Najwa Shihab Banjir Ucapan Selamat – Timor Express

Timor Express

RAGAM

Najwa Shihab Banjir Ucapan Selamat

Pasca Diberitakan jadi Mensos RI

KUPANG, TIMEX-Isu perombakan (reshuffle) Kabinet Kerja oleh Presiden Joko Widodo kian kencang akhir-akhir ini. Dari sederet nama tokoh yang disebut-sebut akan dipilih Presiden Jokowi sebagai menteri, muncul nama Najwa Shihab.

Terbaru, nama jurnalis perempuan itu diberitakan akan menempati posisi sebagai Menteri Sosial (Mensos) RI, pasca pengunduran diri Metro TV. Dia diprediksi bakal menggantikan Kofifah Indar Parawansa karena Kofifah dikabarkan tengah intens mempersiapkan diri mengikuti Pemilihan Gubernur (Pilgub) di Jawa Timur.

Saat datang ke Kota Kupang untuk melaksanakan tugasnya sebagai Duta Baca, Jumat (11/8), Najwa Shihab langsung mengklarifikasi isu tersebut ketika dikonfirmasi sejumlah awak media di Hotel Aston. Putri Quraish Shihab (Mantan Menteri Agama RI) itu mengaku baru dikirimi ‘headline Indopos’ yang memberitakan dirinya jadi Mensos, saat menginjakkan kaki di Kupang. “Saya baru dapat itu (Headline Indopos, Red) ketika turun di Kupang,” ujarnya.

Menurut Najwa, pemberitaan Indopos terkesan bahwa dirinya memang sudah pasti menjadi Mensos. Pasalnya, tidak ada tanya setelah headline di media tersebut. Tak heran, dia kemudian mendapat banyak ucapan selamat, baik lewat WA, SMS, maupun telepon. Bahkan, ada orang yang menitipkan pesan dan agenda yang harus dilakukannya saat menjadi Mensos. “Ini benar-benar heboh dan saya tidak sempat menanggapi berita itu,” kata wartawati yang terkenal lewat acara Mata Najwa itu.

Nyatanya, lanjut Najwa, dia tidak pernah dikonfirmasi oleh Indopos. Dia juga tidak tahu dari mana sumber yang dipakai Indopos untuk membuat berita tentang dirinya. “Saya tidak tahu sama sekali. Saya tidak pernah dikonfirmasi,” tandasnya.

Najwa membenarkan, dia memang pernah beberapa kali datang ke Istana Presiden. Namun, kedatangannya itu tidak ada hubungan dengan isu reshuffle. Sebaliknya, kedatangannya hanya karena ada kaitan dengan tugasnya sebagai Duta Baca. Di Istana, demikian Najwa, dia tidak bertemu dengan Presiden Jokowi. Yang dia jumpai adalah Menteri Sekretaris Negara, Pratikno serta staf khusus presiden bidang komunikasi, Teten Masduki dan Sukardi Rinangkit.

“Pak Presiden sudah mencanangkan setiap tanggal 17 (tiap bulannya) adalah hari kirim buku gratis. Jadi kami pegiat literasi punya ide agar di tanggal 17 Agustus mendatang, Pak Presiden bisa ke kantor pos. Minimal ada pos keliling datang ke istana, sehingga Pak Presiden bisa mengirimkan buku ke semua pelosok. Biar orang bisa tahu ada hari kirim buku gratis,” terangnya.

Najwa menambahkan, selain ada keterkaitan dengan tugasnya sebagai Duta Baca, komunikasi antara dia dengan pihak istana selama ini hanya terbatas pada tugasnya sebagai wartawan. Seperti mengonfirmasi berita atau mengajukan wawancara dengan Presiden Jokowi. “Tidak ada kaitannya sama sekali dengan reshuffle. Karena reshuffle itu yang tahu hanya Tuhan dan Pak Jokowi,” katanya.

Ditanya soal kesiapannya bila ditunjuk presiden menjadi menteri, Najwa berdalih, dia masih mencintai dunia jurnalistik dan tidak akan pernah jauh dari dunia yang telah membesarkan namanya. Selain itu, dia akan fokus dengan tugas sebagai Duta Baca. “Menurut saya, (Duta Baca, Red) itu tugas yang amat mulia. Apa yang saya lakukan belum seberapa. Dan sekarang saya lagi menikmati keliling daerah, termasuk datang ke NTT,” ungkapnya.

Presiden Umumkan 16 Agustus

Rencana reshuffle menteri Kabinet Kerja yang sudah berhembus sejak dua bulan lalu semakin menuju final. Kabar yang diperoleh INDOPOS (Grup Timex) menyebutkan, Presiden Joko Widodo akan mengumumkan perombakan jajaran menteri kabinetnya sehari menjelang peringatan kemerdekaan Republik Indonesia atau tanggal 16 Agustus 2017 mendatang. Menariknya, pemilik acara Mata Najwa, yakni Najwa Shihab akan diangkat menjadi Menteri Sosial (Mensos) menggantikan Khofifah Indar Parawansa yang akan maju di pemilihan gubernur Jawa Timur.

Sumber INDOPOS yang enggan disebutkan namanya menyebutkan, penggodokan nama-nama menteri baru terus dikebut menjelang 16 agustus 2017 ini. Ada nama baru, ada juga wajah lama yang sekedar tukar posisi. “Nama baru ada dua orang, salah satunya adalah Najwa Shihab,” kata sumber INDOPOS yang berasal dari kalangan istana, Kamis (10/8).

Dua hari ini nama Nadjwa Shihab memang santer disebut bakal masuk di bursa calon menteri. Isu tersebut semakin meyakinkan public ketika Sosok kelahiran Makassar, 16 September 1977 ini melalui akun Instagram @najwashihab mengumumkan menghentikan acara Mata Nadjwa yang sudah dilakoninya selama sekitar 7 tahun.

Sementara nama lain yang digeser adalah Budi Karya Sumadi, yang sebelumnya Menteri Perhubungan, akan menjadi Menteri BUMN menggantikan Rini Soemarno. Budi Karya Sumadi selama ini dikenal sebagai profesional yang bertangan dingin dalam memimpin sebuah perusahaan. Kiprahnya mulai mentereng sejak memimpin Badan usaha Milik Daerah (BUMD) di Ibukota, yakni PT Pembangunan Jaya Ancol dan PT Jakarta Propertindo (Jakpro). Atas keberhasilannya itu, dia dipercaya memimpin Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yakni, PT Angkasa Pura II.

Lantas, kemana kah Rini Soemarno? Mantan orang dekat Megawati Soekarno Putri itu ternyata tetap dipertahankan ‘nangkring’ di lingkungan istana. Jika sebelumnya ia mengurusi BUMN, ke depan, Rini diberi tugas baru mengurusi sekretariat presiden, yakni sebagai Kepala Sekretariat Presiden menggantikan posisi Teten Masduki yang sudah dijabatnya sejak 2 September 2015.

Menariknya lagi, Archandra Tahar yang sebelumnya jadi Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), kembali menduduki posisinya sebagai Menteri ESDM yang pernah dipegangnya hanya 20 hari. Belum diperoleh informasi, bakal ke mana Ignasius Jonan setelah posisinya digantikan Arcandra Tahar.

Wajah baru yang masuk di jajaran kementerian adalah Idrus Marham. Politisi Partai Golkar itu bakal diangkat menjadi Menteri Agraria dan Tata Ruang atau Badan Pertanahan Nasional menggantikan Sofyan Djalil. Putera aceh ini memang sejak lama disorot kinerjanya karena tidak tercapai target untuk program sertifikasi tanah yang menjadi tanggung jawabnya.

Sejumlah menteri yang juga akan diganti adalah Menteri Keuangan (Menkeu), Menteri Agama (Menag), Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (PAN) serta Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi serta Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah. (dai/dil/esa/r2/ito)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!