa waktu lalu PD Pasar sudah melakukan renovasi Pasar Oebobo dan Pasar Oeba secara bertahap untuk menggantikan bangunan yang lama dengan bangunan yang baru. Tujuannya adalah untuk memperindah wajah pasar, sehingga membuat pedagang dan pembeli merasa nyaman saat berada di pasar. “Kita akan berusaha secara optimal untuk membenahi pasar,” katanya.

Simon menambahkan, proses pembongkaran bangunan lama membutuhkan waktu yang cukup panjang, sehingga pedagang-pedagang terpaksa direlokasi. Yang jadi persoalan, lanjut Simon, setelah bangunan pasar yang baru sudah jadi, ada beberapa pedagang yang tidak mau berjualan pada lapak-lapak yang sudah disediakan. “Mereka lebih suka berjualan di pinggir-pinggir lapak,” ujar Simon.

Berhadapan dengan persoalan ini, Simon mengaku, pihaknya selalu mengingatkan para pedagang untuk kembali berjualan di lapak-lapak yang telah tersedia. Dan, pada akhirnya, lapak-lapak yang semulanya kosong, kini mulai ditempati. “Setiap hari selalu kami ingatkan. Bersyukur, sekarang lapak-lapak yang ada sudah mulai terisi oleh pedagang,” jelasnya.

Selain pembenahan bangunan pasar, hal yang juga menjadi perhatian PD Pasar adalah kebersihan pasar itu sendiri. Oleh karena itu, PD Pasar telah menyiapkan petugas khusus untuk menangani persoalan sampah di pasar. “Setiap hari para petugas kebersihan selalu berkeliling di pasar untuk membersihkan semua sampah yang dihasilkan oleh para pedagang,” katanya.

Menyinggung soal praktek ‘kontrak di atas kontrak’ bangunan kios, baik di Pasar Oebobo maupun di Pasar Oeba, Simon mengatakan, PD Pasar kini sangat tegas dengan persoalan-persoalan semacam ini. PD Pasar akan rutin mendata pedagang-pedagang yang menempati kios untuk mencegah terjadinya praktik kontrak di atas kontrak. Jika ditemukan adanya praktek tersebut, pedagang yang bersangkutan akan dikenai sanksi. “Kalau ketahuan akan langsung diganti dengan orang lain yang lebih membutuhkan kios itu. Kita tidak tolerir itu,” tegas Simon. (*/r2/sam)



Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!